Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 69

Thread: Apa asal mula pengharaman sesuatu dalam agama?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672

    Apa asal mula pengharaman sesuatu dalam agama?

    Gegara topik AsLan ttg pelacur, ane jadi penasaran kenapa agama melarang/mengharamkan pelacuran. Googling sana sini, eh ane kecantol sama pengharaman daging babi. Agama Yahudi mengharamkan daging babi karena katanya unclean. Dalam kitab sucinya dikatakan: ( http://en.wikipedia.org/wiki/Religio...mption_of_pork )

    And the pig, because it has a cloven hoof that is completely split, but will not regurgitate its cud; it is unclean for you. You shall not eat of their flesh, and you shall not touch their carcasses; they are unclean for you.
    —Leviticus 11:7-8
    And the pig, because it has a split hoof, but does not chew the cud; it is unclean for you. You shall neither eat of their flesh nor touch their carcass.
    —Deuteronomy 14:8


    Karena Kristen juga memakai kitab Yahudi sebagai kitab sucinya - CMIIW, otomatis Kristen juga mengharamkan daging babi. Islam juga mengharamkan daging babi, tapi tidak menyebutkan alasannya seperti kitab Yahudi tsb.

    He has made unlawful for you that which dies of itself and blood and the flesh of swine and that on which the name of any other than Allah has been invoked. But he who is driven by necessity, being neither disobedient nor exceeding the limit, then surely, Allah is Most Forgiving, Merciful.
    —Quran, Al-Baqara 2:173


    Jadi, dlm agama Yahudi, daging babi diharamkan karena tidak bersih. Meski tidak dijelaskan bagaimana tidak bersihnya. Sedangkan dalam Islam tidak dijelaskan, pokoknya haram, titik, kecuali ente butuh utk bertahan hidup, bolehlah ente makan sepotong dua tiga empat potong, asal jangan kekenyangan.

    Bagaimana dengan pelacuran, apakah ada alasan pengharamannya seperti pada daging babi? Misalnya mungkin karena penyakit kelamin, dst? Ane bertanya karena ane masih belum ketemu selagi googling.


  2. #2
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Persundalan itu 'merusak' kesucian dari org yg melakukannya.
    Agama Yahudi mnyebut persundalan sbg 'kejahatan' dan menjadi lambang dari ketidaksetiaan seorang perempuan pd penciptaNya.

    Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum.

    Namun begitu, di Israel dahulu memang hidup mreka yg profesinya sbg PSK.
    Mreka dianggap sbg orang berdosa dan warga kelas 2.

    --------

    Kl makan babi itu bagi agama Yahudi adl 'kejijikan' (unclean).
    Walau bgitu, Taurat tidak mngatur hukuman bagi mreka yg makan babi (atau binatang haram lainnya).
    Larangan makan babi/binatang haram itu hanya skadar pembeda saja antara Israel dg bangsa lainnya.

  3. #3
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Ok. Ini mungkin larangan pelacuran dalam agama Yahudi:

    None of the daughters of Israel shall be a kedeshah, nor shall any of the sons of Israel be a kadesh.
    You shall not bring the hire of a prostitute (zonah) or the wages of a dog (kelev) into the house of the Lord your God to pay a vow, for both of these are an abomination to the Lord your God.
    (Deuteronomy 23:18-19)


    Ini seperti larangan daging babi dalam Islam, tanpa alasan yg jelas, selain perintah tuhan.

  4. #4
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ok. Ini mungkin larangan pelacuran dalam agama Yahudi:

    None of the daughters of Israel shall be a kedeshah, nor shall any of the sons of Israel be a kadesh.
    You shall not bring the hire of a prostitute (zonah) or the wages of a dog (kelev) into the house of the Lord your God to pay a vow, for both of these are an abomination to the Lord your God.
    (Deuteronomy 23:18-19)


    Ini seperti larangan daging babi dalam Islam, tanpa alasan yg jelas, selain perintah tuhan.
    Krn kita bicara soal hukum Tuhan, maka kita bicara soal konteks rohaniah.

    Persundalan adalah lambang ketidaksetiaan dan merusak kesucian dari orang yg mlakukannya.
    Mengapa itu jangan dilakukan?
    Krn mdatangkan kutuk/hukuman.

    Itulah konteks rohani.

    Kl dokter mhimbau utk tidak mlakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan, itu lebih ke alasan medis krn risiko tertular penyakit kelamin.
    Kl psikolog mhimbau utk tidak mlakukan hubungan seks bganti-ganti pasangan, itu lebih ke alasan psikologis krn risiko degradasi kepuasan seksual.
    Kl Tuhan mlarang hubungan seks bganti-ganti pasangan, itu lebih ke alasan rohani krn risiko kutuk.

    Bisa ga alasannya interchangeable?
    Ya bisa saja.
    Bisa aja Tuhan mlarang krn juga risiko medis dan risiko psikologis.
    Namun kl konteksnya rohani, maka mainly alasannya rohani juga.

    --------

    Kl tentang makanan haram, itu memang hanya alasan pembedaan.
    Dalam hukum Taurat, makan makanan haram itu tidak menajiskan dan tidak membuat dosa shg tidak ada hukuman dan tidak diatur bagaimana penebusannya.

    Maka itulah Yesus Kristus pernah berkata:

    Mat 15:11
    Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.


    Setelah Injil diberitakan pada bangsa-bangsa non-Yahudi, maka larangan makan makanan haram menjadi tidak relevan krn tidak perlu lagi ada pembedaan antara orang Yahudi dg non-Yahudi.

    Ini ayatnya:

    Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.
    Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.


    Taurat mjelaskan mengapa binatang diharamkan, bukan terutama krn alasan medis tetapi krn alasan pembedaan dg bangsa lain.

  5. #5
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681

    i'd like to know too khususnya yang tentang makanan

    makanan kotor mah banyak, bahkan yang berdampak 'negatif' dari segi persiapan juga, segala jenis makanan juga punya potensi itu
    sapi dengan madcow diseasenya
    ayam dengan avian flunya
    babi dengan swine flunya
    ikan dengan level merkurinya yang relatif lebih tinggi dbandingkan dengan yang lain2
    sayur mayur maupun makanan apa aja juga bisa terkontaminasi salmonella ato e.co-li

    makanan yang dipersiapkan dengan bersih, dimasak dengan matang misalnya, harusnya ga papa. kenapa melarang jenis2 tertentu aja? bahwa orang lain memakannya dan sehat2 aja, that should say something

    kalo tentang pelacuran lah dll, itu saya masih bisa mengerti kenapa diharamkan.

  6. #6
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Jujur.. aku masih penasaran dengan Babi.

    apalagi yang di Islam.. gak ada penjelasan sama sekali.
    Apa karena mengikuti aturan Yahudi yang seperti kata Casanova, pembeda antara Yahudi dan bangsa lain. Jadi politik identitas.
    Ataukah karena jorok.. biasanya kebanyakan sih menganggapnya ini.

    Atau...
    *uhuk*
    justru malah untuk memastikan babi ada hingga akhir zaman? (teori ngaco ala gue )
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  7. #7
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    jadi kitab di agama Yahudi dan Islam saling menjelaskan gitu?
    *teori ngawur

    Saya juga pas ditanya teman bingung jawabnya gimana. Malahan teman itu sendiri yang akhirnya berteori berdasar medis bahwa karena gen babi dan manusia nyaris sama, maka pencernaan manusia tidak bisa mengenali saat daging babi masuk ke lambung, dikira bagian dari tubuh manusia juga, sehingga susah dicerna.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  8. #8
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    jadi kitab di agama Yahudi dan Islam saling menjelaskan gitu?
    *teori ngawur

    Saya juga pas ditanya teman bingung jawabnya gimana. Malahan teman itu sendiri yang akhirnya berteori berdasar medis bahwa karena gen babi dan manusia nyaris sama, maka pencernaan manusia tidak bisa mengenali saat daging babi masuk ke lambung, dikira bagian dari tubuh manusia juga, sehingga susah dicerna.
    Untuk yang susah dicerna, kurasa nggak.
    Bila iya, bakal banyak pemakan babi yang sakit perut dong.

    Tapi emang ada beberapa gen babi dan manusia yang sama.
    Yang jelas katup jantung babi itu cocok untuk menggantikan katup jantung manusia.

    Makanya aku bikin teori ngaco, "demi mempertahankan babi hingga akhir zaman"


    Tapi jujur aja, semua pasti ada alasan,
    bahkan bila agama tersebut ternyata buatan manusia.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #9
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    yahudi ato islam maupun christianity kan sama2 agama abrahamic, jadi masuk akal aja kalo saling overlap
    cuman, ya itu, alasannya ga gitu jelas buatku kalo cuman sekedar perintah tuhan, dan itu titah terakhir, ya udah. memang i have nothing to say tapi buat yang pake segala macem alasan untuk justifikasi, nah ini yang lucu

    lain dengan versi lain (alias versi rujak buddhism dan taoism) yang pernah kudengar, bbrp kali saya mendengar orang yang menghindari daging sapi, karena sapi dianggap sudah sangat berguna pada manusia (membajak tanah dll), jadi alasannya lebih ke alasan 'etos'. mirip2 orang vegan lah, itu saya masih lebih bisa terima. at least itu yang pernah kudengar dari seorang wanita tua. tapi anaknya pula berargumen, 'jaman skarang orang bajak tanah pake traktor, bukan sapi', jadi udah ga relavan. ngakak juga sih saya denger dialog mereka

  10. #10
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    yahudi ato islam maupun christianity kan sama2 agama abrahamic, jadi masuk akal aja kalo saling overlap
    cuman, ya itu, alasannya ga gitu jelas buatku kalo cuman sekedar perintah tuhan, dan itu titah terakhir, ya udah. memang i have nothing to say tapi buat yang pake segala macem alasan untuk justifikasi, nah ini yang lucu
    betol
    boleh dibilang ajarannya serumpun
    krn dari garis inspirator yng sama, yakni Abraham/Ibrahim


    lain dengan versi lain (alias versi rujak buddhism dan taoism) yang pernah kudengar, bbrp kali saya mendengar orang yang menghindari daging sapi, karena sapi dianggap sudah sangat berguna pada manusia (membajak tanah dll), jadi alasannya lebih ke alasan 'etos'. mirip2 orang vegan lah, itu saya masih lebih bisa terima. at least itu yang pernah kudengar dari seorang wanita tua. tapi anaknya pula berargumen, 'jaman skarang orang bajak tanah pake traktor, bukan sapi', jadi udah ga relavan. ngakak juga sih saya denger dialog mereka
    klo alasan yng mirip ini seh ada jg
    gak perlu justifikasi dari agama

    anjing misalnya
    bagi sebagian masyarakat barat (baca amrik/eropa) jg enggan memakan dagingnya
    bukan karena kepercayaan yng dianutnya yng melarangnya, tapi hanya karena gak tega
    krn terbiasa dipelihara dan sudah dianggap sbg bagian dari keluarga.
    Last edited by pasingsingan; 31-12-2013 at 03:53 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  11. #11
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by engkong Pasing
    namun ada clue jg di quran yng mengatakan "makanlah makanan yng bersih dan baik untukmu"
    nah, dng kemajuan iptek spt saat ini, apakah secara fisik babi sudah berada di zona tsb?
    diperlukan fatwa kontemporer (baca keluwesan) untuk memahami persoalan itu
    Ok. Kayaknya jelas bahwa kitab suci (samawi) mengaitkan pengharaman daging babi dengan ketidakbersihan. Dari sudut pandang ane, jelas, bahwa ajaran tsb sifatnya situasional. Pesannya adalah jauhkan ketidakbersihan. Jika ketidakbersihan tsb dapat diatasi, seharusnya pengharaman tsb tidak berlaku lagi. Mengapa ketidakbersihan harus dijauhi? Bisa jadi karena dekat dgn penyakit, menjijikkan, dll.

    Quote Originally Posted by cicih ndugu
    lain dengan versi lain (alias versi rujak buddhism dan taoism) yang pernah kudengar, bbrp kali saya mendengar orang yang menghindari daging sapi, karena sapi dianggap sudah sangat berguna pada manusia (membajak tanah dll), jadi alasannya lebih ke alasan 'etos'. mirip2 orang vegan lah, itu saya masih lebih bisa terima. at least itu yang pernah kudengar dari seorang wanita tua. tapi anaknya pula berargumen, 'jaman skarang orang bajak tanah pake traktor, bukan sapi', jadi udah ga relavan. ngakak juga sih saya denger dialog mereka
    Nah itu dia. Ini yg ane bilang ajaran tsb sifatnya situasional. Di balik itu, ada pesan yg sifatnya universal, tapi faktor tuhan menutup umatnya utk melihat pesan yg universal tsb. Ini yg ane bilang sbg dampak negatif dari memperkenalkan konsep tuhan. Mungkin pada masa itu, sapi sangat dibutuhkan utk pertanian, apalagi kalo masyarakatnya agraris, sangat logis ajaran agamanya mengharamkan daging sapi. Ketika sapi sudah tergantikan dengan traktor, seharusnya tidak ada lagi alasan utk melarang makan daging sapi.

    Quote Originally Posted by mas/mbak Casanova?
    Persundalan adalah lambang ketidaksetiaan dan merusak kesucian dari orang yg mlakukannya.
    Jika bermain dgn pelacur adalah sebuah ketidaksetiaan, terhadap siapa? Ok, jika seorang suami main dgn pelacur, berarti dia berkhianat/tidak setia pada istrinya. Tapi seorang bujang yg main dengan pelacur, mengkhianati siapa?

    Quote Originally Posted by cak kandalf
    Nah itu kalau kubilang bisa disebut politik identitas.
    Menunjukkan kepatuhan pada komunitas dalam hal ini, mereka yang telah menyatakan dirinya bagian dari pemeluk agama tersebut.
    Bisa jadi itu politik identitas. Tapi ane lebih bisa melihatnya misalnya pada kasus pergantian kiblat dlm Islam. Ritual sholat yg beralih menghadap ke Mekah, jelas menunjukkan ingin terlihat beda dengan Yahudi. Kalo pengharaman daging babi, beda dengan siapa?

    Ane melihat pengharaman tsb lebih ke masalah kebersihan. Mungkin bangsa Sumeria dulu (cikal bakal Yahudi?) yg agraris sudah maju dlm hal kebersihan dan melihat gaya hidup babi yg kotor, membuat daging babi menjadi menjijikkan, akhirnya mengharamkan.

    Ane jadi teringat Obelix yg gemar makan daging babi. Adakah kaitan komik tsb dgn sejarah Eropa? Apakah nenek moyang bangsa Eropa yg barbar pemakan daging babi? Ane mikirnya gini. Bangsa Sumeria yg menempati lembah Tigris, pasti lebih maju dari pada bangsa Eropa. Kemajuan itulah yg membuat mereka lebih leluasa memilih-milih makanan, ketimbang bangsa Eropa yg dapet babi aja untung buat makan. (teori-teorian.. hehe...)

    Quote Originally Posted by pak lek 234
    Kalo menurutku, satu hal yg perlu saya garis-bawahi terlebih dulu adalah bahwa "sebuah (ajaran) agama itu benar terhadap dirinya (ajaran agama itu) sendiri, BUKAN, atau tidak selalu, benar terhadap sesuatu yg ada diluar ajaran agama tsb."

    Jadi kalo bicara sesuatu alasan, reasons, asal mula, sebab-musabab, dll dari sesuatu yg merupakan bagian ("ayat") dari sebuah ajaran agama maka jawabannya harus, pasti dan selalu ada pada bagian lain ("ayat lain") atau pada seluruh bagian ("seluruh ayat") dari ajaran agama tsb.
    Kalo sampeyan pake istilah agama, berarti juga Kristen, Hindu, dan beberapa yg lain, di samping Islam. Sementara ane melihat definisi sampeyan berbau Islam. Misalnya Hindu. Agama ini punya banyak kitab suci, dibandingkan Islam yg hanya Quran. Karena Hindu punya banyak kitab suci, bukan tidak mungkin ada ketelisut beberapa ajaran yg saling bertentangan. Kalo pake definisi sampeyan, Hindu bisa menjadi agama yg salah.

    Quote Originally Posted by pak lek 234
    Apa alasan (asal muasal) pengharaman "pelacuran" dlm suatu agama?

    Sepanjang ajaran agama tsb mengajarkan adanya "ikatan hubungan (pernikahan) yg sah" maka jelas pelacuran itu hukumnya haram. Dan sepanjang ajaran agama tsb mengharamkan "perbuatan zinah" dan menilai pelacuran termasuk perbuatan zinah maka semakin jelas bahwa pelacuran itu haram hukumnya.
    Belum menjawab, pak lek. Penjelasan sampeyan seperti "Mengapa es dingin?" Trus dijawab "Karena tidak panas." Penjelasan kanjeng Casanova mungkin bisa pak lek carikan padanannya dlm Islam: Pengharaman pelacuran karena melambangkan ketidaksetiaan. Cuman kalo orang bujang yg melacur, menjadi tidak setia pada siapa?


  12. #12
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Pada dasarnya manusia dicipta vegetarian, baca di kitab kejadian ya... gw gak inget ayat berapa yg pasti di awal2.

    Binatang dicipta untuk disayang dan dipelihara, bukan untuk disakiti apalagi dimakan.

    Semua binatang juga dicipta vegetarian.

    Jadi tumbuhan lah yg dicipta oleh Tuhan sebagai makanan, maka Tuhan tidak mencipta syaraf, otak atau perasaan sakit pada tumbuhan.

    Karena manusia berdosa, maka manusia dan seluruh bumi dan seluruh isinya menjadi corrupt, rusak, maka KEMATIAN memasuki dunia.

    Setelah ada dosa dan kematian, rules didunia ini berubah, ada binatang yg membunuh dan memakan binatang, ada penderitaan, kesakitan, bencana dll.

    Manusia pun diperbolehkan untuk memakan binatang.

    Jenis binatang yg diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia sebenarnya bebas, tapi pada jaman MUSA ada turun beberapa hukum baru.

    Di jaman Musa itu orang Yahudi tidak punya Raja.
    Dijaman itu, orang Yahudi dipimpin langsung oleh Tuhan, maka sebagai pemimpin, Tuhan membuat hukum2 yg harus ditaati oleh rakyat.

    Contoh hukumnya:

    Orang yg kena penyakit hatus dirawat terpisah dari orsng sehat.
    Kebersihan badan harus dijaga.
    Tak boleh incest.
    Tak bole beruhungan seks dengan hewan.
    Jenis2 makanan yg boleh dan tak boleh
    Dll..,

    Dijaman Saul, kepemimpinan Tuhan dikudeta oleh rakyat Yahudi, rakyat minta dilakukan Demokrasi, dilakukan pemilu untuk memilih Raja.

    Awalnya Tuhan menolak dan memberi peringatan bahwa seorang Raja akan memimpin dengan tangan besi dan pasti akan menindas rakyat.
    Rakyat yahudi berkeras mau melaksanakan pemilu... Tuhan memberi ijin, Saul terpilih jadi Raja, Tuhan mundur dan semakin jarang ikut campur dalam pemerintahan.

  13. #13
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    jadi ceritanya tuhan ngambek nih?

  14. #14
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kadang2 Tuhan ngambek

    ...tapi memang manusianya yg rese2

  15. #15
    betul [MENTION=101]purba[/MENTION]

    dlm islam/quran memang tdk dijelaskan alasan pastinya, mengapa daging babi diharamkan
    soal makanan, secara litterlijk yng diharamkan oleh quran adlh : darah, bangkai dan babi
    meski babi masih ada exception, jika keadaan memaksa misalnya.

    namun ada clue jg di quran yng mengatakan "makanlah makanan yng bersih dan baik untukmu"
    nah, dng kemajuan iptek spt saat ini, apakah secara fisik babi sudah berada di zona tsb?
    diperlukan fatwa kontemporer (baca keluwesan) untuk memahami persoalan itu
    Last edited by pasingsingan; 31-12-2013 at 08:57 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  16. #16
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    babi diharamkan tanpa alasan, sama halnya Ismail
    disuruh sembelih tanpa alasan, sebuah ujian ketaat
    an.

    lagian karena gw ngga pernah makan daging babi,
    ya ora makan ra pateni
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  17. #17
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    babi diharamkan tanpa alasan, sama halnya Ismail
    disuruh sembelih tanpa alasan, sebuah ujian ketaat
    an.

    lagian karena gw ngga pernah makan daging babi,
    ya ora makan ra pateni
    Nah itu kalau kubilang bisa disebut politik identitas.
    Menunjukkan kepatuhan pada komunitas dalam hal ini, mereka yang telah menyatakan dirinya bagian dari pemeluk agama tersebut.

    Politik identitas ini lumayan mantap hasilnya dalam kasus Mangal Pandey di India di mana para sepoy (tentara Inggris dari pribumi India) memberontak karena masalah peluru yang konon terbuat dari sapi dan babi.

    Begitu juga dalam pergerakan menuju Indonesia merdeka, politik identitas ini juga dipakai untuk membangkitkan semangat melawan Belanda.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  18. #18
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    babi diharamkan tanpa alasan, sama halnya Ismail
    disuruh sembelih tanpa alasan, sebuah ujian ketaat
    an.
    Setuju...

    Alasan satu lagi... kan ucuuuuuuu...

  19. #19
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Kalo menurutku, satu hal yg perlu saya garis-bawahi terlebih dulu adalah bahwa "sebuah (ajaran) agama itu benar terhadap dirinya (ajaran agama itu) sendiri, BUKAN, atau tidak selalu, benar terhadap sesuatu yg ada diluar ajaran agama tsb."

    Jadi kalo bicara sesuatu alasan, reasons, asal mula, sebab-musabab, dll dari sesuatu yg merupakan bagian ("ayat") dari sebuah ajaran agama maka jawabannya harus, pasti dan selalu ada pada bagian lain ("ayat lain") atau pada seluruh bagian ("seluruh ayat") dari ajaran agama tsb.

    Logika "mbulet" (pinjem istilahe Ishaputra) dong? Yup, betul. Memang logikanya harus mbulet. Kalo tidak mbulet itu artinya kemungkinan ada sesuatu kontradiksi atau ketidak-konsistenan dlm ajaran agama tsb. Saya sebut kemungkinan karema itu memang bisa terjadi akibat dua hal.

    Kemungkinan pertama, bahwa memang benar adanya kontradiksi dan inkonsistensi dlm ajaran agama tsb. Artinya, ajaran agama tsb salah (terhadap dirinya sendiri). Bicara "logika", sesuatu yg kontradiktif dan inkonsisten itu bernilai salah.

    Kemungkinan kedua, sebenarnya tidak ada kontradiksi dan inkonsistensi dlm ajaran agama tsb. Artinya, orang salah memahami ajaran agama tsb. "Logika" orang tsb yg salah.

    ***
    BTT...

    Apa alasan (asal muasal) pengharaman "pelacuran" dlm suatu agama?

    Sepanjang ajaran agama tsb mengajarkan adanya "ikatan hubungan (pernikahan) yg sah" maka jelas pelacuran itu hukumnya haram. Dan sepanjang ajaran agama tsb mengharamkan "perbuatan zinah" dan menilai pelacuran termasuk perbuatan zinah maka semakin jelas bahwa pelacuran itu haram hukumnya.

    Bagaimana "mensiasatinya"? Ya sebelum melakukan esek2 luangkan waktu sejenak untuk melakukan ritual tata-cara pernikahan menurut agama tsb lalu setelah esek2 lakukan ritual perceraian. Beres.

    Sepanjang pernikahan dan perceraian tsb sah menurut agama, maka aksi esek2 yg mereka lakukan hukumnya adalah halal menurut agama tsb.

    Benarkah begitu (pernikahan dan perceraian tsb sah)? Ya tinggal diperiksa dan cross-check didalam ajaran agama tsb secara utuh dan menyeluruh. Kalo memang benar tidak muncul kontradiksi dan/atau inkonsistensi ya berarti itu benar. Tapi kalo sebaliknya ya berarti itu salah. Cuman saya ndak tertarik untuk ribet ngulik ajaran agama tsb dgn segala macam dalil2nya dll dsb. (Apalagi tret ini adanya di sub-topik "Free Thinker - Atheis - Agnostic")

    Simpel aja, sebagai sesama theist dgn orang tsb, saya hanya bisa bilang: Emangnya Tuhan itu bodoh?! Mbahmu koprol!

    ***
    Lalu bagaimana dgn pengharaman babi?

    Quote Originally Posted by Pasingsingan
    ...namun ada clue jg di quran yng mengatakan "makanlah makanan yng bersih dan baik untukmu"
    nah, dng kemajuan iptek spt saat ini, apakah secara fisik babi sudah berada di zona tsb?
    diperlukan fatwa kontemporer (baca keluwesan) untuk memahami persoalan itu
    Good point, kang.

    Bahwa jika pada akhirnya nanti misalnya kemajuan iptek berhasil membuktikan bahwa ternyata "daging babi adalah makanan yg bersih dan baik" maka alasan diatas berarti salah. Ya tinggal dicari lagi alasannya pada bagian2 ("ayat") lain dari ajaran agama tsb secara utuh dan menyeluruh.

    Tapi kalo pun ada orang yg males mikir pokoke asal ngikut aja apa kata "kitab suci" ya ndak apa2. Pokoke dibilang haram ya haram,...tinggalkan. Halal ya halal,...ikuti. Dst. Ini juga benar. Ya, benar menurut dirinya (agama itu) sendiri.

    Tapi ya jangan terus "kebenaran seperti itu" di-tenteng2 dibawa keluar, dipake untuk nyalahin ajaran agama lain, di-pas2in n di-cocok2in sama iptek, kalo beda berarti ipteknya yg salah, dst...dsb. Jelas itu jatuhnya akan ke "pseudo science". Jadi ya jgn keki kalo itu bisa jadi bahan tertawaan orang kayak encang Purba ataupun orang2 "rasionalis" pada umumnya.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  20. #20
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Gw jawab yg konsep pelacur.

    Seorang pria atau wanita harus menjaga kesuciannya, hanya berhubungan seks dengan 1 orang saja seumur hidup.

    Jadi meski belum menikah, ia menjaga kesuciannya untuk pasangannya nanti.

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •