Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 80

Thread: [diskusi & sharing]Double income...?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    [diskusi & sharing]Double income...?

    Hasil ngobrol dengan beberapa orang...

    benarkah bahwa keluarga yang hidup di kota seperti Jakarta sulit untuk bisa memenuhi kebutuhan standar yang berkualitas, seperti rumah, kendaraan dan pendidikan anak-anak, tanpa memiliki penghasilan ganda, alias suami istri harus bekerja?

  2. #2
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Tergantung standarnya dan gaji suami keanya um...

    Misal standarnya rumah di perumahan blablabla, mobil xxx, sekolah anak2 di al azhar (misal), dan gaji suami hanya 10jt, mungkin harus double penghasilan... IMO...

    Sebenernya lebih fokus ke lingkungan. Kalau lingkungan high cost ya bakal gak cukup. istri kan tertekan kalau ngobrol ama tetangga yang pamer punya barang A, sekolah di A, bla bla bla.... Maybe ya....

    Soalnya saya gak ngalamin sih...
    hai hai hai......

  3. #3
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    tergantung penghasilan suami dan gaya hidup.
    kalau mau ngirit penghasilan 5jt juga cukup bahkan bisa nabung.
    tp kalo mau high class, berapapun penghasilan ga bakal.cukup.

    dan definisi "standar hidup berkualitas" ini tiap orang bisa sangat beda.
    buatku kalo sakit ke puskemas yang gratisan aja cukup, eh kemaren asisten rumah tanggaku cerita abis ke dokter swasta biayanya sekian ratus ribu, soalnya ga mau ke puskemas dengan berbagai alasannya
    *cuma bisa melongo*
    ngobrol juga soal sekolah anak, sama juga. ada sekolah negeri, beberapa orang anggap ga berkualitas, ada yang anggap bagus2 aja
    mention om [MENTION=194]Ronggolawe[/MENTION]
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  4. #4
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    double income kalo spendingnya triple tetap nggak ngejar
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #5
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    double income kalo spendingnya triple tetap nggak ngejar
    Well said, mba Tus

    DINKs seperti mbok dan hubby kalau mboros ya tetap sulit.

    Mbok punya kakak yang hidup di Jakarta, single income dengan dua anak. Kelihatannya hidupnya ndak sulit karena tahu prioritasnya apa yaitu pendidikan anak-anaknya. Walaupun berkecukupan dengan rumah dan 2 mobil, mereka hidup sederhana untuk ukuran orang Jakarta. Ibunya ndak belanja keluar negri, bapaknya ndak pakai mobil mewah, anak-anaknya ndak nongkrong di mall. Alhamdulillah, aman sentosa. Hidup sesuai dengan pendapatannya.

  6. #6
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    saya jd inget kejadian di kompleks rumah gw, ntah ini gosip atau fakta

    ada pasangan suami-istri yg cerai, katanya gara2 si istri yg income nya lebih besar dari suami, sementara suami hanya kerja serabutan (freelance)
    kasihan yg jadi korban anaknya yg masih TK, kebetulan suka main sama keponakan saya

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    malah dimention-mention

    kalau kebutuhan keluarga gw sih, yang sederhana
    saja, yang penting ngga malu-maluin...

    Toh, asal mau ngurus, sekolah sudah "gratis", dan
    berobat pun "gratis",

    kalau gw sendiri sih, alhamdulillah masih bisa mem
    biayai keluarga, meski mepet-mepet masih bisalah
    menabung sedikit buat masa depan anak.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  8. #8
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Wow... Buat standar gw mbok, rumah dengan dua mobil itu sudah wow banget...

    -intermezzo-
    hai hai hai......

  9. #9
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by eve View Post
    Wow... Buat standar gw mbok, rumah dengan dua mobil itu sudah wow banget...

    -intermezzo-
    Untuk standar Jakarta, rumah dengan dua mobil itu ndak wow karena rata-rata keluarga yang punya dua anak sudah punya rumah sendiri, bapak nyetir ke kantor, ibu nyetirin anak ke sekolah. Income rata-rata 15jt per bulan.

  10. #10
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    buat punya rumah dan mobil di jakarta, kayanya kalo yg penghasilannya cuma (misal) 5 juta perbulan single income, harus ambil kreditan
    atau rumahnya ngontrak sementara
    dan dengan catatan sekolah ga swasta yg mahal dan gaya hidup sederhana

    kalo maunya tiap minggu pelesiran belanja makan nonton di mall...ya mana cukup single income
    Popo Nest

  11. #11
    dulu waktu tinggal di jakarta gaji seadanya idup idup aja kok. dengan catatan jangan ke mal. cukup belanja ke pasar. kalopun mo beli baju ya ke itc. g usah makan restoran. cukup kaki lima. akhirnya sampe sekarang sih jadi kebiasaan. malah dulu suami pernah loh nabung pas buat kawin, sisa tabungan yg dipake idup sebulan g lebih dari 300 ribu didalemnya udah termasuk transport lagi,masih idup juga. intinya sih kalo kemauan ada ya bisa aja lah diatur mo hidup seperti apa.
    yg susah, kalo apa apa dikit malu sama tetangga. makan tahu..malu ama tetangga. makan tempe,malu juga. makan kangkung ..langsung seteress..apalagi kalo beli baju obralan,diomongin tetangga, g tahan.ujung ujungnya nyari tali dah buat gantung diri. wkwkwk.
    Good friends, good books, and a sleepy
    conscience: this is the ideal life.
    Mark Twain

  12. #12
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    loh ibu2 bukannya seneng sama sesuatu yg menyangkut obralan
    itu juga alasannya kenapa obralan selalu rame
    Popo Nest

  13. #13
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    subjektif nih, soalnya 'standar' tiap orang beda2

    yang pasti, mo pake standar apa pun, yang penting pengeluaran ngga melebihi pendapatan aja

  14. #14
    @popo iya po. tapi kalo pergaulannya dikampung. kalo pergaulannya kelas elit mana mau ngaku pake baju obral. kalo aku sih, baju gratisan aja doyan (wkwkw )
    Good friends, good books, and a sleepy
    conscience: this is the ideal life.
    Mark Twain

  15. #15
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    relatif...tergantung berapa total penghasilannya dan pengeluarannya..

  16. #16
    pelanggan tetap yanwok's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,015
    Gaji: Rp. 5.000.000,-

    Bapak
    ------
    Makan : 20.000 x 30 x 3 : 1.800.000
    Transport : 500.000
    Service Motor: 100.000
    Baju: 200.000

    Ibu
    ---
    Makan: 20.000 x 30 x 3 : 1.800.000
    Baju: 200.000

    Total: 4.600.000
    Pengeluaran lain-lain: 500.000
    Gaji: 10.000.000
    Sisa: 4.900.000

    12 Bulan x 4.900.000 : 58.800.000
    (Asumsi tinggal di pondok mertua indah yah 1 tahun, baru cari kontrakan....)

    Asal memang mau hidup sederhana, SEPERTInya bisa deh... (kurang pengalaman juga)...

    Like all my friends said,
    "Jangan beli mobil sebelum kebeli rumah"
    "Hidup sederhana 5 tahun, kayaknya bakal cukup untuk punya anak"

    Ini saya tulis, teringat teman saya yang suami-istri biasa makan "sederhana", hidup apa adanya.. Kalau dapet calon istri yang tiap minggu makan di Kitchenette, Sushi Tei, Union, Pisa Cafe, Ocha & Belle, nah itu yang repot....

    Asumsinya si banyak:
    1. Pake motor
    2. Suami anter istri baru ke tempat kerja
    3. Makan sederhana
    4. Beli baju / tas / celana ga bisa ngikutin trend

    But that's consequences.. Karena memang gaji kita cuma segitu... Hahahaha...

    Analisa sotoy yanwok


    ---------- Post Merged at 05:08 PM ----------

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Untuk standar Jakarta, rumah dengan dua mobil itu ndak wow karena rata-rata keluarga yang punya dua anak sudah punya rumah sendiri, bapak nyetir ke kantor, ibu nyetirin anak ke sekolah. Income rata-rata 15jt per bulan.
    Ndak wow, tapi itu memang idealnya...
    Kalau wow tuh pake supir, mobil mercy tipe terbaru, pembantu 3, suster 2, rumah di pondok indah...

    #maybe

    ---------- Post Merged at 05:09 PM ----------

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Hasil ngobrol dengan beberapa orang...

    benarkah bahwa keluarga yang hidup di kota seperti Jakarta sulit untuk bisa memenuhi kebutuhan standar yang berkualitas, seperti rumah, kendaraan dan pendidikan anak-anak, tanpa memiliki penghasilan ganda, alias suami istri harus bekerja?
    Sulit iya, Impossible engga...

    #sokJadiMotivator
    Last edited by yanwok; 24-03-2014 at 06:04 PM.
    Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present".
    Don't be too concerned about what was and what will be, keep living the present.

  17. #17
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    Quote Originally Posted by yanwok View Post
    Like all my friends said,
    "Jangan beli mobil sebelum kebeli rumah"
    like this

    tp masalahnya, biasanya cuman bisa beli mobil yg harganya turun terus
    sedangkan rumah ga kebeli kerena harga rumah naek terus

  18. #18
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Quote Originally Posted by ga_genah View Post
    like this

    tp masalahnya, biasanya cuman bisa beli mobil yg harganya turun terus
    sedangkan rumah ga kebeli kerena harga rumah naek terus
    aihhhhhh padahal sudah punya rumah

    gw kebalikan nya
    ~Radio Kopimaya~

  19. #19
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    yang gw bingung, salah satu kalimat andalan dari
    para financial planner adalah, "anda harus berusa
    ha agar nanti setelah pensiun "pasive income" an
    da harus tetap mampu memenuhi kebutuhan gaya
    hidup anda seperti sebelum pensiun.

    lha?
    kalau usia 40-50 masih gemar kongkow-kongkow
    di dunia malam, yang dalam semalam katakanlah
    habis 5-10jt, masa iya setelah usia 70th masih ge
    mar begitu?

    kok kayanya gaya hidup yang hendak dipenuhi le
    bih ke gaya hidup hedonis.
    menurutku, jangan terlalu kaku memahami kalimat itu

    mengenai komentar "mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti sebelum pensiun", itu saya sering denger juga, tapi pengertianku sih ngga berarti kongkow2 di dunia malem, bar, pub, diskotik, dsb

    gaya hidup bisa aja berarti mempunyai 5 pembantu ngurus urusan rumah tangga, tiap hari rutin beli segelas minuman dari starbucks, tiap malem makan di restoran, kemana2 naek mobil dengan sopir, tiap taon liburan cuti keluar negri, dll.

    orang yang sudah terbiasa dengan gaya hidup mewah seperti itu, biasanya akan 'terlena' dan menganggap itu lah standar gaya hidup normalnya. dan umumnya tidak mudah untuk 'menurunkan' standard of living. that's just human nature. bukannya tidak mungkin ya, it just requires certain change of mindset aja.

    when s.hit hits the fan, ntah diphk kek, kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan tidak mampu mempunyai income seperti sebelumnya, dll, then what? apa masih mau tetep menjalankan gaya hidup seperti itu? menurutku apa yang dikatakan oleh financial planner itu cuman advis konservatif. selama orang sangat menyadari akan financial statusnya, dan bisa mengadjust gaya hidupnya sesuai pendapatan dan tabungannya (easier said than done), maka menurutku sih aman2 aja.

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    mau penghasilan suami 100 jt pun, istri mnrtku harus tetap menghasilkan uang sendiri, entah itu kerja kantor atau usaha kecil2an...namanya hidup, ga ada yang tau, ga selamanya sehat dan kuat dan setia, masing2 harus bisa mandiri.
    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    Kalo gw sich kayaknya malu kalo seribu rupiahpun hrs tadah tangan ama suami.
    Itu si gw..

    i like this

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ya intinya seperti yang dibilang tuscany.
    bahkan yang penghasilan 2jt sekeluarga (dengan anak satu istri ga kerja) aja ada bisa hidup juga.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •