Results 1 to 20 of 229

Thread: Percaya Tuhan atau Agama?

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #11
    -->itu kebijakan standarisasi oleh Usman ibn Affan dan sering diajarkan di kelas-kelas Agama Islam di sekolah umum di Indonesia. Tapi prakteknya tidak sesederhana itu.

    -->Praktek kebijakan standarisasi bacaan quran oleh usman bin affan (bagi q itu sederhana & memang itulah yang musti dilakukan)

    Saos :
    judul buku :
    Usman bin Affan
    Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan

    Oleh :
    Muhammad Husain Haekal

    Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh :
    Ali Audah

    Cetakan kedelapan

    Penerbit :
    Litera AntarNusa • Pustaka Nasional

    Halaman 124

    judul sub bab : Usaha penyeragaman dalam bacaan Qur'an

    Latar belakang : orang islam dari syam dan dari irak ngumpul bareng di satu tempat.
    masing-masing membaca Quran dengan bacaan yang berbeda.
    Masing-masing mengklaim bacaannya yang paling baik.
    Kelompok yang satu mengafirkan dan yang lain menganggap diri benar.

    Melihat perselisihan diatas seorang yang bernama Huzaifah cepat-cepat pulang ke Madinah & langsung menemui usman sebelum pulang ke rumahnya dengan mengatakan : "cepat selamatkan umat ini sebelum menemui kehancuran!"

    "Mengenai apa?" tanya usman.

    "Mengenai kitabullah," kata huzaifah lagi.

    Huzaifah menceritakan ttg perselisihan di atas seraya katanya : "saya khawatir mereka akan berselisih ttg kitab suci kita seperti orang-orang yahudi dan nasrani"

    Usman melihat ini memang berbahaya. Ia mengumpulkan beberapa orang lalu meyampaikan pendapatnya : "menurut hemat saya orang harus sepakat dengan hanya ada satu macam bacaan. Kalau sekarang kita berselisih, maka perselisihan generasi sesudah kita akan lebih parah lagi."

    Kalangan pemikir menyetujui pendapat usman di atas. Maka dimulailah penyalinan mushaf quran yg pada saat itu ada pada ummulmukminin hafsah binti umar menjadi beberapa mushaf.

    Mushaf usman.
    Usman memerintahkan untuk menuliskan satu mushaf untuk syam, satu mushaf untuk mesir, satu mushaf dikirimkan ke basrah, satu mushaf untuk kufah, satu untuk mekah, satu untuk yaman dan satu ditinggalkan di madinah.
    Umat sudah puas dg semua mushaf ini, dan orang menamakannya mushaf usman, sebab ditulis atas perintah usman, kendati tidak ditulis dengan tangannya sendiri.

    Sesudah mushaf-mushaf ini dikirimkan ke kota-kota tadi dan khalifah mewajibkan supaya bacaan itu yang dipakai, ia memerintahkan mushaf-mushaf yang lain dikumpulkan dan dibakar.

    Tidak perlu diragukan apa yang sudah dilakukan usman supaya bacaan quran seragam, merupakan kebijakan yang luar biasa. Dengan ini quran tetap terjaga kemurniannya sebagaimana diwahyukan Allah kepada Rasulullah SAW. (kutipan dari buku end sampai disini)



    *Sedangkan fordis yg ada pada link kedua di thread ttg bacaan warsh, imho adalah ibarat merobek luka lama dimana khalifah ketiga telah bersusah payah menutup luka itu demi menjaga keutuhan umat islam.
    *Fyi dari sekilas q membaca tautan berbahasa inggris yg dishare kandalf. Peserta diskusi di link tsb menikmati bermain dg "waqof" (tanda berhenti pada saat membaca quran) karena dengan itu mereka akan menjumpai pengertian berbeda. Pengertian berbeda yang bagi mereka menyenangkan, tapi bagi q mengkhawatirkan.

    Karena,
    "Hanya engkaulah ratu di hatiku".
    Sangat berbeda maknanya dengan,
    "Mereka yg di gang dolly itulah ratu di hatiku"

    #kalau ada perbedaan cara membaca, imho, sudah selayaknya kita umat muslim akhir zaman, mengembalikan bacaan sesuai bacaan pada mushaf usman.

    *Moga oleh bu pemilik warung post ini tidak di-judge oot*

    *hanyalah ingin menyambung obrolan*
    Last edited by MoonCying; 11-03-2014 at 05:59 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •