Termasuk hoax publikmungkin perlu masuk acara mythbuster
Saya sendiri sih kalo lagi pas ngobrol sama para ibu-ibu, ngomongnya selalo gini, "lah, memangnya siapa yang lebih paham soal anak kita? Siapa yang menghabiskan waktu delapan belas jam sehari sama mereka (yang empat jam sisanya kita ketiduran)? siapa yang diceritain mereka soal cita-cita dan ketakutan mereka?"
Masak mau lebih percaya sama tes macem-macem ketimbang pengamatan kita sendiri bertaon-taon?
Lebih dari itu saja Bunda, alat ukur psikologi juga memiliki nilai reliabilitas yang bervariasi, makanya biasanya digabung satu sama lain untuk membuahkan hasil yang bisa dipercaya. Jadi selain faktor subyek testee-nya, ada faktor-faktor lain yang bersifat teknis yang mempengaruhi hasil tes, misalnya metode scoring dan interpretation si psikolognya, kondisi testee pas lagi melaksanakan tes, dan macem-macem. Jadi tetap saja hasil tes itu sebagai pendamping dari pengamatan kita sendiri, jangan mau terperangkap oleh berhala yang disebut psikotest.Originally Posted by BundaNa
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




mungkin perlu masuk acara mythbuster
Reply With Quote
