Quote Originally Posted by BundaNa View Post
[MENTION=41]kandalf[/MENTION]: itu pengacaranya yang bicara?
" Kasus ini sangat menguras emosi saya. Banyak orang bertanya-tanya, mengapa kamu (korban) berkali-kali datang, itulah bedanya pemerkosaan fisik dan mental. Kalau diperkosa mental, dia menjadi seperti kerbau dicocok hidung. Mendengar suara Sitok saja anak ini gemetar"
Perumpamaan yang pas...sapi dan kerbau, dilukai hidungnya, jadi penurut
Benar, itu pengacaranya yang bicara.


Isha,
bicara tentang kejahatan seksual, maka argumen occam's razor tidak berlaku.

Misalkan nih, ada sekretaris mengadukan bahwa atasannya melakukan pelecehan seksual dengan memegang pantatnya. Si bos bilang tidak pernah.
Apakah karena tiada janin, tiada bekas sidik jari dan sebangsanya, tiada kamera CCTV yang merekamnya (di ruangan itu gak ada CCTV), berarti menandakan pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi?

Lagipula,
baca lagi wawancara pengacaranya.
Yang memaksa RW mengadukan Sitok adalah kawan-kawannya. Karena RW sudah nekad mencampur obat-obat untuk menggugurkan kandungannya tetapi berhasil dicegah kawan-kawannya. Kawan-kawannya kemudian meminta pertolongan dari si pengacara.

Dari wawancara yang dilakukan pengacara, dari modusnya, ia menyimpulkan bahwa ini tindakan pemerkosaan. Tetapi untuk strategi hukum, digunakan 'perbuatan tidak menyenangkan', sebuah pasal sampah sebenarnya. Tapi kasusnya sendiri, model intimidasinya, hubungan antara pelaku dan korban, itu ciri-ciri pemerkosaan halus yang batasnya sangat tipis dengan suka-sama suka. Artinya sukar dibuktikan, sekedar 'versi gue' melawan 'versi elu'.

Gue sendiri, hanya dengan potongan-potongan wawancara dan beberapa kisah, bahkan termasuk versi pembelaan dari putrinya Sitok,
itu udah jelas tanda-tanda 'pemerkosaan' dengan cuci otak terhadap korban. Namanya cuci otak, akan sulit membuktikannya. Pelakunya sendiri pun juga tidak akan sadar kalau dia 'memperkosa'.

Sama saja seperti para pengguna jasa pelacur, kecuali tipe-tipe brengsek (yang jumlahnya juga banyak) mereka gak akan sadar kalau mereka sebenarnya memperkosa dengan kekuasaan mereka, yakni duit.