Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: You and Violence

  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    You and Violence

    Tadinya mau ditaruh di obrolan sante, tapi karena topiknya gak terlalu sante, ya masuk sini deh... silakan nanti kalo momod mau memindahkan...

    Nonton trailer "The Raid 2"-nya kandalf, juga liputan soal act of killing, jadi ingin tau...

    • Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?
    • Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    • Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?
    • Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...
    • Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?


    Gak pake acara bener salah, cuma sharing dengan brutal honesty...

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Alkisah, aku, putriku, dan bini sedang mengantri tiket Frozen di Blitz Megaplex. Di dinding atas Blitz diputar berbagai trailer film tetapi putriku tak tertarik malah lebih asyik mengganggu babehnya. Sampai kemudian ada suara 'buk buk buk buk'. Putriku menengok dan melihat teaser Berandal di mana Iko memukuli tembok. Dan malah tertarik.

    Wah.. kayaknya putriku bakal doyan kekerasan.

    Oke. jawab pertanyaan.

    1. tidak aku tidak sering melihat adegan kekerasan. Dulu di masa muda *uhuk* lebih sering melihatnya;
    2. jujur saja.. Iya.
    3. Ada batasannya. Aku justru tidak kuat melihat adegan casting Act of Killing padahal tidak ada darah. Karena aku gak kuat melihat 'orang jahat tak berperasaan'. Buatku, justru niat si pelaku kekerasan lebih mengerikan daripada kekerasannya sendiri.
    4. Anehnya.. malah tidak.
    5. Kurasa kondisi melindungi diri. Dan kalau bisa terdesak, mungkin bisa sampai membunuh. Tetapi jelas gak akan mutilasi atau aksi yang membutuhkan keintiman seperti menyayat daging pelan-pelan.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    pelanggan tetap Shaka_RDR's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1,330
    1. jarang sih, jantung gw ga kuat
    2. klo jantung ga kuat, gmn gw bisa nikmatin
    3. klo kekerasan ala film kungfu atau fighting di anime atau game sih gw rasa sih masih kategori normal ye. karena yg gw liat "keren" nya, yaitu style2 fighting, magic dll. klo liat film kaya saw.... rekor gw nonton cuma 1 menit 8 detik

    4. hmmmm ini agak sulit dijawab. menyukai jelas nggak, tapi klo membayangkan... misalnya... kerusuhan 98 itu menimpa orang2 yg gw sayangi, gw pernah membayangkan gw membantai pelaku2nya (dengan menyiksa sekejam mungkin sebelumnya ) , mutilasi mereka, menggunakan ritual2 sesat untuk memastikan roh mereka akan gentayangan dan menderita selama2nya tapi it's just imagination, klo disuruh melakukan gw ga yakin bisa kecuali adrenalin rush yah. we never know. dan gw ga berharap itu kejadian di gw, makanya gw berkeinginan kuat untuk cari negara yang aman tempat gw tinggal sampai akhir hayat nanti.

    5. sudah di jawab di no 4 sekaligus



    oh, lupa nambahin. gw INTJ (kebanyakan psikopat itu INTJ) yg lahir bulan november (mayoritas psikopat lahir di november ). gw suka baca Death Note dan komik2 psikologis lainnya. apa gw ada gejala2 psikopat? terakhir kali cek sih low banget sih point gw, jadi kemungkinan psikopat ga ada
    Last edited by Shaka_RDR; 22-01-2014 at 10:27 AM.
    Space available for Ads.
    PM for nego

  4. #4
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by Alip View Post

    • Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?
    • Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    • Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?
    • Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...
    • Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    - gak sering melihat adegan kekerasan
    - menikmati sih enggak, cuma penasaran aja kaya gimana film yang akan di tonton..
    - adegan brantem apa aja,asal gak banyak pistolnya. ribut banget suara pistol,bikin sakit kuping
    - bakalan enjoy apa enggak melakukan adegan,kayanya enggak.Belom pernah sih sampe kekerasan yang parah banget
    - kondisi saat ada pencopet yang berusaha mengambil barang saya. Bayangin saat itu dia ada, pengen melakukan kekerasan Ala Sherlock pas di ring tinju. Tendang kupingnya, dan ulu hatinya.
    Atau kalo ada cowok pervert yg berusaha melakukan pelecehan, pengen ta tendang kemaluannya berkali-kali.
    Abis ta tendang kemaluannya, ta pukul kepalanya pakai besi..kalo kebetulan pakai high heel.. colok matanya pakai heels

  5. #5
    pelanggan tetap yanwok's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,015
    1. Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?
    Kalau pas ada filmnya aja, nyata jarang hampir ga pernah


    2. Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    Yang dinikmati itu psikologi n kisah dibaliknya, latar belakang terjadi kekerasannya --> Film.


    3. Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?
    Ga tau. Sampe sekarang sih masih berani-berani aja


    4. Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...
    Ga tau. Ga pernah juga. Bayangin aja belum pernah


    5. Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    Mungkin kalau keluarga saya disakiti, dan itu bisa sampe............Muka ga bebentuk maybe.....
    Last edited by yanwok; 22-01-2014 at 10:40 AM.
    Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present".
    Don't be too concerned about what was and what will be, keep living the present.

  6. #6
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    melihat adegan kekerasan di film...adegan kekerasan as if nyiksa ala komunis, ga suka. adegan kekerasan tonjok2an, kejer2an, tembak2an > suka, pokoknya kekerasannya harus pake taktik, ketepatan, kecepatan dll..bukan yang brutality cut the body or hammer all d fingers.
    dan lawannya harus berimbang.

    menikmati kalau sesuai dgn selera gw

    melakukan adegan kekerasan? wah..wuuhh..id be very glad too, tapi gw pgn ala-ala secret agent, diintai dulu, diselidiki latar belakangnya, kegiatannya dll, tapi gw akan lbh tertantang kalau yg mau gw serang juga pny strategi yang ga kalah canggih, dan kekerasannya jg bukan ditembak pas jalan mau ke kantor, (ikhh..jiji banget yang kek gitu) atau ditikam dari belakang pas dia lagi belanja di mall, bukan yang gitu kekerasan ala gw...tapi kekerasan terhadap mental dan psikis calon korban

    kondisi melakukan kekerasan? kalau si korban sama freaknya dgn gw...asik, jadi kayak game of murder
    Last edited by Alethia; 22-01-2014 at 10:43 AM.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  7. #7
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?

    jarang banget. mostly sih di film atau manga. kalo di real life..alhamdulillah hampir ga pernah

    Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?

    kalo kekerasan sebatas sebagian dari film, lebih ke unsur action...dan g tau itu ga real...biasa aja
    lebih ke enjoy ke unsur action-nya dibanding kekerasannya
    kalo pure...kekerasan...ga nyaman banget. mending menyingkir

    Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?

    ya sebatas action aja..kungfu hustle masih bisa
    kalo gore....enggak

    Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...

    enggak...g pecinta damai

    Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?

    kalo melibatkan keselamatan keluarga atau temen deket...g bisa melakukan sedikit kekerasan
    actually...pernah hampir terjadi sih, jengkelnya udah di ubun2...tapi masih bisa terkendali
    kebanyakan adegan lempar bom, nembak bazooka dll terhadap orang tertentu cuma terjadi dalam pikiran aja itupun jadinya ala cartoon yg konyol
    selebihnya g make ketajaman kata2 g untuk menjatuhkan mental seseorang
    seumur hidup baru 2 kali terjadi...dan efeknya 'lumayan' jadi sebisa mungkin enggak dipake juga
    Last edited by Porcelain Doll; 22-01-2014 at 10:51 AM.
    Popo Nest

  8. #8
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    thread ini serem ya

  9. #9
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Anak gue pada awalnya gue larang keras melihat adegan kekerasan (terutama di TV).
    Tapi seiring perkembangan umur, dan sesuai hukum alam lama-lama mereka liat juga adegan2 macam begitu. Sekalian gue pengen liat bagaimana respon mereka thd itu. Kalo dah liat responnya enak, bisa tau seberapa level kesukaan mereka akan kekerasan. Jadi gue tau cara ngarahinnya.

  10. #10
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    • Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?

      kalo di dunia nyata , kayanya jarang.

      Di film , tergantung ama film yang diliat. Kalo horor ato action , banyak adegan kekerasan.

    • Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?

      ga menikmati sama sekali. Takut darah... Jadi biasanya saya tutupin mata pake jari tangan (liat lewat sela - sela jari) pas adegan kekerasan.
    • Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?

      Kalo ga sampe babak belur ato berdarah , bolelah. Tapi kalo udah berdarah , kayak matanya mo lepas , tulangnya patah semua , wew... Mengerikan
    • Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...

      Ya sempat terpikir juga sih... Soalnya kalo pake adu mulut , saya pasti kalah.

      Kalo saya , ya pasti ga enjoy. Takut darah dan takut dosa

    • Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?


    kalo saya dijadikan sasaran kemarahan dan kebencian orang , kalo terus dimaki dan dipermalukan depan umum.

    Ga pake mutilasi. Ribet. Tembak aja langsung di jantungnya pake senjata dengan peredam suara.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  11. #11
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Soalnya baru kebaca kemarin di buku “Quiet, the Power of Introvert in the World that Cannot Stop Talking” bahwa tingkat empati mahasiswa sekarang 40% lebih rendah dibanding mahasiswa tiga puluh tahun lalu. Diduga karena pembiasaan terhadap adegan kekerasan dan dis-empati, baik di film ataupun berita.

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Sampai kemudian ada suara 'buk buk buk buk'. Putriku menengok dan melihat teaser Berandal di mana Iko memukuli tembok. Dan malah tertarik.
    Wah.. kayaknya putriku bakal doyan kekerasan.
    Itu kayaknya karena jarang lihat adegan macam itu, belum tentu karena suka kekerasan. Kalau di rumah bapaknya tiap hari mukulin tembok, paling pas dia liat teaser itu langsung nguap bosen

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    1. tidak aku tidak sering melihat adegan kekerasan. Dulu di masa muda *uhuk* lebih sering melihatnya;
    2. jujur saja.. Iya.
    3. Ada batasannya. Aku justru tidak kuat melihat adegan casting Act of Killing padahal tidak ada darah. Karena aku gak kuat melihat 'orang jahat tak berperasaan'. Buatku, justru niat si pelaku kekerasan lebih mengerikan daripada kekerasannya sendiri.
    4. Anehnya.. malah tidak.
    5. Kurasa kondisi melindungi diri. Dan kalau bisa terdesak, mungkin bisa sampai membunuh. Tetapi jelas gak akan mutilasi atau aksi yang membutuhkan keintiman seperti menyayat daging pelan-pelan.
    Jadi selama kekerasan tidak mengandung unsur "sadis" ya ...

    ***

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    3. klo kekerasan ala film kungfu atau fighting di anime atau game sih gw rasa sih masih kategori normal ye. karena yg gw liat "keren" nya, yaitu style2 fighting, magic dll. klo liat film kaya saw.... rekor gw nonton cuma 1 menit 8 detik
    Brarti kekerasannya kudu nyeni dan keren ... imajinatif.

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    4. hmmmm ini agak sulit dijawab. menyukai jelas nggak, tapi klo membayangkan... misalnya... kerusuhan 98 itu menimpa orang2 yg gw sayangi, gw pernah membayangkan gw membantai pelaku2nya (dengan menyiksa sekejam mungkin sebelumnya ) , mutilasi mereka, menggunakan ritual2 sesat untuk memastikan roh mereka akan gentayangan dan menderita selama2nya tapi it's just imagination, klo disuruh melakukan gw ga yakin bisa kecuali adrenalin rush yah.
    Menyiksa sekejam mungkin memerlukan waktu agak lama, jadi tidak mungkin bisa dilakukan karena adrenalin rush. Kasus adrenaline rush biasanya berakhir cepat. Kalau sempat pakai acara ritual sesat, khan harus nyiapin peralatan dan mantra-mantranya dulu.


    Jadi kekerasan dalam bentuk pembalasan nih...

    Quote Originally Posted by Shaka_RDR View Post
    oh, lupa nambahin. gw INTJ (kebanyakan psikopat itu INTJ) yg lahir bulan november (mayoritas psikopat lahir di november ). gw suka baca Death Note dan komik2 psikologis lainnya. apa gw ada gejala2 psikopat? terakhir kali cek sih low banget sih point gw, jadi kemungkinan psikopat ga ada
    Baru tau kalo INTJ itu pool-nya psikopat... ada referensinya?
    Kepingin jadi psikopat juga

    ***

    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    - bakalan enjoy apa enggak melakukan adegan,kayanya enggak.Belom pernah sih sampe kekerasan yang parah banget
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    - Tendang kupingnya, dan ulu hatinya.
    Atau kalo ada cowok pervert yg berusaha melakukan pelecehan, pengen ta tendang kemaluannya berkali-kali.
    Abis ta tendang kemaluannya, ta pukul kepalanya pakai besi..kalo kebetulan pakai high heel.. colok matanya pakai heels
    Gubraksss...
    Tendang kemaluan, gebuk kepala pake besi, trus colok mata pakai high heel??? Masak kayak gitu gak enjoy melakukan kekerasaaaannn???

    ***

    Quote Originally Posted by yanwok View Post
    2. Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    Yang dinikmati itu psikologi n kisah dibaliknya, latar belakang terjadi kekerasannya --> Film.

    ...
    5. Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    Mungkin kalau keluarga saya disakiti, dan itu bisa sampe............Muka ga bebentuk maybe.....
    Nahh... ini kalo menurut saya contoh yang belum banyak tersentuh kekerasan...

    ***

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    melihat adegan kekerasan di film...adegan kekerasan as if nyiksa ala komunis, ga suka. adegan kekerasan tonjok2an, kejer2an, tembak2an > suka, pokoknya kekerasannya harus pake taktik, ketepatan, kecepatan dll..bukan yang brutality cut the body or hammer all d fingers.
    dan lawannya harus berimbang.
    Hmmm... jadi kekerasan sebagai bagian dari proses pemecahan masalah yang rumit dan berat, bukannya pelampiasan naluri jahat wal sadis... harus ada tujuan mulia-nya...

    Seru nih, suster Ale...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    melakukan adegan kekerasan? wah..wuuhh..id be very glad too, tapi gw pgn ala-ala secret agent, diintai dulu, diselidiki latar belakangnya, kegiatannya dll, tapi gw akan lbh tertantang kalau yg mau gw serang juga pny strategi yang ga kalah canggih, dan kekerasannya jg bukan ditembak pas jalan mau ke kantor, (ikhh..jiji banget yang kek gitu) atau ditikam dari belakang pas dia lagi belanja di mall, bukan yang gitu kekerasan ala gw...tapi kekerasan terhadap mental dan psikis calon korban
    See... confirmed my hypothesis...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    kondisi melakukan kekerasan? kalau si korban sama freaknya dgn gw...asik, jadi kayak game of murder
    Cocok banget jadi terapis di RSJ KM

    ***

    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    kalo kekerasan sebatas sebagian dari film, lebih ke unsur action...dan g tau itu ga real...biasa aja
    lebih ke enjoy ke unsur action-nya dibanding kekerasannya
    kalo pure...kekerasan...ga nyaman banget. mending menyingkir
    Naahhh... jadi selama dipahami bahwa kekerasan itu bukan sungguhan, jadi berupa performance, misalnya pertunjukan atau pertandingan.

    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    kalo melibatkan keselamatan keluarga atau temen deket...g bisa melakukan sedikit kekerasan
    actually...pernah hampir terjadi sih, jengkelnya udah di ubun2...tapi masih bisa terkendali
    kebanyakan adegan lempar bom, nembak bazooka dll terhadap orang tertentu cuma terjadi dalam pikiran aja itupun jadinya ala cartoon yg konyol
    selebihnya g make ketajaman kata2 g untuk menjatuhkan mental seseorang
    seumur hidup baru 2 kali terjadi...dan efeknya 'lumayan' jadi sebisa mungkin enggak dipake juga
    Hmmm... ini hasil dari pendidikan kekerasan melalui Tom & Jerry dan Looney Toones.
    Tapi tetap ada kekerasan emosional yah?

    ***

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Anak gue pada awalnya gue larang keras melihat adegan kekerasan (terutama di TV).
    Tapi seiring perkembangan umur, dan sesuai hukum alam lama-lama mereka liat juga adegan2 macam begitu. Sekalian gue pengen liat bagaimana respon mereka thd itu. Kalo dah liat responnya enak, bisa tau seberapa level kesukaan mereka akan kekerasan. Jadi gue tau cara ngarahinnya.
    Oom Sedge-nya sendiri gimana?
    Last edited by Alip; 22-01-2014 at 01:40 PM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #12
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Gubraksss...
    Tendang kemaluan, gebuk kepala pake besi, trus colok mata pakai high heel??? Masak kayak gitu gak enjoy melakukan kekerasaaaannn???
    aku kan baca pertanyaan om alip yang ini
    Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    tenang aja om Alip..
    itu cuma membayangkan aja...kenyataannya saya ga pernah melakukan itu. Gak tega, dan gak mau ngotorin tangan
    Meskipun minggu lalu ketemu hal yang gak menyenangkan, sebisa mungkin nahan diri untuk gak menendang kemaluan seorang lelaki

  13. #13
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by lily View Post
    kalo di dunia nyata , kayanya jarang.
    Lily bukannya banyak posting soal KDRT? Itu khan kekerasan juga?

    Quote Originally Posted by lily View Post
    Kalo ga sampe babak belur ato berdarah , bolelah. Tapi kalo udah berdarah , kayak matanya mo lepas , tulangnya patah semua , wew... Mengerikan
    Bahkan sampai sekedar berdarah juga sudah gak mau ya, Lil? Nice girl...

    Quote Originally Posted by lily View Post
    Ya sempat terpikir juga sih... Soalnya kalo pake adu mulut , saya pasti kalah.
    Kalo saya , ya pasti ga enjoy. Takut darah dan takut dosa
    Hmmm... saya malah tertarik. Jadi Lily merasa tidak pandai bersilat lidah, selalu dikalahin orang, tapi beradu fisik juga nggak kuat (which is wajar dan tidak perlu disalahkan). Trus kalau lagi ada konflik ngadepinnya gimana dong? Apa selalu jadi pihak tertindas?

    Quote Originally Posted by lily View Post
    kalo saya dijadikan sasaran kemarahan dan kebencian orang , kalo terus dimaki dan dipermalukan depan umum.
    Nah tuh...

    Quote Originally Posted by lily View Post
    Ga pake mutilasi. Ribet. Tembak aja langsung di jantungnya pake senjata dengan peredam suara.
    Hmmm... kekerasan yang bersih dan rapih... menggunakan alat untuk menggantikan kekurangan di sisi fisik... cool

    ***

    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    tenang aja om Alip..
    itu cuma membayangkan aja...kenyataannya saya ga pernah melakukan itu. Gak tega, dan gak mau ngotorin tangan
    Meskipun minggu lalu ketemu hal yang gak menyenangkan, sebisa mungkin nahan diri untuk gak menendang kemaluan seorang lelaki
    Menahan diri itu artinya sudah kepengen tapi dikekang... wakakakakk... btw, nendang 'khan pake kaki, Seren... itu namanya ngotori kaki

    Gakpapa kok... saya sendiri percaya membayangkan belum tentu mampu melakukan. Tapi kalau tanpa kita sadari kita banyak mbayangkan tendangan-tendangan itu... nah ini perlu diselidiki lebih lanjut...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  14. #14
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    ^ kalo gitu salahkan pelem2 indo dan bule yg kebanyakan adegan tendang-tendangan ya

    better lah om, akuh masih bisa nahan diri daripada nanti ada masa lalu kelam yang terekam. LOL

  15. #15
    pelanggan tetap yanwok's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,015
    Originally Posted by yanwok View Post
    2. Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?
    Yang dinikmati itu psikologi n kisah dibaliknya, latar belakang terjadi kekerasannya --> Film.

    ...
    5. Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?
    Mungkin kalau keluarga saya disakiti, dan itu bisa sampe............Muka ga bebentuk maybe.....
    Nahh... ini kalo menurut saya contoh yang belum banyak tersentuh kekerasan...
    Hihihi.... Tau aja om Alip, saya mah anak baik-baik....
    Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present".
    Don't be too concerned about what was and what will be, keep living the present.

  16. #16
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Lily bukannya banyak posting soal KDRT? Itu khan kekerasan juga?


    Bahkan sampai sekedar berdarah juga sudah gak mau ya, Lil? Nice girl...


    Hmmm... saya malah tertarik. Jadi Lily merasa tidak pandai bersilat lidah, selalu dikalahin orang, tapi beradu fisik juga nggak kuat (which is wajar dan tidak perlu disalahkan). Trus kalau lagi ada konflik ngadepinnya gimana dong? Apa selalu jadi pihak tertindas?


    Nah tuh...



    Hmmm... kekerasan yang bersih dan rapih... menggunakan alat untuk menggantikan kekurangan di sisi fisik... cool

    ***
    Eh... Saya pernah post KDRT ya... Lupa...

    Tadi saya pikir violence tuh yang sampe berdarah , patah tulang dll.

    Kalo saya lebi milih menghindari konflik sih om selama ini milih diam aja. Apalagi ama orang yang mungkin saya pikir "emang tabiatnya begitu".

    Kalo dibilang sellau jadi yang tertindas , ya ga juga sih. Pikiran saya mengalah belom tentu kalah

    Ga tau deh , intinya sebisa mungkin saya ga melakukan kekerasan baik yang menyakiti fisik maupun mental.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  17. #17
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    KDRT buat g udah masuk wilayah kekerasan
    neriakin dan maki2 orang juga udah kekerasan
    bahkan denger teriakan model kaya gini juga g udah ga sanggup
    Popo Nest

  18. #18
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    pertandingan tinju termasuk adegan kekerasan kan ya?

  19. #19
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Suka dan saat ini rasanya mau nampol siapa saja!

  20. #20
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    • Seringkah melihat adegan kekerasan, entah itu nyata ato film?

      Di film sih sering. Kadang juga nonton siaran tinju.

    • Apakah kalian menikmatinya? Apa yang dirasakan waktu nonton adegan itu (kalau ini kayaknya film deh, tapi kalo ada dari kejadian nyata juga bole)?

      Kalo semodel Hannibal urat saya masi kuat, tapi Game of Thrones is a bit too much. Cuma sanggup nonton 1 episode.

    • Adakah batasannya? Misalnya, adegan brantem gaya kungfu hustle boleh, tapi gore abis bikin mual... ato the nastier the better?

      Gore irritating tapi nggak bikin mual kayaknya. Having said so, saya sukanya nonton komedi sih . Jadi kungfu hustle cocok selera.

    • Akankah enjoy juga kalo harus beneran melakukan adegan kekerasan? Misalnya korbannya adalah orang yang kita benci abis...

      Kalo ada orang yang dibenci abis, mending saya lupakan dari pada bikin sakit jiwa. Atau menyuruh orang lain yang melakukan kekerasan ke mereka, tangan saya sendiri tetap bersih

    • Kondisi apa yang dibayangkan bisa membuat kita melakukan kekerasan dan sampai sejauh apa kekerasan itu akan dilakukan (antara cubitan sayang sampai mutilasi abis)?

      nyubit,ninju, nendang. entah kalo bisa lebih dari itu. tapi dalam rangka self defense saya belajar mengenal bagian badan mana yang vulnerable untuk diserang, baik pake tangan ato alat.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •