Yang jelas Islam tidak mesti Arab dan Arab tidak mesti Islam

Peradaban itu hasil interaksi berbagai kebudayaan, tradisi, nilai, agama.

Jati diri Indonesia menurut saya sudah bagus dirumuskan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Atau kalau mau, kita mengadopsi semboyan Three Musketeers : One For All, All For One.

Islam juga bukan monolit. Ada banyak wajah Islam. Ada Islam berwajah Cina, Indonesia, Rusia, dsb.

Dulu Indonesia diagung-agungkan sebagai negara mayoritas Muslim yang moderat dan toleran.
Tapi entah mengapa wajah Islam kini radikal dan nge-Arabia.

Jika ada arabisasi, westernisasi atau sasi yang lainnya, pertanda memang kita kehilangan
jati diri.