[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION] sudah bisa ikhlas, tapi keluarga mbok belum
Mbok keliatannya sudah bertawakal, karena segala ikhtiar dan usaha sudah dilakukan tapi logika mbok mengatakan its useless. Lebih baik merelakan hidupnya diambil oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk mengakhiri segala penderitaannya. Mbok terlihat sangat sayang kepada kakak mbok, makanya gak tega melihatnya menderita lebih lama lagi dan akhirnya logika dan batin mbok sampe mengatakan, "yaudahlah ya...lepasin saja....ikhlas aja...lebih baik kehilangan dia daripada dia hidup tapi menderita seperti itu...mungkin itulah Qadha yang terbaik dariNya...dan adalah suatu bentuk keimanan untuk meyakini Qadhanya...". Jujur, kalo aku berasa di posisi mbok, aku juga akan melakukan hal yang sama kok. Ikhlas dan tawakal at the same time.
Soal keluarga mbok yang masih belum ikhlas, ya mo gimana lagi? gak ada yang mbok bisa lakukan terhadap mereka. kalo mbok berusaha meyakinkan pendapat mbok kepada mereka di situasi ini, yang ada mbok bakal dibilang adik durhaka lah..dibilang gak punya perasaan lah..dll. Saranku, lebih baik diam. Tetep ikut berdoa aja bahwa Allah akan segera memberikan keputusan yang terbaik untuk kakak mbok, berdoalah kepadaNya bahwa mbok tidak ingin melihat kakak mbok menerita lebih lama lagi, berdoalah karena mbok kasihan dengan kakak mbok dan keluarganya yang sedih berlarut-larut.
Semoga keputusan Allah yang terbaik bisa segera datang ya mbok, yang sabar dan yang tegar...
*nudels maniak lagi waras jangan diganggu![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote