-
Di Indonesia umumnya orang ingin sekolah terus mungkin hingga S3, entah utk apa, tapi umumnya gengsi. Seorang calon presiden pun perlu S3 dlm 1,5 tahun (S3 tercepat yg ane pernah tahu). Menurut ane, S3 lebih diperuntukkan utk riset. Orang yg lulus S3 adalah orang yg memiliki legitimasi utk melakukan riset. Karena utk lulus S3 selalu melalui ujian riset. Tidak dgn S1 atau S2. Program tsb bisa meluluskan seseorang tanpa perlu ujian riset.
Menurut ane, sekolah tinggi yg perlu diperbanyak di Indonesia adalah politeknik, bukan universitas. Mengapa? Karena orientasi orang Indonesia umumnya adalah lulus sekolah utk menjadi pekerja. Tapi sayangnya, keinginan tsb juga dibungkus oleh gengsi. Lulusan universitas lebih bergengsi dibandingkan politeknik. Kurikulum universitas lebih banyak kandungan teori dibandingkan praktek. Pada politeknik, praktek mendapatkan porsi 60% lebih. Karena itu politeknik sangat cocok bagi yg bercita-cita mau bekerja setelah lulus kuliah. Hal yg sama juga terjadi pada level sekolah menengah. Orang tua lebih senang anaknya masuk SMA dibandingkan SMK (dulu SMEA dan STM). Padahal tuntutan akhirnya adalah menjadi pekerja. Salah kaprah seperti inilah yg akhirnya menghasilkan (istilahnya) pengangguran-pengangguran intelektual. Inginnya menjadi pekerja, tetapi sistem pendidikannya tidak mendukungnya menjadi pekerja.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules