Results 1 to 20 of 229

Thread: Percaya Tuhan atau Agama?

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #11
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    ... lalu ketika baru mau mulai dulu, Oom Sedge, bagaimana Oom Sedge bisa tahu kalau calon guru dan senior yang didatangi itu betul-betul mumpuni dan alim? Bagaimana supaya tidak salah kumpul dengan kaum yang berlagak paling berilmu padahal tidak tahu apa-apa, atau sekumpulan orang schizopren yang mengira mereka sudah intim dengan Tuhan?
    dulu saya terinspirasi dr kisah dewa ruci. Siang malam saya berdoa, mohon dipertemukan dengan tuhan. Kalo itu nggak mungkin, mohon dipertemukan dengan manusia yg sudah bertemu dengan tuhan.

    Hari hari di isi dengan air mata, sholat dua jam tiga jam udah gak aneh. Liat batu keinget allah, saya nangis. Lihat hujan saya nangis. Bener2 fase kegilaan dalam hidup.

    Sementara itu setiap ada orang alim saya datangi. Saya belajar, sampe tau gurunya beliau siapa. Lalu saya datangi gurunya beliau, saya belajar sampai beliau cerita ttg guru beliau. Saya datangi gurunya tsb. Saya belajar lagi, sampe mentok sekarang beliau gak cerita siapa gurunya. Kelak kalau beliau cerita, insya allah akan saya datangi.

    Nah, seiring perjalanan pencarian itu saya juga svaluasi selama ikut guru a perubahan saya apa, lanjut sampe ke guru b yg saya sudah buktikan dalam hidup apa. Alhamdulillah semuanya membawa dampak yg makin bagus. Nah taunya guru saya ini sudah kenal tuhan gimana? Yg beliau bisa menjawab semua tanya saya ttg tuhan. Saya bisa lebih mengerti dan paham ttg tuhan, beyond religions. Diluar itu, seperti halnya manusia suci lainnya, banyak kejadian semacam mukjizat, karomah atau apalah namanya yg pernah saya lihat langsung. Tapi hal ini bukan ukuran menentukan tingkat kemumpunian ilmu seseorang, jadi saya gak akan eksplore lebih jauh.

    Semoga bermanfaat

    ---------- Post Merged at 02:05 PM ----------

    Btw, untuk pembuktian saya rasa sah-sah saja murid menuntut pembuktian bahwa gurunya sudah ketemu tuhan. Tapi tidak semuanya akan dibuktikan oleh beliau.

    Dan pembuktiannya pun sering diluar dugaan dan penalaran akal normal. Jadi bersiaplah secara penuh kalo udah minta bukti. Kalo rejeki pembuktiannya bisa berupa hal yg wah, kalo rejeki juga pembuktiannya bisa berupa teguran.

    Tips nya, jgn minta bukti secara lisan. Minta buktinya diem2 aja dibersitkan dalam sanubari, baik saat bertemu atau saat tidak bertemu (jauh).
    Last edited by sedgedjenar; 23-03-2014 at 02:58 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •