Quote Originally Posted by cha_n View Post
kalo percaya dua2nya berarti sifatnya gimana dong? galau?
Memang gak mudah sih... Pertama, itu tergantung pada apa yg kita maksud dengan "tuhan" dan "agama". Kita sendiri tahu bahwa diskusi ttg tuhan adalah diskusi klasik yg tidak berkesudahan. Kemudian juga itu tergantung pada keyakinan para pendiskusinya. Ini yg biasanya bikin diskusi tidak ada akhirnya dan malah makin ribet.

Btw, dalam perspektif sejarah, benih tuhan adalah kekuatan-kekuatan alam yg dipuja oleh masyarakat prasejarah. Atau dlm bahasa teis, pada mulanya tuhan memperkenalkan dirinya pada manusia lewat kekuatan-kekuatan alam (petir, tanah yg subur, matahari, dlsb). Dengan berkembangnya kemampuan berbahasa manusia, tuhan memperkenalkan dirinya pada manusia secara verbal lewat utusan-utusannya. Dalam perspektif ini, agama dapat dilihat sebagai penafsiran pesan-pesan tuhan yg digunakan utk pedoman hidup. Karena yg melakukan penafsiran adalah manusia, boleh dikatakan bahwa agama adalah produk manusia. Dalam perspektif ini juga, keragaman agama dapat dilihat sebagai perbedaan penafsiran dari pesan-pesan tuhan tadi. Perspektif ini bersifat inklusif karena memulai telaahnya dari tuhan sbg eksistensi maha tinggi. Sementara agama merupakan derivatif dari eksistensi maha tinggi tsb. Jadi, ada dialektika antara tuhan dan manusia.

Tidak menutup kemungkinan bahwa penafsiran pesan-pesan tuhan melahirkan agama yg eksklusif. Mereka yg eksklusif akan melihat keragaman agama sebagai penyimpangan dari pesan-pesan tuhan tadi. Di sini, benar salah ajaran agama menjadi sangat penting.