Biar adil
- Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?
Belakangan ini jarang, dan anehnya saya merasakan pergeseran selera nonton film. Sekarang lebih suka drama ketimbang action, apalagi action Hollywood... rasanya kok jadi muak...
- Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
Seperti juga beberapa teman lain di sini, saya menikmati kekerasan sebagai bagian dari seni atau keterampilan, atau semangat juang. Di luar itu rasanya gak menarik.
- Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?
Tidak. Saya tidak terganggu dengan adegan paling sadis sekalipun. Tapi biasanya langsung ada gejala siap tarung kalau kekerasannya itu dalam bentuk penindasan terhadap pihak yang tidak bisa melawan.
- Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...
Saya hanya enjoy kalau bertanding... semakin tangguh lawannya semakin asyik. Tapi di luar pertandingan kayaknya tidak. Dulu pernah menjatuhkan seseorang yang menyerang saya, tapi sebelum saya hajar dia lebih lanjut, otomatis gerakan saya berhenti...
- Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
Kadang membayangkan bisa sampai membelah-belah tubuh orang dan mengeluarkan isinya... apalagi saya memang suka berlatih senjata tajam. Tapi ketika acara potong kambing di acara Ied, jadinya malah kasihan...
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote
