Results 1 to 20 of 22

Thread: Proses Eksekusi Tembak Mati Koruptor di China di Depan Publik

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Saya masukkan prilaku umat karena yg saya sorot prilaku umat secara umum yg sering memandang miring hukum2 dalam agama Islam padahal hukum di luar Islam belum tentu juga lebih baik dibanding produk hukum Islam.

    Namun, phobia hukum Islam (syari'at) lebih dominan dalam mendeskritikan dibanding untuk menilai secara obyektif.

    Betul, ada kritikan terhadap penerapan hukuman mati di China, tetapi tidak lebih kencang dibanding kritik terhadap penerapan hukum Islam (semisal cambuk bagi pezina di Aceh).

    ---------- Post Merged at 11:38 PM ----------

    Btw, topik ini kalau mau dipindah gpp.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  2. #2
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Ada sumber berita lain terkait hukuman mati bagi koruptor di beberapa negara : http://aribicara.blogdetik.com/hukum...koruptor-jera/


    Hukum produk manusia dianggap lebih baik dan lebih pantas diterapkan dibanding produk hukum dari Agama Islam. Padahal, selaku umat Islam haruslah memiliki keyakinan bahwa produk hukum Tuhan, LEBIH BAIK dibanding produk hukum hasil olah pikir manusia semata yg cenderung dilatarbelakangi oleh kepentingan pribadi, golongan, emosional, kedaerahan, dll.

    Produk hukum dari non Islam, sedikit banyak dilatarbelakangi oleh dogma dan filsafat yg dipahaminya, sungguh tidak adil jika umat Islam diarahkan untuk berpaling dari hukum agamanya dan menggunakan hukum buatan noni.
    ini ngomong produk hukum indo kan? lah emang ketinggalan jaman, wong di belanda aja udah kaga dipake hukum ini, tapi ygh para pembuat "hukum" masih nyaman dengan cara ini, kita mau bilang apa?

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Saya masukkan prilaku umat karena yg saya sorot prilaku umat secara umum yg sering memandang miring hukum2 dalam agama Islam padahal hukum di luar Islam belum tentu juga lebih baik dibanding produk hukum Islam.

    Namun, phobia hukum Islam (syari'at) lebih dominan dalam mendeskritikan dibanding untuk menilai secara obyektif.

    Betul, ada kritikan terhadap penerapan hukuman mati di China, tetapi tidak lebih kencang dibanding kritik terhadap penerapan hukum Islam (semisal cambuk bagi pezina di Aceh).

    ---------- Post Merged at 11:38 PM ----------

    Btw, topik ini kalau mau dipindah gpp.
    gak salah nih koruptor disamain dengan penzina?
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  3. #3
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    ini ngomong produk hukum indo kan? lah emang ketinggalan jaman, wong di belanda aja udah kaga dipake hukum ini, tapi ygh para pembuat "hukum" masih nyaman dengan cara ini, kita mau bilang apa?
    Trus hukum modern sesuai rancangan KUHP yg seperti apa ? Apakah itu merupakan produk hukum yg paling baik bagi manusia ? :hehehe

    gak salah nih koruptor disamain dengan penzina?
    Pada bagian mana saya menyamakan hukum koruptor dgn pezina ?

    Saya hanya menunjukkan hukum pezina di Aceh tsb jadi bahan kritik saja. Padahal hukum Islam jelas, rajam bagi pezina muhshon dan cambuk 100x bagi pezina yg blm pernah menikah.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #4
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Trus hukum modern sesuai rancangan KUHP yg seperti apa ? Apakah itu merupakan produk hukum yg paling baik bagi manusia ? :hehehe
    jujur aja hampir semua sistem hukum lumayan baik, tergantung penerapannya seperti sekarang UU no 20 tahun 2001 disana mengatakan bahwa koruptor (penyelenggara negara) bisa dituntut minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, tapi di pengadilan kok cuma dituntut dan divonis 3-5 tahun (diambil yg minimal), baru setelah si akil ketangkap baru banyak yg dituntut diatas 10 tahun TANYA KENAPA

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Pada bagian mana saya menyamakan hukum koruptor dgn pezina ?

    Saya hanya menunjukkan hukum pezina di Aceh tsb jadi bahan kritik saja. Padahal hukum Islam jelas, rajam bagi pezina muhshon dan cambuk 100x bagi pezina yg blm pernah menikah.
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Betul, ada kritikan terhadap penerapan hukuman mati di China, tetapi tidak lebih kencang dibanding kritik terhadap penerapan hukum Islam (semisal cambuk bagi pezina di Aceh).

    ---------- Post Merged at 11:38 PM ----------
    kalo anda menaruh 2 kejadian dalam 1 kalimat itu kan berarti anda membandingkan atau menyamakan 2 kejadian tersebut

    dan jujur saja bagi saya berzina (kalo dua2nya lajang) itu cuma dosa tapi bukan perbuatan kriminal

    dan mengenai korupsi di china sudah dijelaskan dengan baik oleh om alip
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  5. #5
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Terima kasih mas Alif atas argumennya dalam mementahkan teori hukum mati koruptor dgn kebangkitan ekonomi cina.

    Namun point dari tulisan saya bukan itu, tapi tuduhan miring atau cibiran terhadap hukum Islam dengan alasan, misalnya kejam, barbar, dll.

    Jadi pernyataan anda "Jadi karena alat argumentasinya gugur, maka gugur pula argumen bahwa hukum Tuhan yang diterapkan telah memberi hasil yang baik", karena sasaran argumentasi mas Alif justru salah sasaran bahkan secara tdk lsng membenarkan terkait hukuman mati, walau dgn cara suntik mati.

    Kalau seandainya hukum tuhan saja tidak memberikan hasil yg baik/sempurna, padahal tuhan adalah pencipta semua makhluq, bagaimana bisa ciptaan makhluq bisa lebih baik/sempurna dibandingkan sang penciptanya :hehehe

    ---------- Post Merged at 11:01 AM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    jujur aja hampir semua sistem hukum lumayan baik, tergantung penerapannya seperti sekarang UU no 20 tahun 2001 disana mengatakan bahwa koruptor (penyelenggara negara) bisa dituntut minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, tapi di pengadilan kok cuma dituntut dan divonis 3-5 tahun (diambil yg minimal), baru setelah si akil ketangkap baru banyak yg dituntut diatas 10 tahun TANYA KENAPA
    Betul bahwa seharusnya pelaksanaan hukum itu harus sesuai aturan hukumnya, dan menurut saya, jika ada peluang pemberian hukum dgn batasan min 3th dan maks 15th, maka artinya hukuman itu fleksible selama masih dalam rentang 3-15thn, setiap pelaku hukum tidak salah jika berpedoman pada aturan tsb, yg salah jika menerapkan aturan di luar batasan 3-15th.

    Jadi kalau sekedar antipati saja, maka memberi hukuman terus2an dgn batas min atau maks juga salah, krn seolah huluman itu kadarnya cuma 3 dan 15thn saja.

    Dalam hal ini, pak Akil belum tentu salah. Saya malah bingung apa hubungannya pak Akil dgn topik ini :hehehe

    Quote Originally Posted by surjadi05
    kalo anda menaruh 2 kejadian dalam 1 kalimat itu kan berarti anda membandingkan atau menyamakan 2 kejadian tersebut
    Kalau saya buat kalimat ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke kantor, apakah sy sdng membandingkan antara 2 kejadian tsb ? :hehehe

    Yang saya perbandingkan adalah resistensi manusia terhadap penerapan hukum produk islam dibanding hukum produk olah pikir manusia di luar hukum Islam.

    Quote Originally Posted by surjadi05
    dan jujur saja bagi saya berzina (kalo dua2nya lajang) itu cuma dosa tapi bukan perbuatan kriminal
    Tergantung dari aturan hukum tsb, apakah akan dimasukan dalam pidana atau perdata, bahkan jika ada agama yg memandang perzinahan lajang tidak dosa juga gak apa-apa, lah wong itu aturan hukum dalam agamanya kok :hehehe
    Last edited by Asum; 10-05-2014 at 11:45 AM.

  6. #6
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Terima kasih mas Alif atas argumennya dalam mementahkan teori hukum mati koruptor dgn kebangkitan ekonomi cina.

    Namun point dari tulisan saya bukan itu, tapi tuduhan miring atau cibiran terhadap hukum Islam dengan alasan, misalnya kejam, barbar, dll.
    Saya pendukung hukuman mati, dan saya pendukung diterapkannya hukum Tuhan. Sepertinya tidak ada postingan saya yang bernada sebaliknya. Saya hanya tidak setuju dengan artikel yang dikutip oleh Kang Asum yang mengajukan argumentasi yang salah.

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jadi pernyataan anda "Jadi karena alat argumentasinya gugur, maka gugur pula argumen bahwa hukum Tuhan yang diterapkan telah memberi hasil yang baik", karena sasaran argumentasi mas Alif justru salah sasaran bahkan secara tdk lsng membenarkan terkait hukuman mati, walau dgn cara suntik mati.
    saya tidak paham maksud Kang Asum.

    Yang saya katakan di sana bahwa Kang Asum menggunakan bukti yang salah dalam memajukan suatu argumentasi tentang hukum Allah. Karena buktinya salah, maka argumentasinya jadi gugur, tapi bukan berarti salah. Cobalah majukan bukti lain yang lebih nyata kebenarannya, bukan spekulasi dari seorang penulis tanpa kredibilitas yang memaparkan sesuatu hal tidak didukung oleh fakta yang ada.

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Kalau seandainya hukum tuhan saja tidak memberikan hasil yg baik/sempurna, padahal tuhan adalah pencipta semua makhluq, bagaimana bisa ciptaan makhluq bisa lebih baik/sempurna dibandingkan sang penciptanya :hehehe
    Beberapa orang akan mengatakan bahwa sudah waktunya Tuhan dikudeta dan diganti oleh yang lebih bijaksana :hehehe juga...

    ... tapi yang saya percayai, Tuhan memberi batasan hukum yang jelas, dan manusia memiliki tanggung jawab untuk menggunakan akal sehat anugerah-Nya untuk melaksanakan hukum Tuhan dengan baik dan cerdas... karenanya disebutkan bahwa kebijaksanaan adalah sandingan dari wahyu.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  7. #7
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Terima kasih mas Alif atas argumennya dalam mementahkan teori hukum mati koruptor dgn kebangkitan ekonomi cina.

    Namun point dari tulisan saya bukan itu, tapi tuduhan miring atau cibiran terhadap hukum Islam dengan alasan, misalnya kejam, barbar, dll.
    OO ini tah tujuannya buat Tret, kalo yang ini saya ga ikutan ah
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jadi pernyataan anda "Jadi karena alat argumentasinya gugur, maka gugur pula argumen bahwa hukum Tuhan yang diterapkan telah memberi hasil yang baik", karena sasaran argumentasi mas Alif justru salah sasaran bahkan secara tdk lsng membenarkan terkait hukuman mati, walau dgn cara suntik mati.

    Kalau seandainya hukum tuhan saja tidak memberikan hasil yg baik/sempurna, padahal tuhan adalah pencipta semua makhluq, bagaimana bisa ciptaan makhluq bisa lebih baik/sempurna dibandingkan sang penciptanya :hehehe

    ---------- Post Merged at 11:01 AM ----------
    Alasannya menurut saya karna para "eksekutor" nya sama2 manusia, jadi walopun pake Hukum Tuhan, ataupun hukum manusia ,selama para "jaksa", "pembela", "hakim" nya manusia yah sami mawon, kecuali para "eksekutor" dari hukum tersebut Malaikat, nah baru deh bisa dikatakan Hukum Tuhan lebih baik
    Quote Originally Posted by Asum View Post

    Betul bahwa seharusnya pelaksanaan hukum itu harus sesuai aturan hukumnya, dan menurut saya, jika ada peluang pemberian hukum dgn batasan min 3th dan maks 15th, maka artinya hukuman itu fleksible selama masih dalam rentang 3-15thn, setiap pelaku hukum tidak salah jika berpedoman pada aturan tsb, yg salah jika menerapkan aturan di luar batasan 3-15th.

    Jadi kalau sekedar antipati saja, maka memberi hukuman terus2an dgn batas min atau maks juga salah, krn seolah huluman itu kadarnya cuma 3 dan 15thn saja.

    Dalam hal ini, pak Akil belum tentu salah. Saya malah bingung apa hubungannya pak Akil dgn topik ini :hehehe
    saya membawa pasal pasal itu karna saya kira anda lagi(mau) berdiskusi soal hukuman buat koruptor, kalo saya thu anda cuma mau "curhat"soal agama, saya bakal mingkem aja hehehe juga

    Saya bw nama Pak Akil karna dia salah satu Penguasa Hukum/Yudikatif, dan tertangkap sedang korupsi, akibatnya para "Penguasa" Yudikatif kayak Jaksa/Hakim/Hakim Agung/MA/MK disorot oleh publik, sehingga para "penguasa" hukum tersebut memberi hukuman yg berat dibanding sebelum pak Akil ditangkap
    tapi itu juga Opini saya kalo anda punya Opini lain atau anda punya anggap itu cuma kebetulan yah itu juga hak anda hehehe lagi
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Kalau saya buat kalimat ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke kantor, apakah sy sdng membandingkan antara 2 kejadian tsb ? :hehehe
    err bukannya sudah sangat jelas yah
    Ibu pergi ke pasar, ayah pergi ke kantor, bahwa itu kalimat perbandingan? keyword nya ada di pergi
    saya ingat jelas itu pelajaran bahasa kelas 1 minimal tahun 1976/1977 saya sempat protes sama guru saya, soalnya dibilang ibu harusnya kerja di dapur, sedang ayah kerja cari uang, dan waktu itu mama dan papa saya dua2nya dagang, yg jaga saya dan ke pasar itu si mbok saya hehehe terus
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Yang saya perbandingkan adalah resistensi manusia terhadap penerapan hukum produk islam dibanding hukum produk olah pikir manusia di luar hukum Islam.
    Tergantung dari aturan hukum tsb, apakah akan dimasukan dalam pidana atau perdata, bahkan jika ada agama yg memandang perzinahan lajang tidak dosa juga gak apa-apa, lah wong itu aturan hukum dalam agamanya kok :hehehe
    Lah harusnya yg jadi pertanyaannya yg melakukan resistensi itu siapa? kalo para hater yah wajar,kalo hater jangankan agama islam, agama laennya pun banyak yg ngata2in, tapi btw busway, saya belum pernah mendengar langsung orang yg ngomong Hukum Islam itu barbar
    hehehe terakhir kalinya deh
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  8. #8
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya pendukung hukuman mati, dan saya pendukung diterapkannya hukum Tuhan. Sepertinya tidak ada postingan saya yang bernada sebaliknya. Saya hanya tidak setuju dengan artikel yang dikutip oleh Kang Asum yang mengajukan argumentasi yang salah.
    Bisa jadi argumen penulis di link pertama postingan saya tsb kurang tepat, namun tidak salah 100%. cekidot : Korupsi & Pertumbuhan Ekonomi

    Quote Originally Posted by Alip
    saya tidak paham maksud Kang Asum.

    Yang saya katakan di sana bahwa Kang Asum menggunakan bukti yang salah dalam memajukan suatu argumentasi tentang hukum Allah. Karena buktinya salah, maka argumentasinya jadi gugur, tapi bukan berarti salah. Cobalah majukan bukti lain yang lebih nyata kebenarannya, bukan spekulasi dari seorang penulis tanpa kredibilitas yang memaparkan sesuatu hal tidak didukung oleh fakta yang ada.
    Buktinya tidak salah, karena saya tidak sedang membahas tentang korupsi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sedang membahas stigma negatif terhadap hukum Islam, padahal, hukum Islam tidak lebih kejam dibanding hukum produk olah pikir manusia semata.

    Quote Originally Posted by Alip
    Beberapa orang akan mengatakan bahwa sudah waktunya Tuhan dikudeta dan diganti oleh yang lebih bijaksana :hehehe juga...
    beberapa yg tidak percaya tuhan atau kesempurnaan tuhan tentunya akan berfikir seperti itu, dan saya bukan termasuk kelompok orang tsb

    Quote Originally Posted by Alip
    ... tapi yang saya percayai, Tuhan memberi batasan hukum yang jelas, dan manusia memiliki tanggung jawab untuk menggunakan akal sehat anugerah-Nya untuk melaksanakan hukum Tuhan dengan baik dan cerdas... karenanya disebutkan bahwa kebijaksanaan adalah sandingan dari wahyu.
    Oh tentu, oleh karena itu akan lebih baik jika kita membuang sikap anti hukum tuhan dan berusaha untuk melaksanakan hukum tsb sesuai aturan yang telah digariskan

    ---------- Post Merged at 08:31 AM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Alasannya menurut saya karna para "eksekutor" nya sama2 manusia, jadi walopun pake Hukum Tuhan, ataupun hukum manusia ,selama para "jaksa", "pembela", "hakim" nya manusia yah sami mawon, kecuali para "eksekutor" dari hukum tersebut Malaikat, nah baru deh bisa dikatakan Hukum Tuhan lebih baik
    Lah ... baik hukum tuhan atau hukum buatan manusia tetap untuk manusia kok, dan eksekutornya ya manusia, bukan hewan atau malaikat

    Quote Originally Posted by surjadi05
    err bukannya sudah sangat jelas yah
    Ibu pergi ke pasar, ayah pergi ke kantor, bahwa itu kalimat perbandingan? keyword nya ada di pergi
    saya ingat jelas itu pelajaran bahasa kelas 1 minimal tahun 1976/1977 saya sempat protes sama guru saya, soalnya dibilang ibu harusnya kerja di dapur, sedang ayah kerja cari uang, dan waktu itu mama dan papa saya dua2nya dagang, yg jaga saya dan ke pasar itu si mbok saya hehehe terus
    saya malah tidak ingat pelajaran SD terkait masalah tsb, yg saya tau contoh kalimat perbandingan itu seperti berikut (misalnya) :
    1. Gunung Tangkuban Parahu lebih tinggi daripada Gunung Agung
    2. Waktu yang teramai di terminal ini adalah siang hari
    3. Kucingnya sama manisnya dengan kucingku

    kalimat2 tsb menyiratkan adanya perbanding antara sesuatu dengan sesuatu yg lain.

    Quote Originally Posted by surjadi05
    Lah harusnya yg jadi pertanyaannya yg melakukan resistensi itu siapa? kalo para hater yah wajar,kalo hater jangankan agama islam, agama laennya pun banyak yg ngata2in, tapi btw busway, saya belum pernah mendengar langsung orang yg ngomong Hukum Islam itu barbar
    hehehe terakhir kalinya deh
    ada bahannya di sini : http://www.suara-islam.com/read/inde...elebriti-Dunia
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #9
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Bisa jadi argumen penulis di link pertama postingan saya tsb kurang tepat, namun tidak salah 100%. cekidot : Korupsi & Pertumbuhan Ekonomi
    Saya tidak membaca pranala luar Kang Asum, mohon maaf saya tidak memiliki kemewahan untuk bisa sembarangan membuka web seperti anak SMA yang kurang kegiatan. Tapi kalau intinya bahwa korupsi menyebabkan kerusakan, itu sudah disepakati dan tidak perlu dibahas.

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Buktinya tidak salah, karena saya tidak sedang membahas tentang korupsi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sedang membahas stigma negatif terhadap hukum Islam, padahal, hukum Islam tidak lebih kejam dibanding hukum produk olah pikir manusia semata.
    Bukti itu dipakai untuk argumen melawan stigma negatif... seperti tulisan saya sebelumnya, karena buktinya salah, dia tidak bisa dipakai untuk mendukung perlawanan tersebut. Sebaiknya cari bukti yang lain, misalnya "penerapan hukum Islam di Afghanistan telah menjadikan negara itu sebagai negara paling maju di dunia"... bila buktinya benar maka argumennya dapat diterima.

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    beberapa yg tidak percaya tuhan atau kesempurnaan tuhan tentunya akan berfikir seperti itu, dan saya bukan termasuk kelompok orang tsb
    ... kami semua di sini sudah mafhum...

    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Oh tentu, oleh karena itu akan lebih baik jika kita membuang sikap anti hukum tuhan dan berusaha untuk melaksanakan hukum tsb sesuai aturan yang telah digariskan
    ... silakan katakan itu pada mereka yang Kang Asum anggap anti hukum Tuhan...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #10
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Bisa jadi argumen penulis di link pertama postingan saya tsb kurang tepat, namun tidak salah 100%. cekidot : Korupsi & Pertumbuhan Ekonomi


    Buktinya tidak salah, karena saya tidak sedang membahas tentang korupsi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sedang membahas stigma negatif terhadap hukum Islam, padahal, hukum Islam tidak lebih kejam dibanding hukum produk olah pikir manusia semata.


    beberapa yg tidak percaya tuhan atau kesempurnaan tuhan tentunya akan berfikir seperti itu, dan saya bukan termasuk kelompok orang tsb


    Oh tentu, oleh karena itu akan lebih baik jika kita membuang sikap anti hukum tuhan dan berusaha untuk melaksanakan hukum tsb sesuai aturan yang telah digariskan

    ---------- Post Merged at 08:31 AM ----------


    Lah ... baik hukum tuhan atau hukum buatan manusia tetap untuk manusia kok, dan eksekutornya ya manusia, bukan hewan atau malaikat


    saya malah tidak ingat pelajaran SD terkait masalah tsb, yg saya tau contoh kalimat perbandingan itu seperti berikut (misalnya) :
    1. Gunung Tangkuban Parahu lebih tinggi daripada Gunung Agung
    2. Waktu yang teramai di terminal ini adalah siang hari
    3. Kucingnya sama manisnya dengan kucingku

    kalimat2 tsb menyiratkan adanya perbanding antara sesuatu dengan sesuatu yg lain.


    ada bahannya di sini : http://www.suara-islam.com/read/inde...elebriti-Dunia
    kalo mau bahas agama, sorry saya ga tertarik, but thanks atas tanggapannya
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •