Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
Ya emang isinya pedoman hidup itu ya manual utawi guidance. Nah, yg sudah bisa menjalankan hidup dengan benar, itu yang disebut manusia yg hidup. Diluar itu disebut manusia mati. Entah mati hatinya, mati imannya, mati pandangan batinnya, serba mati lha . Dan jangan berpikir hidup itu seperti muter kontak mobil, mesin bunyi terus disebut hidup. Disebut hidup kalau mobil itu sudah jalan muter, tau rambu lalulintasnya, nggak nyalip sembarangan apalagi sampe nabrak2 orang.


jadi kalo manusia yang sudah hidup menurut kang sedge itu kalo sudah hidup gak butuh lagi dengan pedoman atau petunjuk hidup (kitab suci dll)?

---------- Post Merged at 03:02 PM ----------

Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
Yg butuh pedoman hidup ya orang mati lha boss. Makanya ente-ente butuh agama karena masih mati. Kenapa butuh pedoman hidup? Karena belum hidup alias mati.

Ente menafsirkan bahagia aja masih pake contoh uang. Bahagia datang, bahagia didapat bukan dari hal diluar diri seperti uang, jabatan atau bahkan surga. Panjang nih ukaranya kalo mau dicocotin.

Tau dari mana orang yg tau arah masih nanya alamat? Carilah dan temukan orangnya yg riil, jadi gak cuma berandai-andai dan beranalisa semisal bin seumpama.
uang membawa kebahagian kan itu sekedar analogi kang.. kan masih banyak faktor kebahagiaan yang laen.. maksud saya diatas adalah apabila kita sudah menemukan kebahagiaan itu bukannkah kita akan mempertahankannya dengan tetep melakukan faktor/penyebab2 yang mebuat kita bahagia....

nah orang yang sudah tau arah disini yang bagaimana... karena setau saya walopun saya/kita (umat islam) yang sudah menganut islam aja masih minta ditujukin jalan yg lurus minimal 17 kali sehari.. bahkan nabi aja ada doanya biar Allah aza wa jalla menetapkan hati beliau dalam Agama Islam..??
jadi penjelasan atau ciri2 orang yang sudah tau jalan itu yg gimana kop sedge??