Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 69 of 69

Thread: Apa asal mula pengharaman sesuatu dalam agama?

  1. #61
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Gegara topik AsLan ttg pelacur, ane jadi penasaran kenapa agama melarang/mengharamkan pelacuran. Googling sana sini, eh ane kecantol sama pengharaman daging babi. Agama Yahudi mengharamkan daging babi karena katanya unclean. Dalam kitab sucinya dikatakan: ( http://en.wikipedia.org/wiki/Religio...mption_of_pork )

    And the pig, because it has a cloven hoof that is completely split, but will not regurgitate its cud; it is unclean for you. You shall not eat of their flesh, and you shall not touch their carcasses; they are unclean for you.
    —Leviticus 11:7-8
    And the pig, because it has a split hoof, but does not chew the cud; it is unclean for you. You shall neither eat of their flesh nor touch their carcass.
    —Deuteronomy 14:8


    Karena Kristen juga memakai kitab Yahudi sebagai kitab sucinya - CMIIW, otomatis Kristen juga mengharamkan daging babi. Islam juga mengharamkan daging babi, tapi tidak menyebutkan alasannya seperti kitab Yahudi tsb.

    He has made unlawful for you that which dies of itself and blood and the flesh of swine and that on which the name of any other than Allah has been invoked. But he who is driven by necessity, being neither disobedient nor exceeding the limit, then surely, Allah is Most Forgiving, Merciful.
    —Quran, Al-Baqara 2:173


    Jadi, dlm agama Yahudi, daging babi diharamkan karena tidak bersih. Meski tidak dijelaskan bagaimana tidak bersihnya. Sedangkan dalam Islam tidak dijelaskan, pokoknya haram, titik, kecuali ente butuh utk bertahan hidup, bolehlah ente makan sepotong dua tiga empat potong, asal jangan kekenyangan.

    Bagaimana dengan pelacuran, apakah ada alasan pengharamannya seperti pada daging babi? Misalnya mungkin karena penyakit kelamin, dst? Ane bertanya karena ane masih belum ketemu selagi googling.

    Owh... Kitab sucinya purba : google
    hai hai hai......

  2. #62
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Oke Bro. Saya tpikir bhw mungkin Purba susah menerima argumen saya krn saya seorang Kristen yg ajarannya membolehkan makan daging binatang apapun asalkan sudah diolah dg benar. Maka itu saya berikan tautan yg mnyampaikan salah satu sudut pandang Yahudi (tentu saja yg Non-Kristen). Kita tau bhw org Yahudi itu diajar bpikir dari sejak kecil shg mreka akan mcari juga alasan rasional dari semua hukum Allah.
    http://njop.org/resources/kosher/the...-21st-century/
    Kl Sob liat ke tulisan org Yahudi tentang aturan kosher dan kashrut, maka mreka rata-rata stuju bhw alasan utamanya bukan kesehatan/medis.
    Jadi makanan haram menjadi 'unclean' bukan karena unclean dlm pengolahan yg bisa efek pd kesehatan, tetapi pd alasan 'kekudusan'.
    Kl mau mcoba sekuler mnyikapi arti kudus, maka kudus itu artinya 'terpisah' alias 'tidak sama'.
    Setelah ane cek tautan ente tsb, ane melihat si Yahudi punya motif beda dgn yg ane maksud dlm topik ini. Dia juga tidak menjelaskan ttg alasan unclean tsb. Dari link-nya saja tertulis "...kosher...interpretation...21st century...". Itu artinya dia sedang mencari alasan-alasan kosher yg tetap sesuai dgn kondisi kekinian. Ini umum dilakukan oleh banyak umat beragama agar mereka tetap mempunyai alasan rasional dalam menjalankan ajaran agama mereka.

    Kalau ane bukan alasan rasional, tetapi alasan pada saat itu. Meski alasannya tidak rasional, tetapi memang disebutkan begitu, ane terima. Buat ane, itu sebuah informasi ttg kemanusiaan pada saat itu. Makanya ane masih bersikukuh pada alasan unclean, lepas dari alasan tsb rasional atau tidak, karena Taurat eksplisit menyebutnya begitu.

    Btw. Ini tautan ttg ancient Canaanites:
    http://www.penn.museum/sites/Canaan/Animals.html

    Di situ disebutkan:
    Pigs were rare in the Iron Age. Beginning at the end of the Middle Bronze Age, the raising of pigs declined steadily. Pigs were costly to feed and do not provide milk, hair or wool. The avoidance of pork probably was already a widespread cultural pattern before the dietary prohibition of Leviticus 11:7 in the Old Testament. In the Hellenistic period (333 - 63 BCE), when pork consumption once again became popular, this long-standing regional pattern also became a means of marking an ethnic division between Jews and Greeks.

    Ini dari wikipedia:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Israelite_cuisine

    Di situ disebutkan:
    Archaeological evidence from various sites shows that the consumption of pork, while limited, was higher in the early Iron Age but had mostly disappeared during the later Iron Age. Sites in the highlands and the coastal plains show low levels of pig utilization in the early Iron Age, but on the coastal plain, excavations such as Ekron show a higher consumption of pig; this is usually associated with the arrival of the Philistines. However, even at Philistine sites, pig remains were a small proportion of the bones discovered and decline after the initial period of settlement. This may have been due to unsuitable environmental factors for raising pigs.[92] At archaeological excavations at Mount Ebal in Samaria, from the period immediately after the Israelite conquest, animal bones discovered were only from animals considered permissible, such as cattle, sheep, goats and deer.[93]

    Dua tautan di atas menunjukkan bahwa penduduk Kanaan sebelum datangnya Israel memang bukan memakan daging babi. Bangsa Filistin, yang bukan Israel, akhirnya juga bukan pemakan daging babi. Jadi alasan identitas utk larangan makan daging babi menjadi lemah. Justru kalo Israel mau berbeda, seharusnya Taurat malah menyuruh makan daging babi, supaya beda dengan penduduk Kanaan yg sudah ada.

    Ane malah mendapatkan gambaran, sepertinya Musa mengambil begitu saja kebiasaan penduduk Kanaan utk tidak makan daging babi sebagai aturan dalam Taurat. Mungkin Musa menerapkan seperti kata pepatah: "Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."

    Bangsa Filistin diperkirakan yg menulari penduduk Kanaan utk makan daging babi. Tapi sejak bangsa Filistin menempati tanah Kanaan, kebiasaan mereka makan daging babi berkurang dan hilang. Ini diduga karena tanah Kanaan tidak cocok utk beternak babi.

    Tapi pada akhirnya larangan tsb menjadi sebuah identitas keyahudian, ane bisa terima.


  3. #63
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Lanjut dikit lagi dech.

    Yg dilarang dimakan bagi Israel adl semua binatang yg tidak berkuku belah dan tidak memamah biak.
    Di dalamnya masuklah babi.
    Not necessarily babi per se diharamkan krn kebetulan jd makanan utama org kanaan.
    Skrg ambil contohnya unta dan kelinci.
    Apakah unta dan kelinci juga menjadi makanan pd org kanaan?
    Belum tentu juga. Lalu kenapa diharamkan?

    Yg mbedakan Israel dari bangsa-bangsa lain adl krn Israel tidak makan semua daging binatang yg tidak bkuku-belah dan tidak mmamah biak.

    Nah, gimana kondisi sblm ada Taurat?
    Bgmn nasib Abraham, Ishak, Yakub? Apakah mreka kenal hukum pengharaman dari binatang tidak berkuku-belah dan tidak mmamah biak?
    Tidak.

  4. #64
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Lanjut dikit lagi dech.

    Yg dilarang dimakan bagi Israel adl semua binatang yg tidak berkuku belah dan tidak memamah biak.
    Di dalamnya masuklah babi.
    Not necessarily babi per se diharamkan krn kebetulan jd makanan utama org kanaan.
    Skrg ambil contohnya unta dan kelinci.
    Apakah unta dan kelinci juga menjadi makanan pd org kanaan?
    Belum tentu juga. Lalu kenapa diharamkan?
    Ente baca baik-baik link yg ane kasih. Justru orang Kanaan (sebelum datangnya Israel) memang tidak makan babi. Kemudian datang Israel, ikut-ikutan tidak makan babi. Jadi, pelarangan daging babi bukan karena identitas, tapi seperti "pe de ka te" dgn penduduk Kanaan yg sudah ada lebih dulu, agar diterima tinggal di sana. Seperti ada usaha pembauran dgn penduduk sekitar.

    Orang Kanaan sebelum datangnya Israel pun tidak makan darah. Yg makan darah adalah orang Mesopotamia, penduduk di sekitar lembah sungai Eufrat dan Tigris. Musa pun mengharamkan darah utk dimakan. Kalau mau berbeda, berbeda dgn siapa? Lha penduduk Kanaan juga tidak makan darah.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Yg mbedakan Israel dari bangsa-bangsa lain adl krn Israel tidak makan semua daging binatang yg tidak bkuku-belah dan tidak mmamah biak.

    Nah, gimana kondisi sblm ada Taurat?
    Bgmn nasib Abraham, Ishak, Yakub? Apakah mreka kenal hukum pengharaman dari binatang tidak berkuku-belah dan tidak mmamah biak?
    Tidak.
    Siapa Abraham? Orang Kanaan-kah? Please, pada ayat-ayat mana dlm Taurat yg menceritakan ttg Abraham?



    Catatan: Di samping ayat-ayat kitab suci, ane juga pake sumber-sumber lain yg bukan kitab suci, seperti link-link yg ane sebutin di atas. Meskipun itu sumber sekunder, tapi cukuplah utk diskusi di forum macam KM ini.

  5. #65
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Ini dari tadi diarahkan trus ke 'babi'.
    Okelah mari kita lihat apa hubungan antara 'babi' dg penduduk Kanaan.

    Ada bbrp link yg bisa jadi referensi:

    en.wikipedia.org/wiki/Philistines

    Filistin adalah salah satu penghuni kanaan.
    Siapa yg membaca Taurat akan mmahami bhw Filistin adalah salah satu bangsa yg mjadi musuh bbuyutan Israel.

    kutipan:
    Excavations in Ashkelon, Ekron, and Gath reveal dog and pig bones which show signs of having been butchered, implying that these animals were part of the residents' diet. Among other findings there are wineries where fermented wine was produced, as well as loom weights resembling those of Mycenaean sites in Greece.
    www*haaretz*com/print-edition/news/a-serving-of-philistine-culture-boar-dog-and-fine-wine-1.228823
    (* ganti dg .)

    Kutipan:
    They prepared meals in a characteristic sealed pottery vessel suited to long cooking times at low heat, while most inhabitants of Canaan at the time used open pots and faster cooking methods. The bones found at the Philistine cities showed that their diet was also different from those of their neighbors. While the Canaanites and Israelites ate mainly beef and lamb, the Philistines ate mainly pork, with an occasional meal of dog meat. The Philistines' wine culture was also very well-developed.
    www*biblicalarchaeology*org/daily/ancient-cultures/daily-life-and-practice/making-sense-of-kosher-laws/
    (* ganti dg .)

    Kutipan:
    One possible reason may be that the Israelites wanted some way to distinguish themselves from their non-Hebrew neighbors. Archaeological excavations of Iron Age I sites in Israel have shown that while pigs were a popular part of the Philistine diet, they were entirely absent from the herd-based economy of the Israelites. According to Ronald Hendel, such culinary distinctions soon became codified markers of cultural identity, whereby “the Philistine treat became an Israelite taboo.”* Perhaps similar efforts to affirm Israel’s uniqueness lay at the heart of other animal prohibitions.
    Ada lagi...

    books*google*co*id/books?id=N5dN_A29v58C&pg=PA128&lpg=PA128&dq=philis tine+pig+iron+age+I&source=bl&ots=jxOZldhtTW&sig=F eTm6fl_qR5FXdJYt62YodZ9zEU&hl=en&sa=X&ei=ii3eUsGAD 8GQrQeB-oCwCw&redir_esc=y#v=onepage&q=philistine%20pig%20i ron%20age%20I&f=false
    (* ganti dg .)

    4 referensi rasanya sudah cukup ya Sob.

  6. #66
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    @Casanova

    Coba ente bandingkan juga dgn referensi yg ane kasih. Referensi ente (koran Israel dan arkeologi Biblikal) sekedar mengatakan bangsa Filistin makan babi. Itu juga dibenarkan oleh referensi yg ane kasih (museum universitas Pennsylvania dan wikipedia), cuman di situ dikatakan juga: Itupun sebagian kecil. Jadi, sebagian besar menu bangsa Filistin bukan babi. Dan akhirnya, setelah tinggal di tanah Kanaan, bangsa Filistin pun tidak makan babi.

    Jika benar Israel membenci Filistin, seharusnya Taurat melarang makan daging domba dan sapi, supaya perbedaannya jelas antara Israel dan Filistin. Kalo melarang makan daging babi, lha Filistin pun juga akhirnya gak makan babi. Apanya yg beda?


  7. #67
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Casanova

    Coba ente bandingkan juga dgn referensi yg ane kasih. Referensi ente (koran Israel dan arkeologi Biblikal) sekedar mengatakan bangsa Filistin makan babi. Itu juga dibenarkan oleh referensi yg ane kasih (museum universitas Pennsylvania dan wikipedia), cuman di situ dikatakan juga: Itupun sebagian kecil. Jadi, sebagian besar menu bangsa Filistin bukan babi. Dan akhirnya, setelah tinggal di tanah Kanaan, bangsa Filistin pun tidak makan babi.

    Jika benar Israel membenci Filistin, seharusnya Taurat melarang makan daging domba dan sapi, supaya perbedaannya jelas antara Israel dan Filistin. Kalo melarang makan daging babi, lha Filistin pun juga akhirnya gak makan babi. Apanya yg beda?

    Wahhh, ini sih udah tlalu kekeh.

    Membuat pembedaan tidak brarti harus mlakukan 100% btolak belakang.

    Contoh ya,

    Anggaplah ada org Yahudi di tanah Kupang.
    Org Kupang itu normalnya juga memakan daging babi walaupun daging babi bukan makanan utama (makanan pokok) mreka.

    Org Yahudi yg datang ksana kmudian mperkenalkan diri sbg kaum yg tidak mau mnyantap daging babi krn haram.

    Dg itu saja maka sudah cukup mjadi suatu 'identitas' bagi orang Kupang bhw orang Yahudi punya kultur yg bbeda dalam soal makanan.
    Ngga harus sampai org Yahudi menolak semua jenis makanan pokok orang Kupang khan.

    ------

    Nah, Taurat itu ada 613 perintah.
    Dari antaranya ada banyak perintah soal makanan.
    Dari antaranya banyak perintah soal makanan, ada banyak makanan yg diharamkan.

    Dg adanya banyak jenis perintah tsb, itu sudah cukup mbuat pembedaan antara kultur Yahudi dg bangsa di skitarnya.

    Makanya kl Purba nanya sama sobat-sobat Yahudi mngenai alasan logis (bukan yg agamawi loh ya) ditetapkannya aturan makanan haram, maka faktor pembeda akan jadi alasan utama; alasan sekundernya adalah soal ksehatan.

    Rasanya argumen saya udah cukuppp.
    Referensi juga sudah ada.
    Diskusinya cukup sampai dimari saja.

  8. #68
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Wahhh, ini sih udah tlalu kekeh.

    Membuat pembedaan tidak brarti harus mlakukan 100% btolak belakang.

    Contoh ya,

    Anggaplah ada org Yahudi di tanah Kupang.
    Org Kupang itu normalnya juga memakan daging babi walaupun daging babi bukan makanan utama (makanan pokok) mreka.

    Org Yahudi yg datang ksana kmudian mperkenalkan diri sbg kaum yg tidak mau mnyantap daging babi krn haram.

    Dg itu saja maka sudah cukup mjadi suatu 'identitas' bagi orang Kupang bhw orang Yahudi punya kultur yg bbeda dalam soal makanan.
    Ngga harus sampai org Yahudi menolak semua jenis makanan pokok orang Kupang khan.
    Bukan begitu. Coba ente nalar sendiri, seandainya ente mau berbeda dgn orang lain, apa yg ente lakukan?

    Kenapa ane masih kurang bisa menerima pengharaman babi sbg upaya pembedaan? Karena penduduk Kanaan sebelum datangnya Israel memang bukan pemakan babi. Jadi, Israel mau beda dengan siapa?

    Bangsa Filistin ditengarai sebagai pemakan babi, meski porsi kecil dalam menunya, tapi kemudian juga tidak makan babi. Lha Israel mau beda dengan siapa kalo bangsa Filistin pun tidak makan babi?

    Ini yg ente tidak jelaskan di atas. Artinya, jika ente mau obyektif, maka semua fakta harus dilibatkan dlm mengambil kesimpulan. Kecuali ente menggarisbawahi bahwa ente tidak bisa lepas dari iman Kristen dlm mengambil kesimpulan, itu ane bisa maklumi dan ente bisa stop.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Nah, Taurat itu ada 613 perintah.
    Dari antaranya ada banyak perintah soal makanan.
    Dari antaranya banyak perintah soal makanan, ada banyak makanan yg diharamkan.

    Dg adanya banyak jenis perintah tsb, itu sudah cukup mbuat pembedaan antara kultur Yahudi dg bangsa di skitarnya.
    Jelas bahwa setiap ajaran apapun akan menjadi pembeda terhadap yg lainnya. Tapi apakah setiap ajaran berasal dari motivasi utk tampil beda? Itu sangat diperdebatkan.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Makanya kl Purba nanya sama sobat-sobat Yahudi mngenai alasan logis (bukan yg agamawi loh ya) ditetapkannya aturan makanan haram, maka faktor pembeda akan jadi alasan utama; alasan sekundernya adalah soal ksehatan.
    Sayang, gak ada Yahudi di KM (?). Sekali lagi, ane kagak butuh alasan logis. Gampangnya, ane bisa bilang, ajaran agama gak ada yg logis. Tapi yg ane butuhkan adalah alasan pada waktu itu (lampau). Katakanlah, alasan unclean-nya Taurat adalah tidak logis. Itu ane tetap terima sbg fakta sejarah.

    Atau lebih ekstrim lagi andaikan Musa melalui Taurat-nya mengajarkan: Jangan makan daging babi karena muka babi jelek. Itu ane tetap terima sebagai fakta sejarah, meski alasan Musa tsb tidak logis.

    Ok, kalo ente merasa diskusi ini cukup, silakan ente stop. Kalo ane tetap membuka topik ini.


  9. #69
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    yo wes lah sob.
    yg penting sudah berargumen dan saya menikmati diskusinya.

    memang akan lebih pas kl dbahasnya sama org Yahudi.
    tp kl emang bener ada org yahudi dimari, kuatir saya kl dia dicela-cela

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •