Quote Originally Posted by cha_n View Post
Nah coba baca artikel di atas, gimana ga mau percaya, artikelnya bilang tes sidik jari itu benar, bagus, ilmiyah, diklaim "pakar psikologi" yang ngomong
termasuk pembohongan publik ga sih nih??
Termasuk hoax publik mungkin perlu masuk acara mythbuster

Saya sendiri sih kalo lagi pas ngobrol sama para ibu-ibu, ngomongnya selalo gini, "lah, memangnya siapa yang lebih paham soal anak kita? Siapa yang menghabiskan waktu delapan belas jam sehari sama mereka (yang empat jam sisanya kita ketiduran)? siapa yang diceritain mereka soal cita-cita dan ketakutan mereka?"

Masak mau lebih percaya sama tes macem-macem ketimbang pengamatan kita sendiri bertaon-taon?

Quote Originally Posted by BundaNa
Mengenai perubahan drastis itu Naomi mengalami sendiri...dari IQ standart normal taun yang lalu, tahun sekarang menjadi superior...jadi kemungkinan taun depan kembali ke normal atau jenius bisa saja terjadi, tergantung stimulasi dan asupan gizi serta faktor genetis.
Lebih dari itu saja Bunda, alat ukur psikologi juga memiliki nilai reliabilitas yang bervariasi, makanya biasanya digabung satu sama lain untuk membuahkan hasil yang bisa dipercaya. Jadi selain faktor subyek testee-nya, ada faktor-faktor lain yang bersifat teknis yang mempengaruhi hasil tes, misalnya metode scoring dan interpretation si psikolognya, kondisi testee pas lagi melaksanakan tes, dan macem-macem. Jadi tetap saja hasil tes itu sebagai pendamping dari pengamatan kita sendiri, jangan mau terperangkap oleh berhala yang disebut psikotest.