Quote Originally Posted by Alip View Post
Saya pendukung hukuman mati, dan saya pendukung diterapkannya hukum Tuhan. Sepertinya tidak ada postingan saya yang bernada sebaliknya. Saya hanya tidak setuju dengan artikel yang dikutip oleh Kang Asum yang mengajukan argumentasi yang salah.
Bisa jadi argumen penulis di link pertama postingan saya tsb kurang tepat, namun tidak salah 100%. cekidot : Korupsi & Pertumbuhan Ekonomi

Quote Originally Posted by Alip
saya tidak paham maksud Kang Asum.

Yang saya katakan di sana bahwa Kang Asum menggunakan bukti yang salah dalam memajukan suatu argumentasi tentang hukum Allah. Karena buktinya salah, maka argumentasinya jadi gugur, tapi bukan berarti salah. Cobalah majukan bukti lain yang lebih nyata kebenarannya, bukan spekulasi dari seorang penulis tanpa kredibilitas yang memaparkan sesuatu hal tidak didukung oleh fakta yang ada.
Buktinya tidak salah, karena saya tidak sedang membahas tentang korupsi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sedang membahas stigma negatif terhadap hukum Islam, padahal, hukum Islam tidak lebih kejam dibanding hukum produk olah pikir manusia semata.

Quote Originally Posted by Alip
Beberapa orang akan mengatakan bahwa sudah waktunya Tuhan dikudeta dan diganti oleh yang lebih bijaksana :hehehe juga...
beberapa yg tidak percaya tuhan atau kesempurnaan tuhan tentunya akan berfikir seperti itu, dan saya bukan termasuk kelompok orang tsb

Quote Originally Posted by Alip
... tapi yang saya percayai, Tuhan memberi batasan hukum yang jelas, dan manusia memiliki tanggung jawab untuk menggunakan akal sehat anugerah-Nya untuk melaksanakan hukum Tuhan dengan baik dan cerdas... karenanya disebutkan bahwa kebijaksanaan adalah sandingan dari wahyu.
Oh tentu, oleh karena itu akan lebih baik jika kita membuang sikap anti hukum tuhan dan berusaha untuk melaksanakan hukum tsb sesuai aturan yang telah digariskan

---------- Post Merged at 08:31 AM ----------

Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
Alasannya menurut saya karna para "eksekutor" nya sama2 manusia, jadi walopun pake Hukum Tuhan, ataupun hukum manusia ,selama para "jaksa", "pembela", "hakim" nya manusia yah sami mawon, kecuali para "eksekutor" dari hukum tersebut Malaikat, nah baru deh bisa dikatakan Hukum Tuhan lebih baik
Lah ... baik hukum tuhan atau hukum buatan manusia tetap untuk manusia kok, dan eksekutornya ya manusia, bukan hewan atau malaikat

Quote Originally Posted by surjadi05
err bukannya sudah sangat jelas yah
Ibu pergi ke pasar, ayah pergi ke kantor, bahwa itu kalimat perbandingan? keyword nya ada di pergi
saya ingat jelas itu pelajaran bahasa kelas 1 minimal tahun 1976/1977 saya sempat protes sama guru saya, soalnya dibilang ibu harusnya kerja di dapur, sedang ayah kerja cari uang, dan waktu itu mama dan papa saya dua2nya dagang, yg jaga saya dan ke pasar itu si mbok saya hehehe terus
saya malah tidak ingat pelajaran SD terkait masalah tsb, yg saya tau contoh kalimat perbandingan itu seperti berikut (misalnya) :
1. Gunung Tangkuban Parahu lebih tinggi daripada Gunung Agung
2. Waktu yang teramai di terminal ini adalah siang hari
3. Kucingnya sama manisnya dengan kucingku

kalimat2 tsb menyiratkan adanya perbanding antara sesuatu dengan sesuatu yg lain.

Quote Originally Posted by surjadi05
Lah harusnya yg jadi pertanyaannya yg melakukan resistensi itu siapa? kalo para hater yah wajar,kalo hater jangankan agama islam, agama laennya pun banyak yg ngata2in, tapi btw busway, saya belum pernah mendengar langsung orang yg ngomong Hukum Islam itu barbar
hehehe terakhir kalinya deh
ada bahannya di sini : http://www.suara-islam.com/read/inde...elebriti-Dunia