Oke, [MENTION=25]AsLan[/MENTION],
kamu punya dua dosa di sini.
Pertama: Kamu tidak menerjemahkan potongan tulisan tersebut.
Kedua: Kamu tidak menyebutkan sumber tulisan tersebut, padahal ini bukan tulisanmu sendiri.
Kutipan Aslan tersebut berasal dari buku berjudul
How do We Know The Bible is True.
Nah,
aku sudah baca sekilas,
dan jujur, Slan,
tulisan yang kau kutip masih banyak salahnya.
Kutipan ini misalnya?
dengan keterangan dari sumber asli (di kutipanmu gak ada.. itu gunanya sumber asli dicantumkan):
Kemudian dilanjutkan dengan kutipan
Mari pertama sepakati satu hal dahulu:
1. Newton bukan sejarawan. Dia seorang amatir pecinta sejarah. Artinya, dia gak bisa dipegang 100%. Kita harus lihat sumbernya.
Kemudian aku tergelitik bertanya:
Sudah pernah membaca bukunya Herodotus? Saya bisa meminjamkannya untukmu.
Kalau kau membaca, kau akan tahu bahwa tidak semua yang ditulis Herodotus berarti Herodotus percaya yang ia tulis. Ia mencatat apa yang dikatakan orang sezamannya.
Saya sendiri bingung. Saya tidak tahu 1800 tahun sejarah Yunani itu dihitung dari masa apa. Kalau dihitung dari masa Newton (abad 17 M) berarti 1 abad sebelum Masehi. Jelas hitungannya bukan masa Newton. Kalau dilihat dari masa Herodotus sendiri (abad 5 SM), jelas Herodotus tidak pernah mengklaim 1800 tahun. Jadi jelas gak ada klaim masa kekuasaan lebih tua atau sebangsanya. Bahkan kalau kau baca kisah-kisah di Herodotus, justru masa raja-raja itu banyak yang cukup pendek.
Soal Perang Troya dan ekspedisi Jason Argonaut, setahuku bagian dari cerita yang dikarang Homer, bukan bagian dari catatan sejarah. Koreksi bila saya salah di sini. Walaupun begitu, ketika masa Herodotus, Herodotus berhasil mendapatkan versi berbeda dari Perang Troya. Herodotus sendiri memperkirakan Homer hidup 4 abad sebelumnya. Ingat.. 'memperkirakan' bukan 'mencatat'.
Nah,
untuk menentukan sebuah kisah itu terjadi atau tidak, tidak cukup hanya dari studi pustaka yang dilakukan oleh Newton. Ada yang namanya arkeologi. Seperti Perang Troya, walau sekarang sudah ada kota yang dianggap Troya, toh hasil penelitiannya ternyata mengejutkan karena Troya ternyata dibangun berulang-ulang. Jadi sekarang ditentukan yang mana yang Troya yang digambarkan oleh Homer.
Justru yang saya bingung, kalau kita membaca sejarahnya Herodotus cukup jelas kok kalau dia merekam apa yang dikatakan orang padanya dan metode dia untuk mengritik berarti juga sebenarnya membuka kemungkinan orang lain untuk mengritiknya (dan dia udah banyak dikritik), kenapa hal yang sama tidak diterapkan pada kitab suci?
Dan oh iya,
Herodotus tidak punya raja.

Dia berada di daerah perbatasan, jadi walau orang Yunani dan cenderung pro-Yunani, dia bertemu dengan banyak orang termasuk dari Mesir dan Persia. Jadi tidak ada kepentingan dia untuk mempromosikan raja-raja tertentu.

Dan dari awal Herodotus gak punya kepentingan untuk menemukan kebenaran di antara kebohongan. Dia menyatakan 'Ini menunjukkan penyelidikan oleh Herodotus dari Halicarnassus, sehingga hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia tidak dilupakan di masanya, dan perbuatan-perbuatan menakjubkan, beberapa dilakukan oleh orang Yunani, beberapa oleh orang barbar, tidak kehilangan kejayaannya, termasuk yang mengakibatkan perang antar mereka'.
Justru jujur aja, Slan.
Penulis Kristen yang kau kutip itu tidak jujur.
Ini kata-katanya sendiri:
Perhatikan kata 'demands that the dates coincide perfectly with Scripture'.
Bahkan Herodotus tidak seambisius penulis Kristenmu itu. Kata-kata Herodotus dalam memperkirakan kapan Homer hidup adalah, "tetapi menurut pendapatku Hesiod dan Homer hidup tidak lebih dari empat ratus tahun sebelumku". Tidak ada 'harus sesuai' atau semacamnya.
