Results 1 to 20 of 30

Thread: You and Violence

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #11
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Soalnya baru kebaca kemarin di buku “Quiet, the Power of Introvert in the World that Cannot Stop Talking” bahwa tingkat empati mahasiswa sekarang 40% lebih rendah dibanding mahasiswa tiga puluh tahun lalu. Diduga karena pembiasaan terhadap adegan kekerasan dan dis-empati, baik di film ataupun berita.

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Sampai kemudian ada suara 'buk buk buk buk'. Putriku menengok dan melihat teaser Berandal di mana Iko memukuli tembok. Dan malah tertarik.
    Wah.. kayaknya putriku bakal doyan kekerasan.
    Itu kayaknya karena jarang lihat adegan macam itu, belum tentu karena suka kekerasan. Kalau di rumah bapaknya tiap hari mukulin tembok, paling pas dia liat teaser itu langsung nguap bosen

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    1. tidak aku tidak sering melihat adegan kekerasan. Dulu di masa muda *uhuk* lebih sering melihatnya;
    2. jujur saja.. Iya.
    3. Ada batasannya. Aku justru tidak kuat melihat adegan casting Act of Killing padahal tidak ada darah. Karena aku gak kuat melihat 'orang jahat tak berperasaan'. Buatku, justru niat si pelaku kekerasan lebih mengerikan daripada kekerasannya sendiri.
    4. Anehnya.. malah tidak.
    5. Kurasa kondisi melindungi diri. Dan kalau bisa terdesak, mungkin bisa sampai membunuh. Tetapi jelas gak akan mutilasi atau aksi yang membutuhkan keintiman seperti menyayat daging pelan-pelan.
    Jadi selama kekerasan tidak mengandung unsur "sadis" ya ...

    ***

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    3. klo kekerasan ala film kungfu atau fighting di anime atau game sih gw rasa sih masih kategori normal ye. karena yg gw liat "keren" nya, yaitu style2 fighting, magic dll. klo liat film kaya saw.... rekor gw nonton cuma 1 menit 8 detik
    Brarti kekerasannya kudu nyeni dan keren ... imajinatif.

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    4. hmmmm ini agak sulit dijawab. menyukai jelas nggak, tapi klo membayangkan... misalnya... kerusuhan 98 itu menimpa orang2 yg gw sayangi, gw pernah membayangkan gw membantai pelaku2nya (dengan menyiksa sekejam mungkin sebelumnya ) , mutilasi mereka, menggunakan ritual2 sesat untuk memastikan roh mereka akan gentayangan dan menderita selama2nya tapi it's just imagination, klo disuruh melakukan gw ga yakin bisa kecuali adrenalin rush yah.
    Menyiksa sekejam mungkin memerlukan waktu agak lama, jadi tidak mungkin bisa dilakukan karena adrenalin rush. Kasus adrenaline rush biasanya berakhir cepat. Kalau sempat pakai acara ritual sesat, khan harus nyiapin peralatan dan mantra-mantranya dulu.


    Jadi kekerasan dalam bentuk pembalasan nih...

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    oh, lupa nambahin. gw INTJ (kebanyakan psikopat itu INTJ) yg lahir bulan november (mayoritas psikopat lahir di november ). gw suka baca Death Note dan komik2 psikologis lainnya. apa gw ada gejala2 psikopat? terakhir kali cek sih low banget sih point gw, jadi kemungkinan psikopat ga ada
    Baru tau kalo INTJ itu pool-nya psikopat... ada referensinya?
    Kepingin jadi psikopat juga

    ***

    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    - bakalan enjoy apa enggak melakukan adegan,kayanya enggak.Belom pernah sih sampe kekerasan yang parah banget
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    - Tendang kupingnya, dan ulu hatinya.
    Atau kalo ada cowok pervert yg berusaha melakukan pelecehan, pengen ta tendang kemaluannya berkali-kali.
    Abis ta tendang kemaluannya, ta pukul kepalanya pakai besi..kalo kebetulan pakai high heel.. colok matanya pakai heels
    Gubraksss...
    Tendang kemaluan, gebuk kepala pake besi, trus colok mata pakai high heel??? Masak kayak gitu gak enjoy melakukan kekerasaaaannn???

    ***

    Quote Originally Posted by yanwok View Post
    2. Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    Yang dinikmati itu psikologi n kisah dibaliknya, latar belakang terjadi kekerasannya --> Film.

    ...
    5. Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    Mungkin kalau keluarga saya disakiti, dan itu bisa sampe............Muka ga bebentuk maybe.....
    Nahh... ini kalo menurut saya contoh yang belum banyak tersentuh kekerasan...

    ***

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    melihat adegan kekerasan di film...adegan kekerasan as if nyiksa ala komunis, ga suka. adegan kekerasan tonjok2an, kejer2an, tembak2an > suka, pokoknya kekerasannya harus pake taktik, ketepatan, kecepatan dll..bukan yang brutality cut the body or hammer all d fingers.
    dan lawannya harus berimbang.
    Hmmm... jadi kekerasan sebagai bagian dari proses pemecahan masalah yang rumit dan berat, bukannya pelampiasan naluri jahat wal sadis... harus ada tujuan mulia-nya...

    Seru nih, suster Ale...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    melakukan adegan kekerasan? wah..wuuhh..id be very glad too, tapi gw pgn ala-ala secret agent, diintai dulu, diselidiki latar belakangnya, kegiatannya dll, tapi gw akan lbh tertantang kalau yg mau gw serang juga pny strategi yang ga kalah canggih, dan kekerasannya jg bukan ditembak pas jalan mau ke kantor, (ikhh..jiji banget yang kek gitu) atau ditikam dari belakang pas dia lagi belanja di mall, bukan yang gitu kekerasan ala gw...tapi kekerasan terhadap mental dan psikis calon korban
    See... confirmed my hypothesis...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    kondisi melakukan kekerasan? kalau si korban sama freaknya dgn gw...asik, jadi kayak game of murder
    Cocok banget jadi terapis di RSJ KM

    ***

    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    kalo kekerasan sebatas sebagian dari film, lebih ke unsur action...dan g tau itu ga real...biasa aja
    lebih ke enjoy ke unsur action-nya dibanding kekerasannya
    kalo pure...kekerasan...ga nyaman banget. mending menyingkir
    Naahhh... jadi selama dipahami bahwa kekerasan itu bukan sungguhan, jadi berupa performance, misalnya pertunjukan atau pertandingan.

    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    kalo melibatkan keselamatan keluarga atau temen deket...g bisa melakukan sedikit kekerasan
    actually...pernah hampir terjadi sih, jengkelnya udah di ubun2...tapi masih bisa terkendali
    kebanyakan adegan lempar bom, nembak bazooka dll terhadap orang tertentu cuma terjadi dalam pikiran aja itupun jadinya ala cartoon yg konyol
    selebihnya g make ketajaman kata2 g untuk menjatuhkan mental seseorang
    seumur hidup baru 2 kali terjadi...dan efeknya 'lumayan' jadi sebisa mungkin enggak dipake juga
    Hmmm... ini hasil dari pendidikan kekerasan melalui Tom & Jerry dan Looney Toones.
    Tapi tetap ada kekerasan emosional yah?

    ***

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Anak gue pada awalnya gue larang keras melihat adegan kekerasan (terutama di TV).
    Tapi seiring perkembangan umur, dan sesuai hukum alam lama-lama mereka liat juga adegan2 macam begitu. Sekalian gue pengen liat bagaimana respon mereka thd itu. Kalo dah liat responnya enak, bisa tau seberapa level kesukaan mereka akan kekerasan. Jadi gue tau cara ngarahinnya.
    Oom Sedge-nya sendiri gimana?
    Last edited by Alip; 22-01-2014 at 01:40 PM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •