Apakah pendidikan suami seharusnya lebih tinggi daripada isteri?
Apakah pendidikan suami seharusnya lebih tinggi daripada isteri?
Pendidikan secara general jawabannya iya.
Pendidikan formal (paud - univ), jawabannya enggak.
Suami mempunyai peran sebagai kepala keluarga, sudah kewajibannya dalam rangka menjalnkan perannya itu mempunyai pendidikan yang lebih dari istri sehingga bisa menjadi pemimpin istrinya. Baik pendidikan agama maupun pendidikan bersosial di masyarakat.
Gelar istri lebih tinggi? Gak masalah, gelar tidak menjamin seseorang lebih "berpendidikan" kok...
Just IMO...
hai hai hai.....
.
Ngomong apa sih kalian ini..
Yang jelas kalau suami di atas istri lebih enak.
menurut pengalamanku, dan di sekitarku dan sepanjang ku tahu, istri yang gelarnya lebih tinggi pasti suaminya *minder* bahkan sampai sang suami selingkuh, tentunya dengan wanita yang gelarnya lebih rendah.
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Kalau gitu cari istri tukang pecel.
Ndak perlu sekolah tinggi-tinggi.
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
itu contoh suami yang baik pendidikan formal maupun pendidikan secara generalnya lebih rendah drpd istri.
banyak kok kenalanku, istrinya itu kerja di sektor pendidikan, suaminya cuman usaha aja, namanya kerja di sektor pendidikan pasti titelnya tinggi lah ya, suaminya bisa nyari nafkah halal membimbing istri, fine2 aja tuh.
mau diatas mau dibawah yang penting akhirnya sama-sama seneng
menurut pandangan umum masyarakat kita (yg patriaki): ya.
pokoke suami mesti lebih segalany dr istri, kalau kagak nanti minder, nanti selingkuh.
pendidikan lbh tinggi, status sosial & ekonomi lbh tinggi, penghasilan lebih tinggi, tinggi badan juga lbh tinggi, dll
padahal mah, asalkan cocok, kenapa tidak? selama keduany bisa saling mengerti dan menerima keadaan tersebut, kenapa tidak?
pendidikan apaan nih? suami istri saling melengkapi aja lah.
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]
tergantung sikon. kadang enak di atas kadang enak di bawah
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kirain ngomong pendidikan apaan
ternyata yg menjurus ke akademik
ga penting2 amat sih buat g, asal cowonya lebih smart
banyaknya 'S' ga menjamin orang itu pinter sih![]()
Popo Nest
ho oh, bener po..
sesuai kebutuhan sih. suamiku suportif banget aku ambil pendidikan lagi yang dianggap lebih tinggi, aku mikir ya emang kebutuhanku gitu.
apa dia minder? nggak lah, aku juga mikir, ngapain minder? lagian kalo dia mau "sekolah" lagi ga usah yang di sisi akademis gitu. ya ambil sertifikasi aja buat mendukung kerjaan.
ngapain cuman sekedar buat gengsi
cumannnnnnnn, emang di budaya kita, kalo istri lebih S-nya dikit aja udah dianggap gimana gitu, keluarga suami secara langsung maupun tidak udah dorong supaya dia sekolah lagi.
lah sekolah apaan? suami malah pingin ambil s2 sejarah, penyaluran hobi katanya![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kalo harus lebih tinggi berati gw ga boleh naksir sarjana" muda itu dong
Padahal biasanya fresh" graduate yg ngelamar itu seger"![]()
Saya lulusan S-2, kalo cari cowok yang sesama S-2 itu sulit sekali.
memangnya dengan yg di bawah S2 kenapa?
masalah ya kalo pendidikannya ga setara?
kalo level pemikirannya bisa menyamai dengan yg S2, kayanya ga akan ada masalah soal komunikasi kan?
lagian kalo nemu S2 tapi masih nganggur alias ga ada kerjaan...emang masih mau?
Popo Nest
Kalo mau jujur, saya carinya pria yang selain pendidikan sama2 S-2, mapan, ganteng karena gengsinya tinggi karena merasa wajah mirip Manohara, bergelar S-2 dan ekonomi orang tua mapan meskipun punya kelainan tingkah laku, serta punya rencana akan membangun pendidikan khusus untuk anak cerdas dan berbakat istimewa yang memiliki kebutuhan khusus. Apakah kriteria saya terlalu tinggi dalam memilih jodoh?
Tapi kalo masih belum dapat2 juga ya asal sabet sembarang orang yang penting bisa memuaskan kebutuhan biologis yang tidak bisa ditahan lagi.
waddduuuhhhh![]()
![]()
kenapa ga nyari yg S-10, lebih banyak S-nya, atau yg S-1000 dapat 3
berapapun S-nya si suami atau istri, selama punya tujuan bareng dan ada 1 pemimpin dalam keluarga, kukira itu keluarga akan jalan dengan baik
garis bawahi tujuan, utk Nya atau utk diri sendiri dan itu ga ada pengaruhnya dengan si S