Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 45

Thread: Memberikan penjelasan ke karyawan mengenai bonus tahunan

  1. #21
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    nah....setelah tau begitu mari kita kembalikan ke awal, kenapa para montir/operator jadi ogah-ogahan kerja?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #22
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    rasanya TS dah dapat jawaban yah ? hehehehe

    anw, ini bonus tahunan dasarnya apa emang ? kinerja ? ato emang bagi2 sisa laba ?

    klo kinerja, IMHO emang lebih baik nya ga disebarkan
    klo bagi2 laba, di sebar2kan gpp tapi IMHO lebih baiknya memang tersembunyi
    di tempat saya, gaji itu personal, hanya bagian HRD KanPus dan saya yg tau gaji saya
    bonus.... nah ini, saat ini memang masih jauh dekat sama, semoga tahun depan bener2 di realisasikan bahwa branch yang berprestasi (laba tercapai) akan dapat bonus sedangkan yg memble.... not

    anw, si manajer dan supes dudul sudah di marahin ? klo saya sih, kasih SP, alasannya ? menyebabkan instability di perusahaan

  3. #23
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Gw setuju ama [MENTION=395]tsu[/MENTION] yg cerewet ini harus dibungkam/diperingatkan dg SP
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  4. #24
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kok dibalik?

    Adakah peraturan perusahaan untuk tidak disclose bonus? Kalau tidak ada maka mereka tidak boleh dikenakan SP... dan mereka berhak menuntut perusahaan kalau tetap di SP...

    Sebaliknya para montir/operator layak dapat SP karena kerja ogah-ogah-an, yang pasti ada dalam peraturan kinerja perusahaan...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  5. #25
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Di peraturan perusahaan ada kata kata yg kurang lebih begini
    Jika karyawan membuat situasi kerja menjadi tidak kondusif maka bisa di kenakan SP melalui bbrp pertimbangan.
    Kalo gw berkoar koar dpt fasilitas/bonus yg membuat karyawan jd iri, trus mereka mogok. Gw bisa kena SP. Jd intinya etika kerja yg baik deh.
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  6. #26
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kalau begitu fasilitas dan bonus itu tidak diberikan berdasarkan aturan perusahaan (kinerja atau laba) yang transparan dan diketahui bersama, sehingga kalau ketahuan orang lain bisa membuat iri?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  7. #27
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Berdasarkan kondikte, lama bekerja n posisi donk
    Bisa saja sesama supervisor beda bonusnya.
    Apa etis kalo gaji semua transparan
    Dan transparan itu di atur di peraturan perusahaan, koq rasanya jarang sekali diterapkan.
    Soalnya peraturan perusahaan itu legalnya di daftarkan di disnaker setempat, dan berlaku selama bbrp waktu.
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  8. #28
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Hmm kalo kita denger atau baca gaji, fasilitas, n tunjangan pejabat bumn yg di transparan kan via media. Kalo kepala kita pas ngga adem... Pasti buat iri juga.
    Kalo kita berbesar hati, pasti juga uda nrimo/bersyukur akan pencapaian sekarang.
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  9. #29
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Bukan jumlahnya, tapi siapa yang dapat, siapa yang tidak dapat, dan mengapa. Bukankah itu sudah ada di aturan dan diketahui semua orang? Jika memang ada dalam aturan maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk iri bahkan kalau ada yang gembar-gembor bonus sekalipun... semua orang tahu dia layak dapat sekian-sekian.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #30
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Kalo siapa yg dpt, dan mengapa itu kan dr awal mendapat posisi. Dan itu ngga diatur di PP.
    Kalo emamg ngga dpt, ya ngga dijelasin.
    Sejak awal menerima jabatan uda dikasih tau, hanya masalahnya adalah etikanya, knp harus koar koar. Simple aja.
    Dan efek dr koar koar ini kan yg jd ripple di lingkungan kantor
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  11. #31
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Dan maaf, yg dpt siapa siapa, ngga dipublikasikan. Tp scr personal diinfo kalu kamu dpt, dan bawahan kamu ngga. Krn ada pertimbangan tertentu.
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  12. #32
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Kalo idealnya ya semua transparan. Tanpa mengungkap jumlahnya
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  13. #33
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Memang disayangkan kl tidak semua level mdapatkan bonus,
    Tp pola pikir dbalik pmberian bonus itu acceptable bhw mreka yg ada dlm fungsi leadership-lah yg eligible mdapat bonus, sdgkn yg pelaksana tidak mdapat bonus.

    Sbetulnya, apapun argumen dr prusahaan tidak akan mngubah 'iri hati' dari mreka yg tidak dapat jatah bonus.
    Krn iri-irian ini tidak dapat dihindarkan, maka kebijakan prusahaan ke depan adl mngantisipasi demotivasi dari level yg tidak mdapat bonus, misalkan mperketat pngawasan kinerja utk mjd dasar pemberian surat teguran/peringatan bagi yg kinerjanya menurun krn iri, mendekat pd serikat pekerja (jika ada) utk mmadamkan demo/mogok, mbuat acara kebersamaan khusus bagi level yg tidak mdapat bonus, mperkuat strategi rekrutmen utk antisipasi turnover.

    Nah, walau tidak thindarkan utk iri-irian, tp prusahaan memang perlu mnyiapkan argumen yg logis mngenai pmberian bonus.
    Misalnya,
    1. Bonus hanya dbrikan bagi yg mmegang fungsi kepemimpinan krn tanggungjawab tugasnya lebih besar. Tentu saja mreka adl faktor yg lebih bperan pd profit prusahaan. Argumen ini jika dkomunikasikan dg baik dan dtunjang oleh people-development yg fair akan mdorong level bawah termotivasi mjd leader.
    2. Soal lembur. Ptanyaan saya, apakah Mgr/Spv dpt uang lembur dan apakah mreka banyak lembur? Jika mreka banyak lembur tp ngga dpt uang lembur, maka bonus bisa jadi alasan pngganti lembur.

  14. #34
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    kayaknya belum bisa nyambung ya? :: Ya sudah, kita lebih direct aja

    tersebutlah sebuah dongeng ... alkisah di suatu perusahaan, semua orang yang mendapat bonus bebas untuk mengabari siapapun dan ternyata tidak ada iri hati, tidak ada penurunan produktivitas, dan tidak ada yang perlu kena SP. Pihak HR juga tidak perlu mengarang "komunikasi" apapun... (yang ternyata banyak manajer di Indonesia mengira "internal corporate communication" adalah "bagaimana teknik efektif membohongi karyawan sendiri").

    Kenapa ya???

    Hint,
    • apa definisi ogah-ogahan?
    • bagaimana tahu kalau karyawan ogah-ogahan?
    • berapa banyak karyawan yang sedang kena penyakit tersebut?
    • tahu darimana mereka sedang iri?
    • berapa turn-over karyawan level operator selama sepuluh tahun belakangan ini?
    • berapa operator yang sudah naik jadi direksi dalam sepuluh tahun belakangan ini?

    ... apakah dongeng ini akan berakhir dengan "mereka hidup bahagia selamanya?"
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  15. #35
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Bang alip jd hrd aja di kantor saya, uda lebih pengalaman kayanya
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  16. #36
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    yang ternyata banyak manajer di Indonesia mengira "internal corporate communication" adalah "bagaimana teknik efektif membohongi karyawan sendiri"
    ini nyata nyata terjadi loh.....hampir semuanya

    • apa definisi ogah-ogahan?
    bawahan mulai kurang cepat tanggap instruksi atasan

    • bagaimana tahu kalau karyawan ogah-ogahan?
    ada karyawan divisi B mengeluh ke HRD,
    sebelumnya bawahan divisi A mengeluh ke supervisor div A
    hrd down tracking ke bwh, utk cek ke karyawan divisi A. karyawan uda mengeluh ke supervisornya utk mjd wakil rakyat ke HRD.
    tp malah karyawan divisi B yg menyampaikannya. Parah kan.....

    • berapa banyak karyawan yang sedang kena penyakit tersebut?
    +- 10 karyawan dari total 700 orang

    • tahu darimana mereka sedang iri?
    dg ada total +- 700 orang.
    yg nggosip udah 1/4 nya. Saya rasa suara udah cukup sampai ke pintu HRD
    HRD pasti juga punya radar / inter untuk menangkap info tsb

    • berapa turn-over karyawan level operator selama sepuluh tahun belakangan ini?
    saya bisa infokan 5 thn terakhir, krn saya baru 5 thn di sini.
    skala 1-10, turn over di 4.
    1 baik
    10 parah sekali

    • berapa operator yang sudah naik jadi direksi dalam sepuluh tahun belakangan ini?
    saya uda nemu 1 senior saya di sini, dan dia baru di trial untuk naik ke direksi di kantor yg baru (anak perusahaan)
    Cuman lulusan SMA, tp pengalaman udah 15 thn + ada upgrade pelatihan dari direksi scr personal + kursus dll
    ada manager di kantor saya uda dpt rumah juga. Kalo masalah rumah ini internal sebenarnya dg manager saya. Krn emang ga di publish.....kalo ini gmn ? enaknya di publish oleh direksi atau ga ? plus minusnya ada ngga ?

    Kalo dibilang happy ending....saya liat hampir 60-70% karyawan adalah karyawan bekerja lebih dari 4 thn bekerja di sini.
    jd definisi happy ending apakah semua nasibnya kaya manajer saya ? saya sih maunya gitu
    FYI manager saya uda 10 thn, dia meniti karir juga dr mekanik/foreman. Jadi harapan saya...misal saya 10 thn di sini, dan kinerja saya baik, "berharap sekali" dpt rumah
    Last edited by ndoz; 31-12-2013 at 08:24 AM.
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  17. #37
    Intinya sih menurut saya, karyawan ogah-ogahan itu karena merasa diperlakukan tidak adil.
    Merasa kontribusinya kepada perusahaan dihargai tidak semestinya (kurang).

    Nah, perlu dianalisa apakah perasaan karyawan tersebut berdasar atau tidak.
    Perbaiki yang masih bisa perbaiki. Tegas pada kesalahan.

  18. #38
    pelanggan tetap komporminyak's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,243
    ^
    kalau penilaian saya, HRD emang pintu gosip
    tempat curhat n keluh kesahnya karyawan.
    makanya itu saya ga pernah mau lamalama di HRD.

    1. karyawan berhak mengeluarkan keluh kesahnya dan diperjuangkan ke manajemen perusahaan melalui serikat pekerja.
    apakah di tempat ndoz ada serikat pekerja?

    2. Ada berbagai definisi mengenai uang, masing2 ada rules yang jelas, dibukukan dan siapapun boleh membaca.
    a. uang gaji (semua karyawan berhak)
    b. uang prestasi (hanya yg karyawan tertentu).
    c. uang bonus tahunan (semua karyawan berhak).
    d. uang THR (semua karyawan berhak)
    e. uang pesangon (semua karyawan berhak bagi yang resign)
    f. uang tunjangan kesehatan (semua karyawan berhak)
    dll.

    3. Setiap awal tahun diedarkan form yang diisi karyawan tsb juga atasannya.
    Isinya penilaian prestasi atas dirinya sendiri + dinilai oleh atasannya.
    Nah hal ini menjadi salah satu point utk uang prestasi tsb.

    4. ada ga mekanisme recharge energy buat karyawan?
    kayak outbound atau tour karyawan.
    karyawan juga punya titik jenuh loh, mereka yang operator biasanya ga tahu harus ngapain.
    pihak manajemenlah yang biasanya mensiasati kondisi tsb agar tidak mengganggu kinerja perusahaan.


    kalau emang ga ketolong ya uda,
    toh orang lain yang membutuhkan pekerjaan masih banyak.
    - just call me kokom -

    Shinken & Fude… Jalan pedang dan jalan kuas, antara keharmonisan dan kekerasan kehidupan yang melebur untuk meraih kemurnian yang sempurna…
    I get to actually experience what it would be like to be a psycho, which is not a fun one. For me, it suits me. It suits my personality.

  19. #39
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    humor :

    Buat Yang Suka Ngeluh Soal Gaji

    Suatu pagi Andi memutuskan untuk menghadap ke Pak Joko, direktur personalia dan setelah saling mengucap salam maka Andi segera dengan bersemangat menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya kepada Pak Joko untuk meminta kenaikan gaji.
    Pak Joko setelah menatapnya beberapa saat kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, "Ha ha ha, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari..! masa sekarang mau minta naik gaji?"

    Tentu saja Andi sangat terkejut mendengar hal itu namun pak Joko segera meneruskan,
    Joko: "Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?"
    Andi: "365 hari dan kadang-kadang 366 hari."
    Joko: "Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?"
    Andi: "24 jam." Joko: "Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?"
    Andi: "Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari."
    Joko: "Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?"
    Andi: "(mulai ngitung dalam hati.....8/24 jam = 1/3)....sepertiga! "
    Joko: "Wah pinter kamu!, Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?"
    Andi: "122 (1/3x366 = 122 hari)" Joko: "Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?"
    Andi: "Tidak Pak!"
    Joko: "Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?"
    Andi: "52 Sabtu ditambah 52 Minggu = 104 hari."
    Joko: "Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?"
    Andi: "18 hari." Joko: "Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun. Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang tersisa itu berapa hari yang tinggal?"
    Andi: "6 hari."Joko: "Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?"
    Andi: "Tidak pak!"
    Joko: "Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?"
    Andi: "4 hari." Joko: "Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?"
    Andi: "Tidak pak!"
    Joko: "Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?"
    Andi: "2 hari." Joko: "Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra' Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa al masih, Proklamasi.. ........., berapa hari yang tersisa?"
    Andi: "........ ....gak ada sisa pak."Joko: "Jadi sekarang anda mau menuntut apa?"
    Andi: "Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dan telah mencuri uang perusahaan dengan tidak bekerja sedikitpun. Saya minta maaf" Joko: "ya udah, keluar sana!"

  20. #40
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    [MENTION=2140]neofio[/MENTION]
    joke nya buat saya nyengir waktu saya masih kerja di Jkt dl

    ---------- Post Merged at 10:10 AM ----------

    karyawan berhak mengeluarkan keluh kesahnya dan diperjuangkan ke manajemen perusahaan melalui serikat pekerja.
    apakah di tempat ndoz ada serikat pekerja?
    karyawan emang ngga pernah mau ada serikat, krn disini kalo ada serikat, malah iurannya ngga jelas ke mana. Masih pd mau dipotong gaji utk jamsostek.

    Ada berbagai definisi mengenai uang, masing2 ada rules yang jelas, dibukukan dan siapapun boleh membaca.
    a. uang gaji (semua karyawan berhak)
    b. uang prestasi (hanya yg karyawan tertentu).
    c. uang bonus tahunan (semua karyawan berhak).
    d. uang THR (semua karyawan berhak)
    e. uang pesangon (semua karyawan berhak bagi yang resign)
    f. uang tunjangan kesehatan (semua karyawan berhak)
    dll.
    wah kalo ini saya ngga tau, cmn dari gaji saya. Intinya gaji pokok adalah UMK/R. Sisanya adalah uang transport, makan, tunjangan jabatan, masih dipotong jamsostek. Belum dipotong pajak

    Setiap awal tahun diedarkan form yang diisi karyawan tsb juga atasannya.
    Isinya penilaian prestasi atas dirinya sendiri + dinilai oleh atasannya.
    Nah hal ini menjadi salah satu point utk uang prestasi tsb.
    Baru aja berlajan setelah lebaran kemarin. Banyak masukan ke supervisor n manager supaya lbh baik lagi. Saya juga bisa instropeksi diri, krn juga dipanggil oleh HRD.

    ada ga mekanisme recharge energy buat karyawan?
    kayak outbound atau tour karyawan.
    karyawan juga punya titik jenuh loh, mereka yang operator biasanya ga tahu harus ngapain.
    pihak manajemenlah yang biasanya mensiasati kondisi tsb agar tidak mengganggu kinerja perusahaan.
    Haaaaa....baru tahun ini juga ada, udah terlaksana juga
    Sayangnya saya ga bisa ikut, krn istri pas melahirkan.
    Insya Allah thn depan bisa ikut.

    Semoga di perusahaan gw bekerja tambah maju aja. Aminnnn
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •