Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 21 to 40 of 69

Thread: Apa asal mula pengharaman sesuatu dalam agama?

  1. #21
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    @ Purba

    Lha saya kan disitu tulis bahwa "Dan sepanjang ajaran agama tsb mengharamkan perbuatan zinah dan menilai pelacuran termasuk perbuatan zinah maka semakin jelas bahwa pelacuran itu haram hukumnya."

    Agama tsb menyatakan bahwa zinah itu haram; (Definisi zinah salah satunya adalah esek2 dgn BUKAN pasangan yg sah menurut agama tsb); Agama tsb mengajarkan bentuk ikatan pasangan yg sah yg disebut pernikahan; Pelacuran adalah praktek esek2 antara dua manusia yg tidak memiliki ikatan resmi sesuai aturan agama tsb.

    Maka kesimpulannya: Pelacuran adalah haram hukumnya. (Dan saya juga udah kasih "trik" cara mensiasatinya supaya perbuatan esek2 tsb menjadi "halal" lho)

    Logika mbulet? Yup, betul. Memang mbulet.

    Mungkin pertanyaan selanjutnya yg lebih tepat, kalo mau dikejar lagi, adalah "apa asal mula pengharaman zinah dlm agama tsb..." Nah kalo ini tentu penjelasan "mbuletnya" akan berbeda lagi. Mestinya itu ada di bagian ("ayat") lain didalam agama tsb.

    Btw nuwun sewu nCang, di topik ini saya tidak dlm posisi bawa nama agama tertentu apalagi kalo harus pake "dalil".

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  2. #22
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    babi diharamkan tanpa alasan, sama halnya Ismail
    disuruh sembelih tanpa alasan, sebuah ujian ketaat
    an.
    Setuju...

    Alasan satu lagi... kan ucuuuuuuu...

  3. #23
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Gw jawab yg konsep pelacur.

    Seorang pria atau wanita harus menjaga kesuciannya, hanya berhubungan seks dengan 1 orang saja seumur hidup.

    Jadi meski belum menikah, ia menjaga kesuciannya untuk pasangannya nanti.
    Ini pendapat ente atau alasan dari kitab suci? Ane minta alasan yg ada di kitab suci. Adakah alasan tsb?

    Mungkin buat sebagian orang beriman, alasan-alasan tsb tidak diperlukan, karena sekali mereka beriman pada kitab suci, maka mereka tidak butuh lagi alasan-alasan yg dilontarkan. Rasionalitas adalah useless buat sebagian orang beriman.

    Sementara buat ane, apa yg tercatat dalam kitab-kitab suci dapat dijadikan clue utk mengetahui lebih jauh seperti apa kehidupan manusia di masa lampau.

    Selain pengharaman daging babi dan pelacuran, ada juga perintah melakukan sunat utk laki (dan perempuan?). Ini juga menarik, atas dasar apa perintah penyunatan tsb dikeluarkan? Apakah alasan kesehatan? Identitas? Kesetiaan? Or what? Tapi topik ini khusus membicarakan asal mula pengharaman dlm agama.

  4. #24
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Ndak makan babi, bukan karena haram tapi ndak suka saja. Asin dan bau gitu.
    Itu bumbunya kali mbok yang bikin asin?
    Kalo bau emang iya baunya menyengat sekali.

    Selain karena babi hidup lebih jorok dari hewan ternak lainnya, juga semua

    agama samawi baik yahudi, nasrani dan Islam, sepakat memposisikan babi

    sebagai lambang kebusukan dan kenajisan.

    Banyak orang mengungkapkan bahwa babi itu kalau terpaksa, mau makan

    kotorannya sendiri. Sementara hewan lainnya masih punya harga diri.

    Mendingan mati dari pada makan kotorannya sendiri. Juga banyak yang

    mengatkan bahwa daging babi terlalu banyak mengandung zat-zat yang

    berbahaya bagi tubuh manusia. Karena makannya tidak terkontrol, apa saja

    dimakannya, sehingga tubuhnya pun mengandung segala jenis penyakit.

    Dan masih banyak lagi rahasia dan hikmah di balik pelarangan makan babi

    yang bisa didapatkan. Namun semua itu sekedar menambah keyakinan yang

    sudah ada di dalam hati kita. Bukan sebagai landasan utama. Dan buat kita,

    apakah di balik larangan makan babi itu ada hikmah atau tidak, sama sekali

    tidak ada hubungannya dengan ketaatan kita kepada Allah SWT yang telah

    melarang kita makan babi.

    Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging

    babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam

    keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui

    batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun

    lagi Maha Penyayang.

    ...

    Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang

    sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging

    babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.

    Kejadian ini berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi

    Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya

    babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, “Kalian (umat Islam)

    mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang

    mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal

    itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan

    modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi.

    Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan

    mikroba lainnya.?”

    Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan

    dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua

    ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan

    beserta satu babi betina.

    Mengetahui hal itu, mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?” Beliau

    menjawab, “Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu

    rahasia.”

    Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan

    agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam

    satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh,

    untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari

    keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua

    ayam tersebut.

    yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu

    untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut sampai ada yang

    menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat dan Fitrah manusia

    diciptakan Allah SWT.

    Namun Apa yang terjadi Pada kandang Babi?

    Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2 (dua) ekor

    babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan

    tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina, tetapi yang

    terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi

    secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut dan juga terjadi

    hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai

    dengan si betina.
    ...
    dari fb seseorang
    Adakah yang tertarik untuk replikasi eksperimen?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #25
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ini pendapat ente atau alasan dari kitab suci? Ane minta alasan yg ada di kitab suci. Adakah alasan tsb?

    Mungkin buat sebagian orang beriman, alasan-alasan tsb tidak diperlukan, karena sekali mereka beriman pada kitab suci, maka mereka tidak butuh lagi alasan-alasan yg dilontarkan. Rasionalitas adalah useless buat sebagian orang beriman.

    Sementara buat ane, apa yg tercatat dalam kitab-kitab suci dapat dijadikan clue utk mengetahui lebih jauh seperti apa kehidupan manusia di masa lampau.

    Selain pengharaman daging babi dan pelacuran, ada juga perintah melakukan sunat utk laki (dan perempuan?). Ini juga menarik, atas dasar apa perintah penyunatan tsb dikeluarkan? Apakah alasan kesehatan? Identitas? Kesetiaan? Or what? Tapi topik ini khusus membicarakan asal mula pengharaman dlm agama.
    Menjaga kesucian itu prinsip kitab suci, bukan karangan gw.

    Tentang sunat, itu tanda perjanjian Allah dengan Abraham.

    ......

    Kejadian 17:7-11 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
    Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
    Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
    Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
    haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

  6. #26
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Pengharaman pelacuran dan makan babi itu karena menyebabkan degradasi tingkat spiritual manusia. Alih2 jadi khalifah, alih2 jadi anak tuhan malah jadi penyebab kerusakan di muka bumi.

    Itu sudah.

  7. #27
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Pengharaman pelacuran dan makan babi itu karena menyebabkan degradasi tingkat spiritual manusia. Alih2 jadi khalifah, alih2 jadi anak tuhan malah jadi penyebab kerusakan di muka bumi.

    Itu sudah.
    Ah.. konon di Yunani dulu utk mendekatkan diri pada tuhan justru melalui hubungan seksual dgn pelacur. Makin banyak pelacur yg "dipake", makin tinggi maqom-nya.


  8. #28
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ah.. konon di Yunani dulu utk mendekatkan diri pada tuhan justru melalui hubungan seksual dgn pelacur. Makin banyak pelacur yg "dipake", makin tinggi maqom-nya.

    Jaman yunani itu era sebelum agama. Masih eranya filosofi.
    Jadi masih jauh dari yg namanya spiritual.

  9. #29
    Quote Originally Posted by purba
    Quote Originally Posted by engkong Pasing
    namun ada clue jg di quran yng mengatakan "makanlah makanan yng bersih dan baik untukmu"
    nah, dng kemajuan iptek spt saat ini, apakah secara fisik babi sudah berada di zona tsb?
    diperlukan fatwa kontemporer (baca keluwesan) untuk memahami persoalan itu
    Ok. Kayaknya jelas bahwa kitab suci (samawi) mengaitkan pengharaman daging babi dengan ketidakbersihan. Dari sudut pandang ane, jelas, bahwa ajaran tsb sifatnya situasional. Pesannya adalah jauhkan ketidakbersihan. Jika ketidakbersihan tsb dapat diatasi, seharusnya pengharaman tsb tidak berlaku lagi. Mengapa ketidakbersihan harus dijauhi? Bisa jadi karena dekat dgn penyakit, menjijikkan, dll.
    Bentul
    Titik beratnya adalah kebersihan dan kebaikan
    klo mau diexplore lebih jauh lg, pengertian bersih itu multi dimensi
    artinya, bersih dari segi pisik maupun asalnya.
    demikian jg pengertian baik, manfaat bagi si pemakan dan dampak yng ditimbulkannya.
    Sehingga kembali ke fitrah manusia itu sendiri yng pada dasarnya menyukai kebersihan
    dan kebaikan.

    Soal pelacuran
    saya sependapat dng bro [MENTION=912]234[/MENTION]
    sepanjang dlm agama/keyakinan ada mengatur perkawinan (baca dilembagakan)
    maka diluar ketentuan tsb adalah illegal/dilarang/haram bagi pemeluknya.

    Spt dlm ajaran islam misalnya
    pernikahan tdk sekedar dipandang sbg komitmen hidup bersama semata
    namun melekat jg fungsi2 lain, spt
    - wewenang
    - hak dan kewajiban
    - pembagian harta
    - perlindungan hukum

    Jadi, adalah naïf jika pernikahan disimplifikasi sbg bentuk s3x transaksional yng dilegalkan semata,
    meski dlm pernikahan s3x jg salah satu tujuan.
    Last edited by pasingsingan; 02-01-2014 at 10:00 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  10. #30
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Saya hanya mrespon ptanyaan sputar agama Yahudi dan Kristen.
    Posisi saya hanya mjelaskan saja mnrt sudut pandang kedua agama itu dan ngga ttarik mdebatkannya dg sudut pandang agama lain.
    Kl standar agama lain, lebih cocok penganutnya sendiri yg menjawab.

    Jika bermain dgn pelacur adalah sebuah ketidaksetiaan, terhadap siapa? Ok, jika seorang suami main dgn pelacur, berarti dia berkhianat/tidak setia pada istrinya. Tapi seorang bujang yg main dengan pelacur, mengkhianati siapa?
    Sbgmn yg saya tuliskan, persundalan adalah lambang ketidaksetiaan.
    Ketidaksetiaan terhadap apakah?

    Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum.

    Jika kita bicara mengenai konsep 'kesucian', maka ada 2 konsekuensi jika sso menjadi PSK:
    1. Kesuciannya rusak thd Tuhan
    2. Kesuciannya rusak thd calon pasangannya

    Dlm konteks agama Yahudi (yg juga menjadi nafas Kristen), Tuhan melihat persundalan itu seperti penyembahan berhala.
    Ketika Israel menyimpang dari YHVH dan mnyembah ilah lain, maka Tuhan menyebut hal tsb sbg 'persundalan'.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ah.. konon di Yunani dulu utk mendekatkan diri pada tuhan justru melalui hubungan seksual dgn pelacur. Makin banyak pelacur yg "dipake", makin tinggi maqom-nya.

    Itu istilahnya 'pelacuran bakti'. Sebelum jaman Yunani pun sudah ada.
    Praktek ini dilarang agama Yahudi, apalagi Kristen.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Selain pengharaman daging babi dan pelacuran, ada juga perintah melakukan sunat utk laki (dan perempuan?). Ini juga menarik, atas dasar apa perintah penyunatan tsb dikeluarkan? Apakah alasan kesehatan? Identitas? Kesetiaan? Or what? Tapi topik ini khusus membicarakan asal mula pengharaman dlm agama.
    Di agama Yahudi tidak ada sunat utk perempuan.
    Sunat hanya kpd laki-laki.

    Allah mngadakan perjanjian dg Abraham dan perjanjian itu dimeterai dg sunat.
    Jd siapapun yg disunat, ia dianggap melakukan perjanjian dg Allah.

    Mengapa sunat?
    Krn siapapun yg disunat akan ber-darah.
    Yg menjadi meterai perjanjian itu adalah darah yg keluar akibat sunat.

    Di dalam agama Yahudi ada suatu prinsip:

    Kel 24:8
    Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.


    Suatu perjanjian menjadi sangat kuat jika dimeterai oleh darah.

    Mengapa yg terpilih adalah metode sunat?
    Apakah krn medis atau alasan psikologis dlm hub seks?
    Alkitab tidak menjelaskan hal itu.
    Jikapun iya, aspek medis dan psikologis itu hanya alasan sekunder.

    Mengapa alasan sekunder?
    Krn ketika perjanjian baru ditetapkan, maka aturan sunat tidak berlaku lagi.

    Makan makanan haram dan sunat adl 2 praktek yg sudah tidak berlaku lagi bagi org-org Kristen dari bangsa-bangsa non-Yahudi (org Kristen Yahudi tetap disunat dan tetap mjauhi makanan haram).
    Hal tsb mnunjukkan bhw alasan diadakannya aturan makanan haram dan sunat bukanlah terutama alasan medis atau psikologis.

    Kl org bilang 'medis', maka kenapa belakangan tidak berlaku lagi?
    Artinya alasan medis memang dari awalnya bukan alasan utama.
    Bgitu juga alasan psikologis.

    Maka saya lebih melihat kedua praktek tsb sebagai faktor 'pembeda'.
    Mau sunat atau ngga sunat, itu debatable dari sisi medis dan psikologis, bgitu juga (sebut saja) makan babi.

  11. #31
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    ƍΐmáη@ purb? Udah terjawab ?

  12. #32
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    To Purba...

    Kl saya boleh mlanjutkan, pada 'agama Yahudi' itu ada 3 jenis peraturan
    1. Peraturan moral
    Peraturan moral itu menggambarkan natur dari sifat-sifat dan jalan-jalan Tuhan
    2. Peraturan yudisial
    Peraturan yudisial adalah penjelasan peraturan moral dalam pelaksanaan hidup sehari-hari
    3. Peraturan lahiriah
    Peraturan lahiriah itu diadakan sbg pembeda yg tujuannya utk mmisahkan antara penganut dg yg bukan-penganut

    Misalnya,
    Mengasihi sesama, itu peraturan moral.
    Aturan mengasihi sesama mbuat kita mmahami bhw Tuhan itu sifatnya adalah mengasihi.

    Jangan membunuh, itu peraturan yudisial.
    Dg aturan ini, kita mmahami bhw membunuh adl pelanggaran thd sifat Tuhan yg mengasihi.
    Di dalam kekristenan, aturan dilarang membunuh disempurnakan, dari yg tadinya hanya melarang pembunuhan fisik mjd perintah utk mengasihi dan mberkati musuh.

    Bagaimana dg aturan lahiriah?
    Aturan lahiriah itu hanya sdikit skali bersinggungan dg aturan moral dan aturan yudisial.

    Misalnya,
    Jika sso makan babi,
    Apakah aturan moral yg disinggung?
    Apakah Tuhan yg mciptakan babi tidak suka kpd babi?
    Jika sso makan babi yg bersih dg takaran sedikit, akankah mrugikan ksehatannya?
    Ataukah makan babi akan scr langsung mrugikan orang?

    Jd makan babi itu hanya lahiriah saja utk membedakan antara segolongan penganut dg bukan-penganut.
    Sama halnya dahulu Israel diberikan aturan gunting rambut, aturan buang hajat, aturan menyentuh bangkai, dan serangkaian aturan lahiriah lainnya.

    Ptanyaan yg lebih penting adalah, mengapa muncul aturan lahiriah dalam Hukum Tuhan dan apakah aturan lahiriah itu terus-menerus mengikat?
    Nah, mungkin di lain ksempatan saja ini dibahas yach...krn nanti terlalu mendalam pd sudut pandang Kristen sdgkn dimari adalah lintas agama/kpercayaan.

    --------

    Bgmn dg persundalan?
    Persundalan menyentuh sifat Tuhan yg adalah suci dan setia.
    Tuhan sering menyamakan persundalan dg penyembahan berhala yg juga melanggar aturan moral utk setia kpd Tuhan.

    -------

    Smua yg saya bahas ini sudut pandang agama Yahudi dan Kristen ya.
    Kl ada yg ndak stuju dg modal sudut pandang agama lain, ya itu terserah saja.

  13. #33
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    @Casanova

    Kalo pelarangan makan daging babi, ane melihatnya masih dgn alasan kebersihan, karena kitab suci Yahudi menyebutkan kata unclean. Tapi pada kasus sunat, ane bisa menerima bahwa alasannya utk pembedaan/identitas, di samping juga utk menunjukkan kesetiaan/perjanjian pada tuhan, karena kitab sucinya memang menyebutkan begitu.

    Sementara pelarangan pelacuran masih belum jelas, meski alasan ketidaksetiaan lebih dapat diterima. Tapi, adakah kitab suci menyebutkan eksplisit "ketidaksetiaan"? Yg ane lihat, kitab suci yg ente kutip hanya menyebutkan kesucian. Artinya pelacuran adalah sesuatu yg tidak suci atau kesucian anak perempuan menjadi hilang karenanya. Bisa jadi juga bahwa pelarangan pelacuran utk pembeda dengan kelompok lain, mengingat di Yunani ada praktek keagamaan yg justru melihat pelacuran sebagai cara utk mendekati tuhan.

    Dari sudut pandang ane, ajaran dalam suatu agama muncul dengan beragam motivasi. Tidak melulu motivasi politik, misal utk pembedaan dengan kelompok lain. Tapi bisa juga motivasi utk hidup sehat, dll.

    Bisa juga ajaran agama adalah kelanjutan dari ajaran sebelumnya yg lebih tua, sehingga alasannya tidak ditemukan di dalam kitab sucinya, tetapi di kitab suci yg lebih tua. Ane ambil contoh pengharaman daging babi dalam Islam. Karena kitab suci Islam tidak menyebutkan secara eksplisit apa alasannya, sementara sebelumnya sudah ada ajaran Yahudi yg melarang daging babi, maka larangan makan daging babi dlm Islam dapat dilihat sebagai kelanjutan ajaran yg lebih tua (ajaran Yahudi). Alasan pelarangannya dapat dilihat di kitab suci Yahudi tsb.

    Bisa jadi kitab Perjanjian Baru Kristen membatalkan beberapa ajaran yg ada di Perjanjian Lama, sehingga larangan makan daging babi menjadi gugur. Bisa jadi peternak babi merasa dirugikan oleh kitab Yahudi, sehingga muncullah kitab baru yg membiarkan konsumsi daging babi, motif ekonomi.


  14. #34
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Selain karena babi hidup lebih jorok dari hewan ternak lainnya, juga semua

    agama samawi baik yahudi, nasrani dan Islam, sepakat memposisikan babi

    sebagai lambang kebusukan dan kenajisan.
    Babi apanya yg najis? Dimana dikatakan babi najis?

    “Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu

    rahasia.”
    Mosok orang prancis yg ternak babi ga pernah tau hal ini?

  15. #35
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Casanova

    Kalo pelarangan makan daging babi, ane melihatnya masih dgn alasan kebersihan, karena kitab suci Yahudi menyebutkan kata unclean. Tapi pada kasus sunat, ane bisa menerima bahwa alasannya utk pembedaan/identitas, di samping juga utk menunjukkan kesetiaan/perjanjian pada tuhan, karena kitab sucinya memang menyebutkan begitu.
    Jika konteksnya adalah Taurat saja, maka boleh jadi pharaman babi adl krn ketidakbersihan.
    Tp jika dikaitkan dg perkataan Yesus Kristus dan budaya Kristen Non-Yahudi, maka pharaman babi itu bukan krn faktor unclean melainkan faktor pembeda juga.
    Jika babi itu unclean, maka sampai kapanpun harusnya tetap unclean; namun tidak demikian dalam perkembangan Yudaisme pada kekristenan.

    Sementara pelarangan pelacuran masih belum jelas, meski alasan ketidaksetiaan lebih dapat diterima. Tapi, adakah kitab suci menyebutkan eksplisit
    "ketidaksetiaan"? Yg ane lihat, kitab suci yg ente kutip hanya menyebutkan kesucian. Artinya pelacuran adalah sesuatu yg tidak suci atau kesucian anak perempuan menjadi hilang karenanya. Bisa jadi juga bahwa pelarangan pelacuran utk pembeda dengan kelompok lain, mengingat di Yunani ada praktek keagamaan yg justru melihat pelacuran sebagai cara utk mendekati tuhan.
    Alasan pembedaan sudah pasti.
    Alasan rusaknya kesucian juga sudah jelas tertulis.
    Alasan ketidaksetiaan saya angkat krn Tuhan mengasosiasikan persundalan dg penyembahan berhala.

    Yes 1:21
    Bagaimana ini, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal! Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh

    Yer 3:8
    Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal


    Dari sudut pandang ane, ajaran dalam suatu agama muncul dengan beragam motivasi. Tidak melulu motivasi politik, misal utk pembedaan dengan kelompok lain. Tapi bisa juga motivasi utk hidup sehat, dll.
    Ini saya stuju.
    Namun yg saya ingin bahas adalah apakah hidup sehat (faktor medis) adalah alasan utama?

    Jika faktor medis adalah alasan utama, apakah semua orang yg makan babi/tidak disunat lebih sehat daripada yg tidak makan babi/disunat?
    Ini debatable Bro dan debatnya kusir-kusiran.
    Makanya walau saya stuju bhw faktor ksehatan juga bisa dpertimbangkan tetapi mungkin saja itu bukan faktor utama shg tidak layak dperdebatkan.

    Bisa juga ajaran agama adalah kelanjutan dari ajaran sebelumnya yg lebih tua, sehingga alasannya tidak ditemukan di dalam kitab sucinya, tetapi di kitab suci yg lebih tua. Ane ambil contoh pengharaman daging babi dalam Islam. Karena kitab suci Islam tidak menyebutkan secara eksplisit apa alasannya, sementara sebelumnya sudah ada ajaran Yahudi yg melarang daging babi, maka larangan makan daging babi dlm Islam dapat dilihat sebagai kelanjutan ajaran yg lebih tua (ajaran Yahudi). Alasan pelarangannya dapat dilihat di kitab suci Yahudi tsb.
    Saya ngga relevan mjawab sudut pandang Islam tetapi dari sudut pandang historik, mnurut saya juga logis jika dikatakan bgitu.
    Namun ada distorsi juga Sob.
    Di Islam daging unta itu halal. Di Yudaisme diharamkan.

    Bisa jadi kitab Perjanjian Baru Kristen membatalkan beberapa ajaran yg ada di Perjanjian Lama, sehingga larangan makan daging babi menjadi gugur. Bisa jadi peternak babi merasa dirugikan oleh kitab Yahudi, sehingga muncullah kitab baru yg membiarkan konsumsi daging babi, motif ekonomi.

    Nah, pendapat itu kurang pas Sob.
    Krn org Kristen-Yahudi tetap ngga makan babi dan tetap disunat.

    Jd skrg titik tolaknya bukan di babi alias bukan di aspek lahiriah pembeda lagi.
    Krn perubahan sudut pandang, maka barulah pedagang babi jadi tidak dirugikan.
    Hahahahaha

  16. #36
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Yahudi
    And the pig, because it has a cloven hoof that is completely split, but will not regurgitate its cud; it is unclean for you. You shall not eat of their flesh, and you shall not touch their carcasses; they are unclean for you.
    —Leviticus 11:7-8
    And the pig, because it has a split hoof, but does not chew the cud; it is unclean for you. You shall neither eat of their flesh nor touch their carcass.
    —Deuteronomy 14:8
    Quote Originally Posted by Kristen
    Mat 15:11
    Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.

    Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.
    Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Jika konteksnya adalah Taurat saja, maka boleh jadi pharaman babi adl krn ketidakbersihan.
    Tp jika dikaitkan dg perkataan Yesus Kristus dan budaya Kristen Non-Yahudi, maka pharaman babi itu bukan krn faktor unclean melainkan faktor pembeda juga.
    Melihat dua kutipan paling atas, ane bisa setuju dgn ente, bahkan ane bisa bilang bahwa Kristen merupakan pemberontakan terhadap hegemoni Yahudi.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Jika babi itu unclean, maka sampai kapanpun harusnya tetap unclean; namun tidak demikian dalam perkembangan Yudaisme pada kekristenan.
    Dari sudut pandang ane, (yg ditebalkan) tidak harus. Kenapa? Karena memang ajaran agama sesungguhnya situasional. Bisa saja babi tidak diharamkan lagi karena dilihat sudah clean.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Ini saya stuju.
    Namun yg saya ingin bahas adalah apakah hidup sehat (faktor medis) adalah alasan utama?

    Jika faktor medis adalah alasan utama, apakah semua orang yg makan babi/tidak disunat lebih sehat daripada yg tidak makan babi/disunat?
    Ini debatable Bro dan debatnya kusir-kusiran.
    Makanya walau saya stuju bhw faktor ksehatan juga bisa dpertimbangkan tetapi mungkin saja itu bukan faktor utama shg tidak layak dperdebatkan.
    Bukan begitu. Ane melihat ajaran agama bukan dari kacamata iman. Juga ane tidak sedang menilai benar salahnya suatu ajaran agama, tetapi menggunakan ajaran tsb sbg clue utk melihat kehidupan masyarakat di masa itu.

    Misalnya pengharaman daging babi oleh Yahudi dgn alasan unclean menunjukkan ada kesadaran pada masa itu bahwa daging babi tidak baik buat dimakan. Apakah benar daging babi tidak baik atau sebaliknya, bukan hal yg sedang ane perhatikan.

    Selanjutnya mengapa dibilang unclean? Ternyata peternakan babi kotor, dlsb. Seandainya pemuka Yahudi pada masa itu melihat peternakan babi "modern" yg bersih dan higienis, bisa jadi mereka tidak mengharamkannya, malah mungkin menganjurkannya.

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Di Islam daging unta itu halal. Di Yudaisme diharamkan.
    Utk hal ini, ane mengira ada kaitannya dengan kondisi geografis dan demografis bangsa Arab di jazirah Arab. Cuman ane perlu konfirmasi, apakah dulu di tanah Arab ada peternakan babi atau tidak? Jika peternakan babi bukanlah hal yg lazim di tanah Arab, Muhammad tidak memiliki perhatian khusus terhadapnya. Karena itu dia cukup bilang babi haram tanpa penjelasan lebih lanjut (sekedar mengikuti ajaran yg lebih tua). Sementara apa yg sudah biasa dimakan oleh bangsa Arab tetap dibolehkan olehnya. Jadi halalnya daging unta, bukan utk pembeda dgn Yahudi.


  17. #37
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    Soal pelacuran
    saya sependapat dng bro [MENTION=912]234[/MENTION]
    sepanjang dlm agama/keyakinan ada mengatur perkawinan (baca dilembagakan)
    maka diluar ketentuan tsb adalah illegal/dilarang/haram bagi pemeluknya.
    Tentu saja, tapi apa alasannya (asbabun-nuzul), tidak jelas. Dlm Kristen misalnya pelacuran melambangkan ketidaksetiaan, dst.

    Ane melihat ajaran Islam memang sesuai dgn prinsip "sami'na wa atho'na". Di dalam Quran, Muhammad tidak membeberkan alasan-alasan dari suatu perintah ataupun larangan. Kalo gak salah, dia juga pernah bilang jgn seperti Yahudi yg banyak tanya. Alasan-alasan yg dimaksud biasanya dicarikan di hadis-hadis. Meski tidak semua muslim sepakat dgn hal tsb.

    Ane melihat larangan pelacuran/zina dlm Islam mengikuti ajaran sebelumnya yg sudah ada. Tapi karena masyarakat Arab biasa menikahi istri banyak, Muhammad pun membolehkan beristri hingga empat orang. Ane kira "firman tuhan" ttg poligami tsb turun setelah Khadijah wafat, mengingat Muhammad ber-monogami dgn Khadijah.



    ----------------

    Btw, ane mendapat kesan mengapa muslim menjadi "penakut" dalam topik ini?

  18. #38
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba
    Btw, ane mendapat kesan mengapa muslim menjadi "penakut" dalam topik ini?
    Ada landasan historis dan sosiologisnya eyang , yaitu pola pengajarannya yang galak dan satu arah... kalau murid bertanya kayak gini bisa-bisa distempel macem-macem, apalagi kalau si ustadz sendiri gak tau jawabannya ... jadinya tidak biasa atau malah takut untuk bertanya dan membedah...

    ... tapi banyak juga yang njawab tuh...

    #numpang_lewat
    Last edited by Alip; 04-01-2014 at 06:50 AM.

  19. #39
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Iye tuh, bener kata mbah alip.
    Btw, udah pernah ada surveynya blm yg mencatat jumlah kata 'takut' dalam quran?

    Atau ayat yg bernada ancaman dalam quran itu ada brapa banyak?

    Kalo ada anak iain bisa dijadikan bahan thesis tuh.

    Uwkekkekeke...

  20. #40
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    buat apa?

    kalian bertanya di thread ini kan bukan untuk mencari jawaban, tetapi untuk terus ngeles selama umur masih ada

    apakah apabila kami menjawab maka kalian akan menjadi beriman?

    tidak toh?

    buat apa susah-susah?

    sama aja kaya ngomong ama batu
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •