Persepsi gw double income itu :
1. Gaji bulanan; Terbatas sesuai standar kompetensi dan performa individu yg dihargain employer. Ini variable cukup masuk akal disesuaikan dg kondisi perekonomian dan investasi edukasi. JKT UMR 2,4jt ya realistis secara ekonomi, demikian juga 8-9/hr US $ di Midwest. 1,2 jt di Jogja, juga sgt lumrah secara ekonomi. TETAPI, Secara kesejahteraan sosial dan gaya hidup, psikologis? Jangan tanya. Komen ini bukan utk menjustifikasi gaya hidup dan camilan jajanan loe-loe pade.
2. Honorer: inilah sang multiplying factor itu. Tidak terbatas. Entah gimana, sabetan nominal kudu ADA lewat usaha sampingan, konsultasi, investasi, deposito, jual sayur di Toko Ba6us kek. Egal,whatever, side earnings: wajib hukumnya. Kenapa? karena ini bisa jadi cushion keuangan. Buat payung kl krisis. Proyek restorasi rumah, mobil, pendidikan etc. sumber2 honorarium inilah pelega dahaga sebenarnya. Rejeki barokah Alloh SWT sesungguhnya.. Count ur blessing here. Yang di Atas udah nentuin besaran rejeki berdasar iman dan perbuatannya. Buat yg uneducated, tenang, berdoa dan usaha aja pasti juga terpelihara. Buat yang Atheis-agnostik, ketahuilah itu adalah kiriman..mas Jojox. #ifartmoney