Lagi semaraknya orang-orang ngerayain tahun baru di mana-mana, si daerah Kampung Sawah deket rumah ortunya [MENTION=7]cha_n[/MENTION] ada penggerebekan markas teroris, cekidot...

Berita tadi malem...

Dua Ledakan Keras di Markas Teroris Ciputat

Jakarta - Ternyata upaya penangkapan para teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, belum usai. Tim Densus 88 masih berupaya melumpuhkan para pelaku. Dua kali suara ledakan keras terdengar dari lokasi.

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Suara dentuman keras berasal dari rumah kontrakan di tengah persawahan yang dijadikan markas para teroris. Lalu, ledakan kedua terjadi setelah pergantian tahun atau sekitar pukul 00.10 WIB.

Warga yang mendengar ledakan itu sempat berlarian. Padahal sebelumnya mereka berkerumun di sekitar lokasi, atau 300 meter dari kontrakan.

"Memang benar tadi ada ledakan dari dalam rumah, kita belum tahu jenis peledaknya, karena para pelaku masih terus melawan jadi kami belum bisa masuk," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di lokasi, Rabu (1/1/2014).

Polisi masih berusaha melumpuhkan para teroris. Kapolri Jenderal Sutarman dan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius berada tak jauh dari lokasi. Mereka berdiri di kebun yang jaraknya 100 meter dari markas para teroris.
================================================== ====

Foto-foto Markas Teroris Ciputat



Liputan6.com, Ciputat: Butuh waktu sekitar 10 jam lamanya untuk menaklukan para penghuni rumah kontrakan di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Lima orang terduga teroris yang bersembunyi di balik tembok rumah itu akhirnya tewas dalam penggerebekan yang digelar sejak Selasa malam kemarin.

Malam tadi gelap menutupi menutupi bangunan yang berada di balik rimbun pepohonan saat deru timah panas saling beradu. Warga juga dilarang mendekati lokasi hingga radius 200 meter.


Pagi ini, rumah itu masih tertutup terpal berwarna cokelat muda. Dan masih belum bisa didekati, meskipun para penghuninya telah bertumbangan. Hanya puluhan aparat kepolisian yang berada di dekat lokasi.

Sementara beberapa meter dari rumah, mobil merah Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) Polri terparkir di sebuah tanah lapang. Antara rumah itu dan lapangan dipisahkan oleh kolam air dan jalanan setapak di dekatnya. Di sana kerumunan aparat lainnya berkumpul.

Berjalan beberapa meter ke depan dari tanah lapang, 3 mobil jenazah terparkir di tepi jalan. Ketiganya kini telah beringsut pergi membawa 5 jenazah terduga teroris ke RS Polri Kramat Jati, Jaktim.


Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany sempat menyambangi lokasi penggerebekan itu sekitar pukul 07.35 WIB tadi. Setibanya di sana, adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu tak berkomentar banyak. Dia hanya meminta untuk diberi kesempatan melihat lokasi penggerebekan.

"Nanti ya, saya masuk dulu," kata Airin sembari tersenyum, Rabu (1/1/2014). Dia harus melewati jalan setapak yang berlumpur untuk menembus rumah kontrakan di Jalan H Dewantoro Gang H Hasan itu.

Sebanyak 6 teroris tewas dalam penggerebekan yang digelar aparat Densus 88 Antiteror Polri itu. Lima di antaranya tewas di dalam rumah pagi tadi. Dengan tewasnya 5 teroris di dalam rumah itu, maka jumlah seluruh yang tewas dalam penggerebekan ini menjadi 6 orang.

Satu orang berinisial H sudah lebih dulu tewas tertembus timah panas polisi pada Selasa 31 Desember 2013 malam kemarin saat melakukan perlawanan ketika ingin ditangkap. Sementara 1 teroris lainnya berhasil diamankan dalam keadaan hidup. Dia tertangkap saat mencoba melarikan diri dengan teroris lain yang telah tewas, yakni H. (Ndy/Ein)