Tes sidik jari ini kelihatannya lebih mudah diterima daripada aktivasi otak tengah ya, buktinya sudah banyak sekolah yang menawarkan program sidik jari dibandingkan aktivasi otak tengah.

Sebenarnya dari awal tes ini sudah bisa dicurigai. Pertama dari komersilnya. Tes ini sangat jor-joran dalam promosi dan harganya pun cukup mahal hanya untuk sekali tes. Mengingatkan gw pada program aktivasi otak tengah.

Isu tes ini sempat di bahas di mata kuliah Tes Inteligensi (kebetulan gw mahasiswa psikologi). Memang benar Francis Galton pernah menyatakan bahwa sidik jari bisa dilihat sebagai patokan inteligensi. Tapi masalahnya, itu terjadi seratus tahun lebih yang lalu, kenapa baru diangkat sekarang? Kalau memang dari awal sidik jari itu ampuh untuk memrediksi, mengapa tidak dari dulu saja sudah heboh?