Pada kesempatan kali ini saya mau ngeposting lagi salah satu tokoh terkenal yaitu Rudolf Julius Emanuel Clausius, sebut saja Clausius. Clasuius lahir di Prusia (Polandia) pada tanggal 2 Januari 1822. Pada tahun 1848 ia melakukan disertasi yang menerangkan bahwa “birunya langit dan merahnya magrib saat turun matahari pada suhu seleksi terjadi karena pantulan dari bermacam-macam gelombang cahaya oleh partikel-partikel.”
Selain ahli dalam fisika teori, Clausius juga ahli dalam fisika murni. Dalam hal ini ia menerapkan matematika untuk membuat teori yang dapat menerangkan hasil pengamatan dan eksperimen yang dilakukan orang lain.
Pada tahun 1850 Rudolf Clausius juga menemukan “Entropi” dan “Hukum Termodinamika II”. Yang dimaksud dengan entropi adalah suatu ukuran banyaknya kalor atau energi yang tidak dapat diubah menjadi usaha. Atau sering juga dinamakan sebagai keseimbangan dalam termodinamika.
Hukum Termodinamika II
“Panas tidak dapat berpindah dengan sendirinya dari badan yang lebih dingin ke badan yang lebih panas”
Dalam hal ini kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah sebaliknya (dari benda bersuhu rendah ke tinggi)
Selain Entropi dan Hukum Termodinamika II, Clausius mengemukakan tentang “Teori Elektrolisis”. Dalam teori elektrolisis dinyatakan bahwa “penguraian zat cair dengan aliran listrik terjadi secara searah.” Menurutnya bahwa atom-atom molekul selalu bertukar dan gaya listrik hanya mengarah pertukaran tersebut. Hal ini sama dengan apa yang pernah diteliti oleh ilmuwan lain, siapakah dia? Dia adalah Michael Faradaydengan hukumnya yang terkenal tentang yaitu “Hukum Faraday.”
sumber http://julianurrajak.blogspot.com/20...manuel_20.html