Ini adalah semacam penjelasan kenapa buku "Hidup itu Indah (HII)" konon sulit ditemukan di beberapa daerah semisal Jabodetabek, Bandung, Jogja, dsb.
Sekadar info, alkisah Simon Chandra selaku pimpinan penerbit Cendana Art Media menerima laporan dari distributor Nalar tentang rencana pihak toko buku Gramedia yang akan meretur buku komik HII dan menariknya dari lapak penjualan. Saat ini penarikan di sejumlah daerah sudah dilakukan, rencana akan diberlakukan total di seluruh Gramedia yang ada di muka bumi ini (asoy).
Konon, Gramedia melakukan penarikan buku itu dikarenakan adanya komplain dari "pihak yang belum bersedia diungkap identitasnya". Pihak tersebut merasa keberatan dengan konten yang ada dalam komik tersebut. Memang ada beberapa tanda tanya besar seputar rencana penarikan tersebut. Taruhlah seperti ini;
1. Angka penjualan buku HII terbilang bagus (launching oktober 2010, sudah cetakan kedua februari lalu). Dalam kacamata bisnis, Gramedia tidak diuntungkan oleh keputusan penarikan tersebut.
2. Siapakah "pihak tertentu" yang merasa terganggu dengan konten komik HII? Pastilah pihak yang merasa tertohok oleh konten komik ini, yang mungkin punya daya ancam cukup bagus untuk membuat Gramedia bersedia mengambil keputusan yang tidak menguntungkan tsb.
3. Konten buku ini tidak berlawanan dengan ideologi negara (berlawanan dengan wahabi sih mungkin saja. Dan komik HII sangat menentang NII), sehingga jika ada pihak yang merasa terganggu dengan peredarannya, seharusnya lebih banyak pihak yang medukung peredarannya.
4. Pihak penerbit mendesak Gramedia untuk melayangkan pernyataan tertulis atas kebijakan ini. Sedangkan pihak penulis ingin menghimpun para sahabatnya untuk meledakkan isyu ini ke media. Dia sangat yakin angin baik sedang berpihak padanya.