-
Nah Alip,
Terima kasih utk ceritanya.
Crita Alip ini mnyediakan saya konteks utk mlanjutkan.
Tkait dg ritual, maka saya tpikir bhw ritual itu ada 2 macam.
1. Ritual yg ktika dlaksanakan mbrikan 'rasa aman' dan 'rasa tenang' di dalam diri seseorang.
Rasa aman dan rasa tenang ini sbetulnya adalah shadow (mgkn saya bisa sebut sbg 'sugesti') bhw sso 'merasa' berkenan kpd Tuhan atau sbg 'omission of guilt'.
Contohnya,
Ada orang yg (scara tak sadar) bpikir bhw jika tidak sholat 5 kali maka ia belum 'benar'.
Maka rasa tenang yg muncul dari sholatnya yg ke-5 itu mrupakan 'omission of guilt' dan 'suggestion of favor'.
Jika ia sembahyang lebih dari wajibnya, maka rasa tenang akan muncul akibat pmikiran (mgkn scr tak sadar) bhw 'Tuhan senang ia sangat takwa'.
2. Ritual yg ketika dilaksanakan maka seseorang bisa mrasakan kehadiran/keberadaan scr nyata suatu kekuatan di luar dirinya.
Nah, inilah yg Alip ceritakan.
Khadiran rekan Alip itu mmancarkan sesuatu yg Alip tau brasal dari luar diri.
Maka ini bukan lagi suatu sugesti / rasa tenang / rasa aman pribadi.
-------
Mreka yg sudah mngalami ritual nomor 2 itu akan punya pandangan yg bbeda mengenai Tuhan vs Agama.
Mreka mulai bisa mbedakan antara Agama dg Tuhan.
Itu mnrt saya.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules