Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 34 of 34

Thread: Menyelidiki akurasi pencatatan sejarah

  1. #21
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Mengapa kita menggali hasil penyelidikan Newton dan Herodotus ?
    Itu karena kita percaya kredibilitas orang2 semacam ini.
    Mereka hidup dimasa lalu sehingga mungkin memiliki data2 yg relatif belum terlalu menyimpang. Belum terlalu banyak Dan Brown2 diantara jaman mereka dan jaman yg diselidiki.
    Jadi, cuma dua sumber ini saja yang punya kredibilitas, sedangkan yang lainnya tidak yah, Kak? Atau karena yang lainnya mendukung usia bumi lebih dari 6000 tahun sehingga disebut tidak kredibel?

    Udah persiapan apa aja, Kak? Kata Newton, tahun 2060 nanti dunia bakal berakhir loh.

  2. #22
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Sekali lagi. Ini masalah mind set. Ane bisa paham, kenapa mind set ente seperti itu.



    Sejarahwan juga tahu bahwa setiap potongan informasi yg diterimanya tidak ditelan begitu saja, tapi perlu investigasi lebih dalam dan menyeluruh, utk sampai pada suatu kesimpulan. Jadi, ketika seorang sejarahwan mendapatkan informasi yg berbeda-beda ttg sebuah peristiwa, dia tidak mengatakan informasi tsb tidak akurat, tetapi malah memperlakukannya seperti potongan-potongan puzzle yg harus diletakkan di tempat yg semestinya, sehingga didapatkan gambaran yg lebih utuh.

    Misalnya seorang sejarahwan mendapatkan satu sumber menuliskan dinasti A berkuasa 10 tahun, sumber lain 100 tahun, lainnya lagi 1000 tahun. Ane yakin, dia tidak akan mengatakan sumber-sumber tsb tidak akurat, tapi malah menggali lebih lanjut mengapa itu berbeda-beda, menyelidiki lebih dalam mengapa yg ini bilang 10 tahun yg itu 100 tahun, dst.

    Lain dengan sejarahwan "gadungan" yg sudah punya prejudice, misalnya kisah dalam Bible adalah benar. Dia menggunakan Bible sebagai standar utk menilai informasi dari sumber-sumber lain. Ini ane percaya, jika datang bermacam-macam informasi yg berbeda-beda ttg dinasti A, sejarahwan macam begini akan mengatakan itu informasi yg tidak akurat.

    Perbedaan yg 10 tahun dan 100 tahun sudah diketahui penyebabnya yaitu kebohongan si penulis yg berusaha membuat promosi bagi raja masing2.

    Kalo ngomong masalah prejudice, justru Evolutionis lah yg paling parah, hasil penelitian ditetapkan terlebih dahulu, pembuktian belakangan, kalau perlu maalah bikin tipu2 buat bukti palsu, mirip srperti para ilmuwan jaman mesir.

    Beda dengan christian scientist, yg harus selalu jujur karena kejujuran dan kebenaran adalah jalan hidupnya.

    Maka kesulitan para christian scientist ini salah satunya adalah menemukan kebenaran diantara begitu banyak kebohongan, tetutama kebohongan para atheis yg menyamar sebagai scientist dan berusaha mempromosikan kepercayaannya di dunia science.

  3. #23
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Oke, [MENTION=25]AsLan[/MENTION],

    kamu punya dua dosa di sini.
    Pertama: Kamu tidak menerjemahkan potongan tulisan tersebut.
    Kedua: Kamu tidak menyebutkan sumber tulisan tersebut, padahal ini bukan tulisanmu sendiri.

    Kutipan Aslan tersebut berasal dari buku berjudul How do We Know The Bible is True.


    Nah,
    aku sudah baca sekilas,
    dan jujur, Slan,
    tulisan yang kau kutip masih banyak salahnya.


    Kutipan ini misalnya?
    Greece’s history supposedly went back eighteen hundred years; Egypt’s, eleven thousand years; and Babylon’s, a whopping 730,000 years (par. 193–194).1
    dengan keterangan dari sumber asli (di kutipanmu gak ada.. itu gunanya sumber asli dicantumkan):
    In this chapter, unless noted otherwise, references cite paragraph numbers in Newton's Revised History of Ancient Kingdoms(Green Forest, AR: Master Books, 2009). These number are from paragraph 193-194
    Kemudian dilanjutkan dengan kutipan
    For example, the first historian to write about ancient Egypt (apart from Moses) was Herodotus (c. 484–425 BC).
    Most records of early history were lost or distorted as a result of repeated foreign invasions (par. 517).
    Ancient peoples were not averse to making big assumptions to fill in the gaps (par. 193).
    Newton alludes to the Persian invasion of Egypt as an example. In 525–523 BC the Persians under Cambyses invaded Egypt and destroyed most of the historical records that the Assyrians and other previous nations had missed. The Egyptian priests were left to reconstruct most of their history from memory, and their efforts were not without guile.
    Newton explains, “After Cambyses had carried away the records of Egypt, the priests were daily feigning new kings, to make their gods and nation look more ancient” (par. 517). When Herodotus visited Egypt in the mid-fifth century BC, the priests had constructed a list of 341 Egyptian kings reigning some 11,340 years! Even Herodotus was dubious.
    Newton was particularly interested in Greek history because the Greeks were the first to record their history, and they connected many events to the Olympiads, which were held every four years. By pinning down important dates in Greece’s history, such as Jason’s expedition with the Argonauts, Newton believed he could easily connect this fixed date to events in other countries.
    Applying what he learned about the average length of a king’s reign, half of Greece’s recorded history before 700 BC evaporated! For example, the Trojan War and Argonaut expedition were much more recent than is usually assumed, Newton argued. He also found that other king lists, such as the list of Roman kings, had exaggerated the length of their reigns, and so the lists should be cut in half.

    Mari pertama sepakati satu hal dahulu:
    1. Newton bukan sejarawan. Dia seorang amatir pecinta sejarah. Artinya, dia gak bisa dipegang 100%. Kita harus lihat sumbernya.

    Kemudian aku tergelitik bertanya:
    Sudah pernah membaca bukunya Herodotus? Saya bisa meminjamkannya untukmu.
    Kalau kau membaca, kau akan tahu bahwa tidak semua yang ditulis Herodotus berarti Herodotus percaya yang ia tulis. Ia mencatat apa yang dikatakan orang sezamannya.

    Saya sendiri bingung. Saya tidak tahu 1800 tahun sejarah Yunani itu dihitung dari masa apa. Kalau dihitung dari masa Newton (abad 17 M) berarti 1 abad sebelum Masehi. Jelas hitungannya bukan masa Newton. Kalau dilihat dari masa Herodotus sendiri (abad 5 SM), jelas Herodotus tidak pernah mengklaim 1800 tahun. Jadi jelas gak ada klaim masa kekuasaan lebih tua atau sebangsanya. Bahkan kalau kau baca kisah-kisah di Herodotus, justru masa raja-raja itu banyak yang cukup pendek.

    Soal Perang Troya dan ekspedisi Jason Argonaut, setahuku bagian dari cerita yang dikarang Homer, bukan bagian dari catatan sejarah. Koreksi bila saya salah di sini. Walaupun begitu, ketika masa Herodotus, Herodotus berhasil mendapatkan versi berbeda dari Perang Troya. Herodotus sendiri memperkirakan Homer hidup 4 abad sebelumnya. Ingat.. 'memperkirakan' bukan 'mencatat'.



    Nah,
    untuk menentukan sebuah kisah itu terjadi atau tidak, tidak cukup hanya dari studi pustaka yang dilakukan oleh Newton. Ada yang namanya arkeologi. Seperti Perang Troya, walau sekarang sudah ada kota yang dianggap Troya, toh hasil penelitiannya ternyata mengejutkan karena Troya ternyata dibangun berulang-ulang. Jadi sekarang ditentukan yang mana yang Troya yang digambarkan oleh Homer.


    Justru yang saya bingung, kalau kita membaca sejarahnya Herodotus cukup jelas kok kalau dia merekam apa yang dikatakan orang padanya dan metode dia untuk mengritik berarti juga sebenarnya membuka kemungkinan orang lain untuk mengritiknya (dan dia udah banyak dikritik), kenapa hal yang sama tidak diterapkan pada kitab suci?

    Dan oh iya,
    Herodotus tidak punya raja.
    Dia berada di daerah perbatasan, jadi walau orang Yunani dan cenderung pro-Yunani, dia bertemu dengan banyak orang termasuk dari Mesir dan Persia. Jadi tidak ada kepentingan dia untuk mempromosikan raja-raja tertentu.
    Dan dari awal Herodotus gak punya kepentingan untuk menemukan kebenaran di antara kebohongan. Dia menyatakan 'Ini menunjukkan penyelidikan oleh Herodotus dari Halicarnassus, sehingga hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia tidak dilupakan di masanya, dan perbuatan-perbuatan menakjubkan, beberapa dilakukan oleh orang Yunani, beberapa oleh orang barbar, tidak kehilangan kejayaannya, termasuk yang mengakibatkan perang antar mereka'.


    Justru jujur aja, Slan.
    Penulis Kristen yang kau kutip itu tidak jujur.
    Ini kata-katanya sendiri:
    This confusion about ancient chronology has profound implications for us today. The ultimate goal in studying ancient dates, obviously, is accuracy; and accuracy demands that the dates coincide perfectly with Scripture.
    Perhatikan kata 'demands that the dates coincide perfectly with Scripture'.

    Bahkan Herodotus tidak seambisius penulis Kristenmu itu. Kata-kata Herodotus dalam memperkirakan kapan Homer hidup adalah, "tetapi menurut pendapatku Hesiod dan Homer hidup tidak lebih dari empat ratus tahun sebelumku". Tidak ada 'harus sesuai' atau semacamnya.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #24
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Oke, [MENTION=25]AsLan[/MENTION],

    kamu punya dua dosa di sini.
    Pertama: Kamu tidak menerjemahkan potongan tulisan tersebut.
    Kedua: Kamu tidak menyebutkan sumber tulisan tersebut, padahal ini bukan tulisanmu sendiri.

    Kutipan Aslan tersebut berasal dari buku berjudul How do We Know The Bible is True.


    Nah,
    aku sudah baca sekilas,
    dan jujur, Slan,
    tulisan yang kau kutip masih banyak salahnya.


    Kutipan ini misalnya?

    dengan keterangan dari sumber asli (di kutipanmu gak ada.. itu gunanya sumber asli dicantumkan):


    Kemudian dilanjutkan dengan kutipan




    Mari pertama sepakati satu hal dahulu:
    1. Newton bukan sejarawan. Dia seorang amatir pecinta sejarah. Artinya, dia gak bisa dipegang 100%. Kita harus lihat sumbernya.

    Kemudian aku tergelitik bertanya:
    Sudah pernah membaca bukunya Herodotus? Saya bisa meminjamkannya untukmu.
    Kalau kau membaca, kau akan tahu bahwa tidak semua yang ditulis Herodotus berarti Herodotus percaya yang ia tulis. Ia mencatat apa yang dikatakan orang sezamannya.

    Saya sendiri bingung. Saya tidak tahu 1800 tahun sejarah Yunani itu dihitung dari masa apa. Kalau dihitung dari masa Newton (abad 17 M) berarti 1 abad sebelum Masehi. Jelas hitungannya bukan masa Newton. Kalau dilihat dari masa Herodotus sendiri (abad 5 SM), jelas Herodotus tidak pernah mengklaim 1800 tahun. Jadi jelas gak ada klaim masa kekuasaan lebih tua atau sebangsanya. Bahkan kalau kau baca kisah-kisah di Herodotus, justru masa raja-raja itu banyak yang cukup pendek.

    Soal Perang Troya dan ekspedisi Jason Argonaut, setahuku bagian dari cerita yang dikarang Homer, bukan bagian dari catatan sejarah. Koreksi bila saya salah di sini. Walaupun begitu, ketika masa Herodotus, Herodotus berhasil mendapatkan versi berbeda dari Perang Troya. Herodotus sendiri memperkirakan Homer hidup 4 abad sebelumnya. Ingat.. 'memperkirakan' bukan 'mencatat'.



    Nah,
    untuk menentukan sebuah kisah itu terjadi atau tidak, tidak cukup hanya dari studi pustaka yang dilakukan oleh Newton. Ada yang namanya arkeologi. Seperti Perang Troya, walau sekarang sudah ada kota yang dianggap Troya, toh hasil penelitiannya ternyata mengejutkan karena Troya ternyata dibangun berulang-ulang. Jadi sekarang ditentukan yang mana yang Troya yang digambarkan oleh Homer.


    Justru yang saya bingung, kalau kita membaca sejarahnya Herodotus cukup jelas kok kalau dia merekam apa yang dikatakan orang padanya dan metode dia untuk mengritik berarti juga sebenarnya membuka kemungkinan orang lain untuk mengritiknya (dan dia udah banyak dikritik), kenapa hal yang sama tidak diterapkan pada kitab suci?

    Dan oh iya,
    Herodotus tidak punya raja.
    Dia berada di daerah perbatasan, jadi walau orang Yunani dan cenderung pro-Yunani, dia bertemu dengan banyak orang termasuk dari Mesir dan Persia. Jadi tidak ada kepentingan dia untuk mempromosikan raja-raja tertentu.
    Dan dari awal Herodotus gak punya kepentingan untuk menemukan kebenaran di antara kebohongan. Dia menyatakan 'Ini menunjukkan penyelidikan oleh Herodotus dari Halicarnassus, sehingga hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia tidak dilupakan di masanya, dan perbuatan-perbuatan menakjubkan, beberapa dilakukan oleh orang Yunani, beberapa oleh orang barbar, tidak kehilangan kejayaannya, termasuk yang mengakibatkan perang antar mereka'.


    Justru jujur aja, Slan.
    Penulis Kristen yang kau kutip itu tidak jujur.
    Ini kata-katanya sendiri:


    Perhatikan kata 'demands that the dates coincide perfectly with Scripture'.

    Bahkan Herodotus tidak seambisius penulis Kristenmu itu. Kata-kata Herodotus dalam memperkirakan kapan Homer hidup adalah, "tetapi menurut pendapatku Hesiod dan Homer hidup tidak lebih dari empat ratus tahun sebelumku". Tidak ada 'harus sesuai' atau semacamnya.
    Ok ok, kesalahan gw adalah membawa sebuah diskusi intern kristen keluar lingkup yg seharusnya.

    Kalau didalam lingkungan kristen maka pernyataan si penulis adalah jujur karena kita percaya bahwa kitab suci 100% benar.

    Tentu saat bicara diluar lingkup kristen, hal ini tidak boleh dibawa2.
    Sama dengan kepercayaan evolusi yg seharusnya jangan dibawa2 didalam science.

  5. #25
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Mengenai kritikan terhadap Kitab Suci, sudah banyak sekali, terutama di sebelum abad 19.
    Karena kitab suci banyak menulis tentang kota2 dan bangsa2 yg sudah tidak ada.
    Namun penggalian2 arkeologi menemukan bukti keberadaan kota2 dan bangsa2 itu, kebanyakan ditemukan di abad 19 keatas.

  6. #26
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Begitulah akibatnya kalo manusia saling berebut benar tapi ndak mau pake "otak" (rasio/logika). Ini dah sering saya singgung pada beberapa kesempatan (posting) terpisah, eksplisit maupun implisit.

    Padahal jelas bahwa benar-salah itu adalah (bentuk) logika. Logika biner, logika Boolean, logika dualistis, something like that, yg awalnya dipopulerkan scr luas oleh Aristoteles shg sering disebut juga sebagai "Logika Aristotelian", meskipun dlm perkembangannya terus mengalami "penyempurnaan" oleh para logicians setelahnya.

    Lha gimana mau ngomong "ini benar itu salah" kalo dasar logika benar-salah itu pun ndak mudheng bahkan ditabrak seenaknya.

    Pake "hati"? Niat dan kejujuran? Halagh! Kayak paranormal aja (sok2an) bisa baca isi hati orang lain. Bahkan ujung2nya "kejujuran" pun coba diukur pake "logika", pake ada premis segala, jujur menurut anu. Hadeuh!

    Emangnya ada istilah "benar hati" atau "hatinya benar"? Ndak ada. Adanya itu istilah "baik hati" atau "hatinya baik". Dan baik-buruk itu ranahnya berbeda dgn ranah benar-salah.

    Btw, memang ada apa dgn "salah"? Masalah? Kok kayaknya kata "salah" itu adalah kata paling menakutkan bagi manusia yak.



    ---------- Post Merged at 02:36 PM ----------

    Oops...sori OOT.
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  7. #27
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kemudian aku tergelitik bertanya:
    Sudah pernah membaca bukunya Herodotus? Saya bisa meminjamkannya untukmu.
    Kalau kau membaca, kau akan tahu bahwa tidak semua yang ditulis Herodotus berarti Herodotus percaya yang ia tulis. Ia mencatat apa yang dikatakan orang sezamannya.
    Makanya Kak, Herodotus juga selain disebut sebagai "Father of History" (karena salah satu orang pertama yang menulis secara sistematis) juga dikenal sebagai "Father of Lies" (karena bukunya banyak error dan penuh dengan imajinasi). Coba bandingkan dengan rekan sejawatnya seperti Thucydides. Masa Herodotus nulis kalau kuda nil benar-benar memiliki surai dan ekor berbulu seperti kuda karena ada kata "kuda"-nya? Aneh kan, Kak?

    Tulisan Newton tentang sejarah lebih bias lagi. Selain motifnya yang berbau heretis dan hanya pilah-pilah sumber saja. Newton juga sebenarnya menulis hal-hal kontroversial, seperti tentang ilmu sihir, penolakan tentang trinitas yang emosional, dan juga ramalan akan datangnya akhir bagi dunia di tahun 2060 nanti.

    Orang-orang seperti ini satu-satunya sumber yang layak dipercaya dan menapikkan tulisan orang lain? Kita harus mutlak "percaya kredibilitas orang2 semacam ini. (karena) Mereka hidup dimasa lalu sehingga mungkin memiliki data2 yg relatif belum terlalu menyimpang."?

    you can also find me here

  8. #28
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Gak ingat yang kuda nil.. tapi aku ingat gambaran tentang Afrikanya (dalam pengertian Afrika = selain Mesir, Libya dkk.. alias ke selatan) cukup bikin senyum-senyum.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #29
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dan brown itu penulis fiksi, kita tahu karena kita sejaman dengannya.
    Tapi kalau 2000 tahun lagi penggalian arkeologi menemukan sepotong kertas tulisan dan brown tentang yesus, hal itu bisa jadi masalah.
    Untuk sampai bisa kejadian seperti itu perlu ada bencana besar yang menghapus semua memori kolektif manusia seluruh dunia berikut catatan-catatan yang ada... padahal Aslan sendiri setuju...

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ya, ahli sejarah masa depan punya lebih banyak catatan2 yg bisa diselidiki dan dibandingkan.
    ***

    Tapi iseng-iseng yuk kita praktekkan ilmu sejarah kita... kita proyeksikan apa yang terjadi di masa depan berdasarkan skenario Aslan di atas...

    ... tersebutlah di tahun 5012, Roma disulitkan oleh suatu gerakan sekte ekstrim yang rutin mengadakan serangan bom bunuh diri atau tindakan-tindakan teror lainnya. Kelompok ekstrimis ini menolak ajaran gereja yang menurut mereka menyimpang dari ajaran kristen sejati. Meski sudah bekerjasama dengan berbagai pihak, Roma tetap tidak bisa menumpas tuntas kelompok teroris ini karena mereka bekerja dalam sel-sel kecil yang independen dan tersebar di seluruh dunia.

    Roma sudah pernah mencoba melakukan pendekatan dialogis dengan sekte teroris ini, tapi selalu berakhir buntu. Pada intinya kelompok garis keras ini secara tegas menolak praktek pernikahan yang dilakukan oleh para imam gereja, dari tingkat Paus sampai ke pastur-pastur yang bertugas di pedalaman. Roma sudah berusaha meyakinkan, bahwa dalam injil Brownies dalam Neo New Testamen yang ditulis oleh Rasul Dan Brown tiga ribu tahun sebelumnya, Yesus digambarkan sebagai seorang suami pengasih yang sangat menyayangi istri dan anak-anaknya. Dengan demikian, adalah ajaran gereja untuk menikah dan berkeluarga, serta menjadi kepala keluarga yang pengasih. Hal ini sangat sesuai dengan naluri dasar manusia untuk mencari ketentraman dalam kehidupan berumah tangga.

    Sayangnya sekte ini tetap menolak. Mereka berkeras bahwa Yesus tidak pernah menikah dan para imam juga tidak selayaknya menikah. Namun Roma mengatakan bahwa mereka berpegang pada versi injil yang tidak diakui oleh otoritas gereja, yang setelah diteliti merupakan hasil karya fiksi berusia lima ribu tahun, yang untungnya berhasil diluruskan oleh Rasul Dan Brown dua ribu tahun kemudian.

    Namun demikian Roma yakin bahwa perlahan-lahan sekte ini akan berhasil ditumpas atau bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

    ***

    Jadi begitulah bayangan saya bila kelak sekeping naskah Dan Brown ditemukan seribu tahun dari sekarang dan tidak ada sejarawan yang bisa menentukan nilai dari naskah tersebut...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #30
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Err.. kenapa bisa jadi masalah? Tinggal google Dan Brown. Oh, novelist toh..

  11. #31
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Dan brown cuma buat contoh.

    Maksudnya, penggalian arkeologi serinkali menemukan sebuah manuskrip yg sangat kuno yg menceritakan suatu hal.

    Nah darimana kita tahu manuskrip itu menceritakan sebuah fiksi atau kenyataan ?

    Disitu butuh sebuah penelitian yg mendalam dsn sulit.

    Jadi, Danbrown2 di masa lalu bisa atau punya porensi membengkokkan persepsi sejarah dimasa kini.

  12. #32
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Perbedaan yg 10 tahun dan 100 tahun sudah diketahui penyebabnya yaitu kebohongan si penulis yg berusaha membuat promosi bagi raja masing2.
    Syukurlah kalo sudah diketahui alasan perbedaannya.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kalo ngomong masalah prejudice, justru Evolutionis lah yg paling parah, hasil penelitian ditetapkan terlebih dahulu, pembuktian belakangan, kalau perlu maalah bikin tipu2 buat bukti palsu, mirip srperti para ilmuwan jaman mesir.

    Beda dengan christian scientist, yg harus selalu jujur karena kejujuran dan kebenaran adalah jalan hidupnya.

    Maka kesulitan para christian scientist ini salah satunya adalah menemukan kebenaran diantara begitu banyak kebohongan, tetutama kebohongan para atheis yg menyamar sebagai scientist dan berusaha mempromosikan kepercayaannya di dunia science.
    Christian scientist justru lebih parah. Dengan embel-embel christian, dia sudah punya modal awal yg diyakini benar, yaitu Bible. Tidak mungkin seorang christian scientist mengambil kesimpulan yg bertentangan dgn Bible, meskipun fakta empirisnya menunjukkan pertentangan.

    Ane sudah sering cerita bahwa "keimanan" dunia sains adalah keraguan, "syari'ah"nya adalah empirisme, dan "tuhan"nya adalah perubahan.

  13. #33
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Untuk sampai bisa kejadian seperti itu perlu ada bencana besar yang menghapus semua memori kolektif manusia seluruh dunia berikut catatan-catatan yang ada... padahal Aslan sendiri setuju...
    Ada, Kak! Sekitar 6000 tahun lalu bumi tercipta dan peradaban langsung dimulai setelahnya, 2000 tahun kemudian terjadi bencana katastrofik Banjir Besar yang menghancurkan peradaban yang dibangun sebelumnya, banjir besar yang sanggup merendam gunung paling tinggi sekalipun. Jadinya segala catatan dan memori kolektifnya direset kembali.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Tapi iseng-iseng yuk kita praktekkan ilmu sejarah kita... kita proyeksikan apa yang terjadi di masa depan berdasarkan skenario Aslan di atas...

    ... tersebutlah di tahun 5012...
    Kita kan tidak boleh meragukan kredibilitas Newton. Karenanya, proyeksi apapun tentang masa depan, akan terpotong di tahun 2060. 5012, kejauhan kali yah Kak.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dan brown cuma buat contoh.

    Maksudnya, penggalian arkeologi serinkali menemukan sebuah manuskrip yg sangat kuno yg menceritakan suatu hal.

    Nah darimana kita tahu manuskrip itu menceritakan sebuah fiksi atau kenyataan ?

    Disitu butuh sebuah penelitian yg mendalam dsn sulit.

    Jadi, Danbrown2 di masa lalu bisa atau punya porensi membengkokkan persepsi sejarah dimasa kini.
    Kita beruntung banget dong yah, Kak? Untung lah kuda nil belum punah, jadi catatan kuno Herdotus yang menceritakan ttg kuda nil bisa kita verifikasi tanpa perlu penelitian yang mendalam dan sulit.

    Etapi, kalau begitu, Herodotus bisa masuk kategori "Danbrown2 di masa lalu"-nya dong? Aku jadi bingung, Kak.
    you can also find me here

  14. #34
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dan brown cuma buat contoh.

    Maksudnya, penggalian arkeologi serinkali menemukan sebuah manuskrip yg sangat kuno yg menceritakan suatu hal.

    Nah darimana kita tahu manuskrip itu menceritakan sebuah fiksi atau kenyataan ?
    Disitu butuh sebuah penelitian yg mendalam dsn sulit.

    Jadi, Danbrown2 di masa lalu bisa atau punya porensi membengkokkan persepsi sejarah dimasa kini.
    Kalau tidak bisa tahu apakah sebuah kisah kuno adalah fiksi atau kenyataan, ya tidak apa-apa ... kecuali bagi orang-orang tertentu yang bersemangat sekali untuk membandingkan segala sesuatu melawan kitab suci dengan pra-asumsi bahwa kitab suci 100% benar, kebenaran sejarah kadang tidak sepenting pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah itu.

    Kita mengenal dua hal, yaitu sejarah dan mitos, yang kadang kita tidak punya bahan yang cukup untuk menentukan apakah sebuah cerita masa lalu berupa kenyataan atau fiksi.

    Misalnya kisah perang Troya, apakah itu kenyataan, fiksi, atau fiksi yang sebagiannya didasari kenyataan? Selamanya ini akan jadi perdebatan. Apakah betul para prajurit Agamemnon masuk ke dalam kuda kayu, atau sesungguhnya mereka menyamar jadi prajurit berkuda Troya (Trojan Horses - nama kesatuan kavaleri Troya) yang pura-pura melarikan diri dikejar pasukan musuh sehingga Troya terpaksa membuka pintu gerbang dan membiarkan mereka masuk? Kelaziman dan kewajaran membuat kita lebih percaya pada versi kedua, tapi versi pertama adalah cerita yang asyik untuk didengar. Pelajarannya? Oh, banyak sekali, misalnya soal kepercayaan, kehati-hatian, kesetiaan, dan lain-lain.

    Saya tidak percaya bahwa sejarawan tidak memiliki kelengkapan ilmu atau alat untuk mereka tingkat kebenaran sebuah cerita. Itulah gunanya mereka kulilah ilmu sejarah selama bertahun-tahun.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Mengenai Julius Caesar, yg gw maksud itu manuskrip original yg masih tersisa, sangat sedikit.
    Yg banyak adalah tulisan2 tentang Julius Caesar yg sudah ditulis ulang oleh para penulis secara berantai, copy mengcopy.
    Dan yang saya maksud adalah Julius Caesar menulis dua memoar yang sangat terkenal, dijadikan rujukan sejak kematiannya dan bertahan sampai sekarang, yaitu Commentarii de Bello Gallico dan Commentarii de Bello Civili yang masing-masing berjumlah delapan dan tiga jilid, yang satu jilidnya sekitar sepuluh ribu kata (tergantung bahasa yang dipakai, terjemahan Bahasa Inggris-nya sebanyak kira-kira lima belas ribu kata). Hardly manuskrip yang tinggal sedikit atau tidak populer di kalangan sejarawan... bahwa sekarang banyak fiksi soal Julius Caesar mulai dari "Caesar & Cleopatra"-nya William Shakespeare sampai "The old Julius"-nya Goscinny-Uderzo di serial Asterix, tidak berarti kita tidak cukup tahu banyak versi yang paling sahih dari kehidupan orang satu itu...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •