Mengubah Kalender

Kalender atau penanggalan pertama dibuat orang dgn membagi tahun menjadi dua belas bulan. Walaupun demikian, sebuah masalah timbul. Satu tahun sama dgn waktu yg digunakan bumi untuk beredar mengelilingi matahari sebanyak satu kali. Jangka waktu yg diperlukan lebih kurang 365 ¼ hari. Satu bulan menurut perhitungan peredaran bulan sama dgn jangka waktu sejak bulan baru terbit sampai waktu terbit berikutnya. Jangka waktu yg diperlukan untuk satu kali masa terbit kurang sama dengan 291/2 hari. Maka dua belas bulan berjumlah lebih kurang 354 hari. Ini berarti sebelas hari lebih pendek dari satu tahun.
Kadang kala orang menambah jumlah hari atau jumlah bulan untuk menjaga agar kalender tetap sesuai dengan musim di benua Eropa. Namun kadang kala mereka tidak peduli sama sekali. Penanggalan orang romawi kuno mempunyai sepulah bulan. Tahun yg diawali bulan Maret dan berakhir pada bulan Desember itu hanya memiliki 304 hari. Hari-hari lain mereka abaikan sama sekali.

Di kemudian hari, orang Romawi menambahkan dua bulan lagi agar kalender menjadi lebih baik. Walaupun demikian, pada waktu pemimpin besar orang Romawi, Julius Caesar, mulai berkuasa, kalender itu ketinggalan sebanyak 90 hari apabila dibandingkan dengan musim di benua Eropa. Caesar lalu memerintahkan agar disusun sebuah kalender baru. Narnun agar kalender sesuai kembali dengan musim, pertama-tama ia harus memerintahkan untuk menjadikan tahun itu berjumlah 445 hari. Akibatnya, orang Romawi menamakan tahun itu “tahun kacau balau”.

Menurut kalender yang disusun untuk Julius Caesar, ada 365 hari dalam satu tahunnya. Agar kalender tetap sesuai dengan musim di sana, empat tahun sekali ditambahkan satu hari. Penambahan hari, ini masih dilakukan sarnpai sekarang. Tahun yang mendapat tambahan satu han atau yang habis dibagi dengan empat dinamakan tahun kabisat.

Mengapa tahun itu dinamakan “tahun kabisat”? Alasannya ialah karena pada tahun kabisat jumlah hari dalam tahun itu ditambah satu. Pada tahun-tahun biasa hari libur tertentu, seperti misalnya tanggal 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Indonesia, mundur satu han setiap tahunnya. Tetapi pada tahun kabisat, bulan Februari rnendapat tambahan satu hari. Akjbatnya, semua hari libur tertentu yang ada dalam bulan setelah Februari jatuh dua hari kemudian dibandingkan tahun sebelunlnya. Kalender “mundur” satu tian.

Kalender ciptaan Julius Caesar yang dinamakan kalender Julianus ini sangat tepat. Namun rata-rata satu tahun kelebihan sebelas menit. Lebih kurang empat ratus tahun yang lalu kesalahan kecil itu menumpuk menjadi sepuluh hari ! Nah, sudah tibalah saatnya untuk memperbaiki kalender sekali lagi.

Pada tahun 1582 Paus Gregorius XIII
memerintahj agar kesalahan itu diperbaiki. Maka tanggal 5 Oktober tahun tersebut diubah menjadi tanggal 15. Untuk mencegah terulangnya kesalahan yang sama, diputuskan bahwa tidak semua tahun yang habis dibagi dengan 100, misalnya tahun 1600, 1700 dan sebagainya, dijadikan tahun kabisat Tahun-tahun yang habis dibagi empat ratus sajalah yang akan menjadi tahun kabisat.
Karena masalah agama, tidak semua negara menerima kalender baru yang sekarang dinamakan kalender Gregorius. Selama ratusan tahun




Baraya KM yg ingin menulis di sini dipersilahkan, syaratnya sesuai tanggal sekarang

SIAPA YG LAHIR 1 JANUARI?

PERISTIWA 1 JANUARI ?