Page 3 of 9 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 41 to 60 of 172

Thread: Balada Kereta Api Indonesia

  1. #41
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    banyak aspek yang musti dibenahi pemerintah.

    Kebanyakan kereta ekonomi yang selalu penuh karena banyak masyarakat memulih kelas ekonomi karena harganya yang murah.

    Jangan salahkan masyarakat kalau maunya yang murah, karena gaji yang pas-pasan ditambah dengan kenaikan harga cukup membuat pusing dalam mengatur keuangan.

    Menggunakan transportasi laen menyebabkan telat masuk kerja karena macet.

    Kenapa kerja di Jakarta? karena hanya daerah ini yang menyediakan banyak lapangan kerja.

    Kenapa PT KAI tidak menambah gerbong kereta? Karena tidak ada dana (mungkin)
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  2. #42
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Mendingan gelantungan ato gini aja ya?

  3. #43
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    Menurut gw sih persoalan ini simple saja. Sudah jelas ini
    semua akibat jumlah penumpang yang sangat besar sedang
    jumlah kereta sangat sedikit.

    Khusus di Jabodetabek pemerintah tidak punya niat untuk
    menambah jalur rel agar menjadi double-double track, meski
    sesungguhnya tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan,
    karena secara hukum lahan sejauh 10 meter di kiri dan kanan
    jalur kereta Jabodetabek adalah tanah milik PT KAI, yang
    setiap saat siap untuk dikosongkan dari penghuni liar.

  4. #44
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    kenapa dihapus?

    aku baru denger nih. kalo aku sebagai anker merasa sedikit lebih beruntung, jalurku relatif lebih deket dari pada yang ke bogor (tn.abang-serpong) dan keretanya juga cukup banyak. Penuh banget kalo yang ekonomi, tapi yang ekspress dan ac ekonomi ga terlalu empet2an (dibanding naik KA yang arah bogor, ac-nya aja penuh banget)
    sebenarnya waktu bulan april atau maret yah udah mau uji coba gitu, cuman kan penumpang masih blum paham.
    gw juga sebenarnya ga setuju, soalnya kan penumpang yang pengen cepet cepet kantor pagi gitu kan emang pengen naik ekspress, jadi langsung nyampe. itu juga blom termasuk kalau tiba tiba kereta mogok di tengah jalan ga bener, trus telat ke stasiun Bogornya.
    lah kalo tiap stasiun brenti, bisa bisa mobilitas kerjanya jadi terhambat semua.

    alesannya gw ga tau, cuman waktu itu emang udah pernah masuk koran Kompas, bulan bulan awal.
    jadi cuman ada 2 kreta, ekonomi AC ama ekonomi biasa.

  5. #45

    Sejarah KA Indonesia

    Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jumat tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.





    Kereta listrik pertama beroperasi 1925, menghubungkan Weltevreden dengan Tandjoengpriok.






    Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Samarang-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.




    Perkembangan di luar Jawa


    Halte Si Loengkang di jalur Solok-Silungkang, ketika baru selesai dibangun.





    Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang-Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.




    Pendudukan Jepang

    Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.




    Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.




    Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).


    (sumber: wikipedia)
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  6. #46
    Baru tahu pernah ada proyek kereta Makassar-Takalar krn jejaknya saya tak pernah temukan..
    Dan kereta api bukan transportasi di Sulsel..
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  7. #47


    KA Stasiun Pare-Kediri 1970
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  8. #48
    pelanggan tezar's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    499
    masih teringet, keberangkatan yang tertunda kereta argo tahun 2008 ke Bandung, gara-gara AC rusak

  9. #49
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,115
    jalan semarang jogya relnya udah alih fungsi jadi jemuran pakaian...

  10. #50
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    sebagai pengguna harian kereta listrik saya ikutan curhat ya, saya KRL Ekspres Bogor - Jakarta PP. Saya naik kereta karena relatif lebih cepat, ekonomis, juga bisa beristirahat.

    imo, keadaan KRL memang memprihatinkan, kereta ekonomi jumlah kereta (frekuensi dan jadwal) dibandingkan penumpang ga sebanding, saking penuhnya penumpang banyak yang ga bisa masuk kedalam kereta, untuk bisa masuk biasanya ada dorong mendorong penumpang. Bagi mereka yang punya nyali ataupun mau berekspresi biasanya menggelantungkan diri diantara gerbong maupun duduk diatas gerbong kereta.

    Kereta ekonomi AC, padatnya luar biasa, AC ga terasa, malah seringkali mati. Di jam sibuk seperti jam berangkat atau pulang kantor terasa sekali pengap. Akhirnya banyak jendela di gerbong yang dibuka oleh penumpang. Kadang ada pintu-pintu yang dikunci oleh penumpang/oknum petugas, biasanya di pojok gerbong, sehingga penumpang lain ga bisa masuk kereta. Tujuan pintu dikunci biasanya biar orang-orang yang berkumpul di pojok itu bisa duduk di lantai dengan bebas.

    Kereta ekspres ga jauh berbeda dengan ekonomi AC, di jam sibuk banyak penumpang yang bawa kursi lipat atau koran untuk duduk di lantai. Penumpang yang duduk di lantai cukup mengganggu, karena memakan tempat, risih melihatnya. Apalagi banyak yang duduk dilantai berkelompok sambil mengobrol dengan volume yang keras, mengganggu penumpang lain. Kereta ekspres pun sering dilempari batu di sepanjang perjalanan.

    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Apa kabar proyek monorail ?
    setau saya monorail untuk transportasi dalam kota provinsi DKI, dengan rute yang memutar, bukan antar kota. Monorail kontraktornya lokal, tidak memiliki cukup modal untuk membangun proyek (aneh bisa menang pengadaan proyek). Terakhir saya dengar pemerintah provinsi DKI memutuskan mengambil alih pembangunan proyek monorail, namun karena tidak ada kesepakatan antara pemprov dengan kontraktor mengenai nilai terbangun akhirnya pemprov menyerah. Dengar-dengar yang terakhir tiang-tiang yang digunakan untuk monorail akan digunakan untuk pembangunan elevated busway. Proyek transportasi masal yang masih ada harapannya itu MRT, dari Lebak Bulus ke HI. seharusnya konstruksi proyek MRT dimulai tahun ini, tapi mungkin konstruksi baru dapat dimulai pada tahun 2013.

    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    alesannya gw ga tau, cuman waktu itu emang udah pernah masuk koran Kompas, bulan bulan awal.
    jadi cuman ada 2 kreta, ekonomi AC ama ekonomi biasa.
    negara semakin maju keretanya semakin cepat, di Indonesia kebalikannya, memang Indonesia unik

  11. #51
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    ^
    gw juga pengguna KRL Bogor- Jakarta.
    dan emang bener, kereta ekonomi adalah mau ga mau, salah satu kereta yang gw hindarin.
    kenapa? karena, yah tau sendiri lah, dilihat dari bentuknya yang sangat usang, kemudian juga jumlah penumpang yang sangat tidak sepadan dengan daya tampung, kondisi kereta yang sangat sangat kotor, kondisi tempat duduk yang sangat sangat kotor juga (malah banyak yang rusak), ditambah juga sirkulasi udara yang mau ga mau dikatakan kotor (dimana mana sampah), pemulung/ pedagang saling hilir mudik, wah...pokoknya kalau disebutin banyak deh...

    pas ada Ekonomi AC, waktu awal awal gw seneng banget, AC, trus brenti di tiap stasiun, trus kalo ga salah akhir akhir ini ditambah gerbong wanita ya?
    mayan dingin...tempat duduk juga terawat, trus ga ada pedagang! ni yang bagus.
    tapi makin ke sini, kok makin kacau ya? penumpang berjubel sana sini, da gitu kadang malah ada yang bawa barang barang jualan di pasar (gila..parah banget!) kayak sayur buah buahan dll. ditaro di pojokan kereta atau di deket sambungan kereta.
    ya gitu deh... sekarang AC nya kadang ga terasa gara gara penuh bukan maen..palagi jam sibuk ma pulang kantor. blom ditambah kalo keretanya telat???

    gile kereta aja bisa telat???


    PAKUAN EXPRESS...wah ini kereta sih sebenarnya jangan diapusin..gila aja, kalo buat yang ke kantor pagi pagi, mana bisa naik kereta Ekonomi AC/ Ekonomi biasa?
    dulu, pas 3-4 tahun AC nya dingin banget, trus mungkin karena blom banyak yang naik (paling di Dukuh Atas), jadi kerasa suasananya nyaman, gw pulang ngantor (naik dari Tanah Abang) ke Bogor, masih terasa ga terlalu capek, tidur, tau tau nyampe Bogor aja.

    sekarang sih..yah...gitu deh..
    tapi tetep berharap PAKUAN EXPRESS tidak dihapus...ni sih kalo beneran diapus, pemerintah ma PT.KAI ga bisa memenuhi kebutuhan transportasi massal dengan baik

  12. #52
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    ^
    gw juga pengguna KRL Bogor- Jakarta.
    salam sesama roker

    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    ^
    dan emang bener, kereta ekonomi adalah mau ga mau, salah satu kereta yang gw hindarin.
    kenapa? karena, yah tau sendiri lah, dilihat dari bentuknya yang sangat usang, kemudian juga jumlah penumpang yang sangat tidak sepadan dengan daya tampung, kondisi kereta yang sangat sangat kotor, kondisi tempat duduk yang sangat sangat kotor juga (malah banyak yang rusak), ditambah juga sirkulasi udara yang mau ga mau dikatakan kotor (dimana mana sampah), pemulung/ pedagang saling hilir mudik, wah...pokoknya kalau disebutin banyak deh...
    ekonomi = tidak layak operasi

    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    ^
    pas ada Ekonomi AC, waktu awal awal gw seneng banget, AC, trus brenti di tiap stasiun, trus kalo ga salah akhir akhir ini ditambah gerbong wanita ya?
    ya gitu deh... sekarang AC nya kadang ga terasa gara gara penuh bukan maen..palagi jam sibuk ma pulang kantor. blom ditambah kalo keretanya telat???
    gile kereta aja bisa telat???
    pasti telat, menurut klaim PT KAI dan Kemenhub, pernah dimuat di kompas sehubungan keputusan dihapuskannya ekspres, waktu tempuh ekspres Bogor - Jakarta Kota selama 55 menit dan Ekonomi AC Bogor - Jakarta Kota selama 88 menit. Saya sempat iseng ukur lama perjalanan pada jam sibuk (berangkat pukul 07.15 dari Bogor selama 90 menit untuk ekspres dan berangkat pukul 08.20 selama 120 menit untuk Ekonomi AC). Klaim ekspres Bogor - Jakarta Kota, vice versa, ditempuh 55 menit itu hanya pada waktu siang hari ketika jalur tidak padat (berangkat pukul 14.00 dari Jakarta kota). Coba pengambilan keputusan itu mengambil sampel dari beberapa waktu yang representatif, seharusnya bisa membuat keputusan yang lebih baik.

    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    ^
    PAKUAN EXPRESS...wah ini kereta sih sebenarnya jangan diapusin..gila aja, kalo buat yang ke kantor pagi pagi, mana bisa naik kereta Ekonomi AC/ Ekonomi biasa?
    dulu, pas 3-4 tahun AC nya dingin banget, trus mungkin karena blom banyak yang naik (paling di Dukuh Atas), jadi kerasa suasananya nyaman, gw pulang ngantor (naik dari Tanah Abang) ke Bogor, masih terasa ga terlalu capek, tidur, tau tau nyampe Bogor aja.
    sekarang sih..yah...gitu deh..
    tapi tetep berharap PAKUAN EXPRESS tidak dihapus...ni sih kalo beneran diapus, pemerintah ma PT.KAI ga bisa memenuhi kebutuhan transportasi massal dengan baik
    dengar-dengar penghapusan tersebut terkait dengan pelaksanaan sistem e-ticket yang mandek, dengan pengenaan tarif tunggal, pelaksanaan e-ticket juga akan semakin mudah. e-ticket itu program kerja 100 hari kemenhub periode 2009-2014 lho. coba lihat sekarang udah berapa hari dan belum terlaksana

    dengar-dengar lagi, pelaksanaan e-ticket akan mempermudah penertiban penumpang ekspres yang biasa berpindah kereta di manggarai untuk ke tanah abang tanpa membeli tiket lagi (jadi harus bayar), lebih jauh, ini bagian rencana membuat manggarai sebagai stasiun antar moda, termasuk rencana pelaksanaan jalur manggarai-soekarno hatta... semua cuma dengar-dengar, kalau tidak benar anggaplah gosip belaka

    btw, kalau pengguna KRL komentarnya panjang-panjang ya

  13. #53
    Quote Originally Posted by eve View Post
    jalan semarang jogya relnya udah alih fungsi jadi jemuran pakaian...
    eve, bagus tuh kalo ada fotonya..
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  14. #54
    Gerbon khusus wanita, efektif gak? Cukup membantu para pempuan kah ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  15. #55
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Gerbon khusus wanita, efektif gak? Cukup membantu para pempuan kah ?
    kalo selama ini gw liat di ekonomi AC sih efektif, ada petugasnya, dan cukup membantu. tapi ga tau juga, kan gw ga boleh masuk sana

    @itsreza :
    biasa bro. curhat sesama KM regional Bogor
    kapan kapan ketemu nyok....

    yaaaaaaaaah....e-ticket lagi.
    trans PAKUAN aja, ktanya mau e-ticket, tapi pelaksanaannya ga bisa bisa tuh mpe sekarang

    dan tetep harapan gw, PAKUAN EXPRESS jangan diapusin, kalaupun mau diapus, ya Ekonomi itu...
    asli gw kalo pulang siang hari, ga ada ekonomi AC, terpaksa nunggu Ekonomi biasa, dan....oh man...parah.
    ga ada ruang nafas kayaknya..

    mestinya PT.KAI lebih memperhatikan gimana nasib Ekonomi, karena ini kan transportasi massal buat orang menengah ke bawah.
    malah kesannya kereta terbengkalalai...

  16. #56
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Gerbon khusus wanita, efektif gak? Cukup membantu para pempuan kah ?
    efektif, dan sangat membantu.
    sepenuh2nya gerbong ini, tetep nyaman, soalnya sesama perepuan.
    Dan karena berada paling ujung, juga khusus perempuan, gerbong ini ga sepenuh gerbong lain. Jadi berasa nyaman aja (selalu naik gerbong khusus, kecuali pas naik KRL ekonomi, ga ada gerbong khususnya)
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #57
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    terpaksa nunggu Ekonomi biasa, dan....oh man...parah.
    ga ada ruang nafas kayaknya..
    tinggal duduk dekat pintu, segarnya kalau sudah lewat pasar
    minggu arah ke bogor

  18. #58
    pelanggan setia bradon heat's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    ~Yooniverse~ xD
    Posts
    5,057
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Menurut gw sih persoalan ini simple saja. Sudah jelas ini
    semua akibat jumlah penumpang yang sangat besar sedang
    jumlah kereta sangat sedikit.

    Khusus di Jabodetabek pemerintah tidak punya niat untuk
    menambah jalur rel agar menjadi double-double track, meski
    sesungguhnya tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan,
    karena secara hukum lahan sejauh 10 meter di kiri dan kanan
    jalur kereta Jabodetabek adalah tanah milik PT KAI, yang
    setiap saat siap untuk dikosongkan dari penghuni liar.
    selain salah satu alasan di atas ternyata ada loh minoritas penumpang , ini menurut pengamat perkeretaan meskipun kereta dalam keadaan kosong tetapi mereka masih duduk di atap keretanya mereka menunjukan kepuasan ketika naik di atap kereta ...
    BEYOND GENIUS !!!!!!!!


  19. #59
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    tinggal duduk dekat pintu, segarnya kalau sudah lewat pasar
    minggu arah ke bogor
    ya kalo dapet di pintu, kadang kan musti geser geser da gitu sambil jaga barang barang, biar ga kecopetan

  20. #60
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    efektif, dan sangat membantu.
    sepenuh2nya gerbong ini, tetep nyaman, soalnya sesama perepuan.
    Dan karena berada paling ujung, juga khusus perempuan, gerbong ini ga sepenuh gerbong lain. Jadi berasa nyaman aja (selalu naik gerbong khusus, kecuali pas naik KRL ekonomi, ga ada gerbong khususnya)
    Waduh.. saya boleh numpang nyempil bu?

Page 3 of 9 FirstFirst 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •