Akhir tahun lalu, Pak Nurlan, atau yang dikenal dengan nama samarannya, Martin Aleida, salah satu aktivis Lekra yang selamat dan tidak ikut dikirim ke Pulau Buru, mendapatkan penghargaan Akademi Jakarta 2013 atas keputusan Dewan Juri yang memang diamanahkan untuk memilih pemenangnya. Penghargaan tersebut ditujukan untuk mereka yang berusia lima puluh tahun ke atas yang dinilai melakukan pengabdian sepanjang hayat untuk bidang humaniora (seni, sastra, filsafat, bahasa, teologi,dll).

Menjelang pelaporan keputusan dewan juri kepada Akademi Jakarta, ada usulan untuk menambahkan pemenang lain karena dalam sejarahnya pernah ada dua pemenang. Laporan ini kemudian diserahkan pada Akademi Jakarta dan dibahas hanya oleh lima anggota Akademi Jakarta.

Rapat pembahasan yang hanya dihadiri oleh lima anggota Akademi Jakarta tersebut membatalkan nama Martin Aleida dan hanya menerima pemenang satunya. Dewan Juri melakukan protes dan meminta agar nama mereka tidak dicantumkan sama sekali bila Akademi Jakarta bersikukuh menganggap Martin Aleida tidak pantas menerima penghargaan.


Sumber:
1. curcol salah satu dewan juri yang sekarang akunnya hilang atau mungkin diproteksi
2. http://boemipoetra.wordpress.com/201...ng-tahun-2013/