[MENTION=41]kandalf[/MENTION]: itu pengacaranya yang bicara?

" Kasus ini sangat menguras emosi saya. Banyak orang bertanya-tanya, mengapa kamu (korban) berkali-kali datang, itulah bedanya pemerkosaan fisik dan mental. Kalau diperkosa mental, dia menjadi seperti kerbau dicocok hidung. Mendengar suara Sitok saja anak ini gemetar"
Perumpamaan yang pas...sapi dan kerbau, dilukai hidungnya, jadi penurut

UI kenapa marah dalam kasus ini? Karena Sitok menghina lembaga pendidikan ini. Dengan enaknya dia bilang, mbok ya kamu minum (obat) antihamil, minta sama anak-anak UI, banyak kok yang mengerti. Di situ yang membuat UI marah. Akhirnya, seperti terjadi perang lembaga dengan lembaga (Salihara dengan UI) karena mulutnya Sitok. Jadi bukan tanpa alasan UI ikut, Sitok terlalu melecehkan.
orang sombong, sudah waktunya jatuh

---------- Post Merged at 12:14 PM ----------

Quote Originally Posted by ishaputra View Post
Mangkanya, udah tak bilang dari awal, kasus ini masih simpang siur antara pemerkosaan (softrape, yang ini pun debatable) atau hanya kasus ingkar tanggungjawab dari oknum SS.

Mari kita telaah kasus SS dengan "pisau cukur Occam".

Kemungkinan 1: SS dan RW berpacaran, berhubungan seks, dan RW hamil. SS ingkar tanggungjawab, RW kecewa dan melaporkan SS ke polisi dengan tuduhan "perbuatan tidak menyenangkan".

Kemungkinan 2: SS mengintimidasi RW untuk melakukan hubungan seks, dan RW hamil. RW trauma dan baru 7 bulan kemudian berani melaporkan SS ke polisi dengan tuduhan "perbuatan tidak menyenangkan".

Mana yang lebih mungkin? Atau ada kemungkinan lain?
kalau suka sama suka, boleh lepas tanggung jawab dan menghina ya? oh i see, seperti itulah penjunjung HAM bicara