Quote Originally Posted by kandalf View Post
Nah itu dia..
batas antara soft-rape dengan suka-sama-suka itu tipis-tipis banget.
Mangkanya, udah tak bilang dari awal, kasus ini masih simpang siur antara pemerkosaan (softrape, yang ini pun debatable) atau hanya kasus ingkar tanggungjawab dari oknum SS.

Mari kita telaah kasus SS dengan "pisau cukur Occam".

Kemungkinan 1: SS dan RW berpacaran, berhubungan seks, dan RW hamil. SS ingkar tanggungjawab, RW kecewa dan melaporkan SS ke polisi dengan tuduhan "perbuatan tidak menyenangkan".

Kemungkinan 2: SS mengintimidasi RW untuk melakukan hubungan seks, dan RW hamil. RW trauma dan baru 7 bulan kemudian berani melaporkan SS ke polisi dengan tuduhan "perbuatan tidak menyenangkan".

Mana yang lebih mungkin? Atau ada kemungkinan lain?