...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Perbaikan juga butuh duit. Makanya tuh, yang naik2 di atas kereta disirami cat aja. Kalau dibalas pakai lemparan batu, biarkan aja.
Trus yang jualan di kereta, belikan rompi khusus. Gak pakai rompi, wajib punya tiket.
Keamanan jalur juga jadi masalah.
Dari masalah lempar batu sampai pencurian rel.
Mungkin seharusnya kereta antar kota dipisah manajemennya dengan kereta dalam kota. Jadi KAI mungkin seharusnya gak megang kereta dalam kota.
Eh kalau sekarang masih satu manajemen, kan?
Ngomong2, aku pernah bayar denda karena gak beli tiket lho..
*bangga*
Dan itu memang sengaja gak beli karena penasaran, kok tiketnya gak diperiksa. Jadi abis itu pas pulang dari UI Depok, ke arah Gondangdia, sengaja langsung naik tanpa bayar dan.. yup. tertangkap.
khusus KRL manajemennya beda kayaknya
btw, emang iya kereta bogor-jkt pasti penuh, ga peduli rush hour ato ngga. Kalo naik dari arah bogor, bisa lega baru setelah lewat stasiun manggarai![]()
banyak aspek yang musti dibenahi pemerintah.
Kebanyakan kereta ekonomi yang selalu penuh karena banyak masyarakat memulih kelas ekonomi karena harganya yang murah.
Jangan salahkan masyarakat kalau maunya yang murah, karena gaji yang pas-pasan ditambah dengan kenaikan harga cukup membuat pusing dalam mengatur keuangan.
Menggunakan transportasi laen menyebabkan telat masuk kerja karena macet.
Kenapa kerja di Jakarta? karena hanya daerah ini yang menyediakan banyak lapangan kerja.
Kenapa PT KAI tidak menambah gerbong kereta? Karena tidak ada dana (mungkin)![]()
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
Menurut gw sih persoalan ini simple saja. Sudah jelas ini
semua akibat jumlah penumpang yang sangat besar sedang
jumlah kereta sangat sedikit.
Khusus di Jabodetabek pemerintah tidak punya niat untuk
menambah jalur rel agar menjadi double-double track, meski
sesungguhnya tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan,
karena secara hukum lahan sejauh 10 meter di kiri dan kanan
jalur kereta Jabodetabek adalah tanah milik PT KAI, yang
setiap saat siap untuk dikosongkan dari penghuni liar.
Baru tahu pernah ada proyek kereta Makassar-Takalar krn jejaknya saya tak pernah temukan..
Dan kereta api bukan transportasi di Sulsel..
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
masih teringet, keberangkatan yang tertunda kereta argo tahun 2008 ke Bandung, gara-gara AC rusak
jalan semarang jogya relnya udah alih fungsi jadi jemuran pakaian...
^
gw juga pengguna KRL Bogor- Jakarta.
dan emang bener, kereta ekonomi adalah mau ga mau, salah satu kereta yang gw hindarin.
kenapa? karena, yah tau sendiri lah, dilihat dari bentuknya yang sangat usang, kemudian juga jumlah penumpang yang sangat tidak sepadan dengan daya tampung, kondisi kereta yang sangat sangat kotor, kondisi tempat duduk yang sangat sangat kotor juga (malah banyak yang rusak), ditambah juga sirkulasi udara yang mau ga mau dikatakan kotor (dimana mana sampah), pemulung/ pedagang saling hilir mudik, wah...pokoknya kalau disebutin banyak deh...
pas ada Ekonomi AC, waktu awal awal gw seneng banget, AC, trus brenti di tiap stasiun, trus kalo ga salah akhir akhir ini ditambah gerbong wanita ya?
mayan dingin...tempat duduk juga terawat, trus ga ada pedagang! ni yang bagus.
tapi makin ke sini, kok makin kacau ya? penumpang berjubel sana sini, da gitu kadang malah ada yang bawa barang barang jualan di pasar (gila..parah banget!) kayak sayur buah buahan dll. ditaro di pojokan kereta atau di deket sambungan kereta.
ya gitu deh... sekarang AC nya kadang ga terasa gara gara penuh bukan maen..palagi jam sibuk ma pulang kantor. blom ditambah kalo keretanya telat???
gile kereta aja bisa telat???
PAKUAN EXPRESS...wah ini kereta sih sebenarnya jangan diapusin..gila aja, kalo buat yang ke kantor pagi pagi, mana bisa naik kereta Ekonomi AC/ Ekonomi biasa?
dulu, pas 3-4 tahun AC nya dingin banget, trus mungkin karena blom banyak yang naik (paling di Dukuh Atas), jadi kerasa suasananya nyaman, gw pulang ngantor (naik dari Tanah Abang) ke Bogor, masih terasa ga terlalu capek, tidur, tau tau nyampe Bogor aja.
sekarang sih..yah...gitu deh..
tapi tetep berharap PAKUAN EXPRESS tidak dihapus...ni sih kalo beneran diapus, pemerintah ma PT.KAI ga bisa memenuhi kebutuhan transportasi massal dengan baik![]()
salam sesama roker
ekonomi = tidak layak operasi
pasti telat, menurut klaim PT KAI dan Kemenhub, pernah dimuat di kompas sehubungan keputusan dihapuskannya ekspres, waktu tempuh ekspres Bogor - Jakarta Kota selama 55 menit dan Ekonomi AC Bogor - Jakarta Kota selama 88 menit. Saya sempat iseng ukur lama perjalanan pada jam sibuk (berangkat pukul 07.15 dari Bogor selama 90 menit untuk ekspres dan berangkat pukul 08.20 selama 120 menit untuk Ekonomi AC). Klaim ekspres Bogor - Jakarta Kota, vice versa, ditempuh 55 menit itu hanya pada waktu siang hari ketika jalur tidak padat (berangkat pukul 14.00 dari Jakarta kota). Coba pengambilan keputusan itu mengambil sampel dari beberapa waktu yang representatif, seharusnya bisa membuat keputusan yang lebih baik.
dengar-dengar penghapusan tersebut terkait dengan pelaksanaan sistem e-ticket yang mandek, dengan pengenaan tarif tunggal, pelaksanaan e-ticket juga akan semakin mudah. e-ticket itu program kerja 100 hari kemenhub periode 2009-2014 lho. coba lihat sekarang udah berapa hari dan belum terlaksana
dengar-dengar lagi, pelaksanaan e-ticket akan mempermudah penertiban penumpang ekspres yang biasa berpindah kereta di manggarai untuk ke tanah abang tanpa membeli tiket lagi (jadi harus bayar), lebih jauh, ini bagian rencana membuat manggarai sebagai stasiun antar moda, termasuk rencana pelaksanaan jalur manggarai-soekarno hatta... semua cuma dengar-dengar, kalau tidak benar anggaplah gosip belaka
btw, kalau pengguna KRL komentarnya panjang-panjang ya![]()
Gerbon khusus wanita, efektif gak? Cukup membantu para pempuan kah ?
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
kalo selama ini gw liat di ekonomi AC sih efektif, ada petugasnya, dan cukup membantu. tapi ga tau juga, kan gw ga boleh masuk sana
@itsreza :
biasa bro. curhat sesama KM regional Bogor
kapan kapan ketemu nyok....
yaaaaaaaaah....e-ticket lagi.
trans PAKUAN aja, ktanya mau e-ticket, tapi pelaksanaannya ga bisa bisa tuh mpe sekarang
dan tetep harapan gw, PAKUAN EXPRESS jangan diapusin, kalaupun mau diapus, ya Ekonomi itu...
asli gw kalo pulang siang hari, ga ada ekonomi AC, terpaksa nunggu Ekonomi biasa, dan....oh man...parah.
ga ada ruang nafas kayaknya..
mestinya PT.KAI lebih memperhatikan gimana nasib Ekonomi, karena ini kan transportasi massal buat orang menengah ke bawah.
malah kesannya kereta terbengkalalai...
efektif, dan sangat membantu.
sepenuh2nya gerbong ini, tetep nyaman, soalnya sesama perepuan.
Dan karena berada paling ujung, juga khusus perempuan, gerbong ini ga sepenuh gerbong lain. Jadi berasa nyaman aja (selalu naik gerbong khusus, kecuali pas naik KRL ekonomi, ga ada gerbong khususnya)
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
tinggal duduk dekat pintu, segarnya kalau sudah lewat pasarterpaksa nunggu Ekonomi biasa, dan....oh man...parah.
ga ada ruang nafas kayaknya..
minggu arah ke bogor