Kurikulum internasional yang paling populer di sekolah-sekolah nasional plus di Indonesia adalah International Baccalaureate (IB) dan Cambridge International Examinations (CIE).
Walaupun mahal dan mengharuskan pelatihan karyawan yang rutin, kedua kurikulum internasional ini memiliki keuntungan karena menilai siswa secara eksternal, khususnya pada tingkatan SMU sehingga meyakinkan para orang tua, siswa dan karyawan mengenai jaminan standar internasional dalam proses pembelajaran dan pengajaran.
Para siswapun memiliki akses untuk memasuki universitas di luar negeri yang lebih cenderung memilih siswa yang sudah memiliki hasil penilaian tersebut. Sejumlah sekolah nasional plus bahkah sudah memulai program persiapan universitas yang disponsori oleh perguruan tinggi lokal dan luar negeri bagi para siswa sekolah menengah yang ingin mendapatkan kredit di jurusan tersebut.
Ada juga beberapa sekolah di Indonesia yang mendapatkan akreditasi dari IB dan CIE namun tidak menjadi anggota ANPS.
VARIASI SISTEM DAN ATAU KURIKULUM PENDIDIKAN
Sistem pendidikan yang digunakan oleh suatu negara dan/atau kurikulum yang ditawarkan oleh badan akreditasi, menggunakan jenjang pendidikan dan istilah yang berbeda untuk setiap jenjang pendidikannya.
Tabel berikut menunjukkan perbandingan beberapa sistem atau kurikulum pendidikan.
Keterangan singkatan :
- IB = International Baccalaureate
- PYP = Primary Years Program; MYP = Middle Years Program; DP = Diploma Program
- CIPP = Cambridge International Primary Program (Inggris, Matematika, Sains)
- CLSP = Cambridge Lower Secondary Program
- IGCSE = International General Certificate of Secondary Education
- CI A levels = Cambridge International A level examination
- Program CI A levels dan DP dinilai secara eksternal pada akhir kelas 12
Di beberapa sekolah, penyebutan SMP kelas 1, 2,3 ataupun SMU kelas 1,2,3 juga tampaknya saat ini sudah mulai bergeser dan berganti dengan penyebutan kelas 7, 8, 9 serta kelas 10, 11 dan 12.
Beberapa SMU Nasional Plus memberikan pilihan untuk tidak perlu mengikuti Ujian Nasional jika siswa tersebut tidak ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi di Indonesia.
STRUKTUR BIAYA SEKOLAH
Pada umumnya, sekolah-sekolah swasta di Indonesia hanya mengenal 2 jenis biaya, yaitu uang pangkal yang dibayarkan di awal suatu jenjang pendidikan serta uang sekolah yang dibayar bulanan. Tidak demikian halnya dengan struktur biaya sekolah di sekolah-sekolah nasional plus.
Untuk uang pangkal saja, ada berbagai variasi yaitu:
- Uang pangkal dalam mata uang asing, umumnya dolar Amerika dengan nilai tukar yang sudah ditentukan besarnya ataupun mengikuti nilai tukar di pasaran.
- Uang pangkal yang dibayar per tahun
- Uang pangkal tahun pertama yang berbeda dengan tahun-tahun berikutnya – terutama untuk jenjang sekolah menengah
- Uang pangkal yang besarnya bervariasi tergantung pada hasil tes penerimaan siswa
- Tidak ada komponen uang pangkal karena sudah digabung dengan komponen uang sekolah
Uang sekolah pun ada yang bisa dibayar per bulan, per triwulan, sekaligus 1 tahun, bahkan sekaligus lunas sampai jenjang pendidikan tersebut selesai (6 tahun untuk SD atau 3 tahun untuk SMP dan SMU). Umumnya mereka yang membayar sekaligus tersebut akan mendapatkan insentif berupa diskon uang sekolah. Ada juga sekolah yang menerapkan kombinasi uang sekolah yang harus dibayar dalam rupiah dan Dolar Amerika.
Dirangkum dari berbagai sumber
© JMA 2008 for www.BeingMom.org
http://beingmom.org/2008/02/apa-itu-...nasional-plus/
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote
