Kayaknya PDIP sedang mempertimbangkan Jokowi-Ahok sebagai capres cawapres...
Tapi gak tau juga kalau kabar ini dihembuskan cuma buat memenangkan pileg, trus diganti jafi mega-jokowi
Kayaknya PDIP sedang mempertimbangkan Jokowi-Ahok sebagai capres cawapres...
Tapi gak tau juga kalau kabar ini dihembuskan cuma buat memenangkan pileg, trus diganti jafi mega-jokowi
Gw bakal kecewa berat kalo Jokowi sampe nyapres ato cawapres sekalipun
Belum saatnya...![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Belum saatnya kan yang didengung-dengungkan lawan politik Jokowi.![]()
[MENTION=19]danalingga[/MENTION]
tapi gw juga harus melihat keseriusan Jokowi untuk membenahi Jakarta ini, kalo amanahnya belom selesai udah disuruh nyapres gimana bisa dipercaya dia, jujur aja gw bakal jadi skeptis sama dia. Jokowi gak ada bedanya dengan politikus-politikus lain yang haus kekuasaan dong? meski kelak Jokowi akan melakukan pembelaan dengan ngomong bahwa ini adalah hasil keputusan Dewan Partai, bla3x![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Kurang serius apa lagi sih? Coba jelaskan dalam urusan jakarta apa jokowi tidak serius?
Artinya....kalo ada amanah yang dibebanin yo mbok dituntasin dulu jangan lantas ditinggalin... kelarin dulu semua yang udah dimulai... saat ini menurut gw dan rakyat Jakarta yang masih skeptis sama Jokowi, Jokowi harus membenahi Jakarta dan membuktikan kata-kata serta janji-janjinya seperti yang dia ucapin sebelum dia menjabat jadi gubernur DKI jakarta... kalo dia nurut, manut nyapres 2014 apa kata dunia???
Tau sendiri di negara ini setiap ganti pemimpin ganti kebijakan, proyek yang lagi jalan bisa-bisa berhenti trus diganti sama proyek yang lain lagi.. menurut versi si pemimpin yang saat itu menjabat...
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Kalo jokowi jadi presiden, lalu dia ga bisa memegang amanah membangun/membenahi jakarta? Bukannya jadi lebih gampang tuh? Benturan2nya bisa diperkecil.
Yg membangun jakarta dulu itu kan sukarno. Bikin monas, bikin istiqlal, dlsbgnya.
Tau siapa yg cinta sama pendapat lu ndel? ARB, Prabowo, Megawati. Atau elu pencinta mereka..
Kalo bagi gw sih.. capek gw beli kucing dalam karung.
Last edited by ndableg; 04-01-2014 at 04:09 PM.
Ok sekarang stop bicara ttg jokowi lagi.
Kembali ke laptop.
Menurut gw yg bakal menang adalah PDIP, tapi Gerindra buat gw jg opsi menarik.
ndableg kayaknya perlu partai bernama jokowi![]()
Iya, za. Gw juga capek berantem mulu sama ndableg dalem karung![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Kalau pemilunya sekarang, pemenangnya antara Golkar dg PDIP. Tapi kalau sesuai jadwalnya nanti, ya belum pasti karena dinamikanya sangat tinggi. Tinggal tunggu aksi KPK, siapa yg akan ketiban sial oleh KPK.
kalau melihat tren sih, bakalan PAN (hatta rajasa) yang bakalan menang...
liat aja iklanyya... pake goyang...![]()
hai hai hai.....
.
Berita nih...
Megawati dan Jokowi Penentu Peta Politik 2014
Ternyata emang gak bisa jauh-jauh dari JokowiJAKARTA, KOMPAS.com - Figur Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menjadi penentu peta politik pada Pemilu 2014.
Bagi partai kompetitor PDI-P, cara paling rasional untuk memenangi pemilu adalah dengan mendorong PDI-P mengusung Megawati sebagai calon presiden. Setidaknya bila merujuk tren dukungan bagi para kandidat dan partai berdasarkan survei yang digelar Harian Kompas pada 2012 sampai 2013.
"(Karena) kesempatan bagi partai-partai lawan untuk bisa bergerak naik hanya terjadi jika Jokowi tidak dicalonkan oleh PDI-P," menjadi salah satu kesimpulan dari survei tersebut. Dengan situasi tersebut, saat ini menjadi hari-hari adu jitu strategi di antara partai politik papan atas peserta Pemilu 2014.
Kajian Litbang Kompas menyatakan bahwa saat ini ada tiga kepentingan yang akan saling tarik-ulur terkait strategi PDI-P dengan fenomena kehadiran figur Jokowi yang dilematis. Tiga sentrum kepentingan itu adalah lingkaran dalam PDI-P, masyarakat, dan lawan politik.
Seandainya sentrum pertama linier dengan masyarakat luas, kekuatan partai kemungkinan akan membesar. Bila sentrum pertama condong pada kepentingan ketiga, maka PDI-P akan dilihat gampang disetir lawan politik dan masyarakat akan mencari figur dari partai lain. Jika kemungkinan kedua yang terjadi, saat itulah kemungkinan munculnya sosok-sosok yang semula tak diperhitungkan atau diperkirakan di jagad politik.
Dilema Jokowi
Sampai saat ini PDI-P belum pernah memunculkan sinyal nyata akan mengusung Jokowi untuk Pemilu Presiden 2014. Di kalangan internal, sosok Megawati Soekarnoputri masih punya banyak pengikut setia meskipun survei terakhir memperkirakan sebagian kader yang semula memilih Megawati beralih ke Jokowi.
Bila Jokowi diusung PDI-P untuk Pemilu Presiden 2014, hampir pasti gerbong suara PDI-P akan penuh sesak. Tipis peluang bagi partai lain untuk menjaga perolehan suara yang didulang pelan-pelan sekarang, apalagi menambah suara lagi.
Tren elektabilitas Jokowi yang terus menanjak, adalah faktor yang akan sangat menguntungkan partai pengusungnya. Karenanya, tak pelak bila dikatakan tahun politik kali ini adalah uji strategi untuk PDI-P. Meskipun, tak tertutup kemungkinan masih ada strategi tersembunyi lain PDI-P selain faktor Jokowi.
Rangkaian survei yang digelar Harian Kompas menggunakan metode survei longitudinal, yakni memakai responden yang sama. Ketiga survei dilakukan secara tatap muka, dalam tiga periode waktu yang berbeda.
Survei periode utama yang hasilnya dilansir pada Desember 2012, dilakukan pada rentang 26 November 2012 sampai 11 Desember 2012. Periode kedua, 30 Mei 2013 sampai 14 Juni 2013, dan diumumkan pada Juni 2013. Sedangkan periode ketiga terlaksana pada 27 November 2013 sampai 11 Desember 2013, diumumkan hasilnya berturut-turut mulai Rabu (8/1/2014).
Melibatkan 1.380 sampai 1.400 responden dari 34 provinsi di Indonesia, survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dan rentang kesalahan (margin of error) 2,6 persen dalam penarikan sampel acak sederhana.
Hasil survei selengkapnya dapat dibaca di harian Kompas edisi Kamis (9/1/2014).*colek [MENTION=44]ndableg[/MENTION]
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!