Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 159

Thread: Kasus Sitok Srengenge: Siapakah wanita berinisial "RW" yang melaporkan Sitok?

  1. #21
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,059
    sitok mengundurkan diri atau diminta mengundurkan diri oleh dewan penyantun yaaaaaaa..pahlawan banget ngundurin diri secara sukarela

    ---------- Post Merged at 10:19 AM ----------

    yah, dibolak balik lah kata2nya, biar hebat (emang hebat sih) biar lebih "berbudaya"
    p.kmah p.k aja
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  2. #22
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Mengundurkan diri atau diminta mengundurkan diri,
    jelas komunitas Salihara udah terciprat dosanya.


    Ngomong-ngomong,
    aku ngutip status kawan FB deh mengenai soal 'pemerkosaan'. Catatan, bahwa dia emang ateis dan pemikirannya cukup bebas.

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++

    perkosaan itu luas, gak melulu kayak adegan di film - film horor dimana seorang wanita dihajar dan dipaksa dengan kekerasan untuk membuka selangkangannya untuk dihujam berkali - kali oleh pentungan si pemerkosa

    yang lebih banyak terjadi sebetulnya adalah "terpaksa mau diseutubuhi", dimana seorang pemerkosa membujuk korbannya untuk tidur dengannya, dan si korban sebetulnya nggak mau, tapi ya nggak ngelawan juga karena satu dan lain hal

    kasus tersebut banyak terjadi di antara atasan pria dan bawahan wanita, si wanitanya nggak mau sih sebetulnya, tapi daripada dipecat, yaudah sih, dan menurut gw yang terjadi antara si penyair Sitok dan mahasiswi FIB itu kemungkinan kasusnya begini

    hal kayak gini nggak menyenangkan sih buat si korban, tapi nggak cukup juga bikin dia niat buat melaporkan (lha dia punya pilihan buat gak ditiduri kok, cuma dia aja gak mau ambil pilihan itu karena takut dipecat/diblackmail/etc)

    masalah jadi ribet kalo di kemudian hari misalnya ternyata ada barang bukti tersisa dari persetubuhan itu, misalnya: foto, video, atau malah mungkin ya janin, ribet kan urusannya bisa merembet kemana - mana, yang cewek jelas gak mau dibilang menyetubuhi si pria, lha dia sebetulnya gak mau kok, jadi ngakunya diperkosa

    tapi diperkosa juga gak bisa ada buktinya, yang beginian gak pake kekerasan kok, apa yang mau divisum?

    kalau gw sih mikirnya yang pasti - pasti aja:

    kalo mau have *** dan masih punya kontrol terhadap *** tersebut (bukan diperkosa yang dihajar sambil dipaksa buka paha pake kekerasan), pastikan keamanan dari adegan tersebut, pastikan gak ada yang ngerekam dan jangan mau direkam, pake kondom dan jangan mau kalo gak pake kondom

    kalo emang nggak mau tidur sama orang itu ya tolak setolak - tolaknya, tapi ya mesti siap terima resikonya kalo sampe nanti dipecat/diblackmail/etc gara - gara hal tersebut
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #23
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Gak ngikutin ceritanya... dan gak kenal banget dengan tokoh-tokoh dimaksud maupun organisasi yang diwakilinya... saya main-main ke Utan Kayu cuma buat ber-teater dan bersilat... tidak untuk bersilat lidah dengan teman-teman JIL.

    Tapi menarik juga uraian temennya Kandalf... kira-kira penyair punya power apa yang bisa dipaksakan secara halus ya?

    ... dengan konsep yang sama, kegiatan seksual yang terjadi karena tipu-bujuk-rayu-licik-akal-bulus yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan bisa dikategorikan perkosaan gak ya?

    #keringet dingin sambil ngelirik was-was ke arah istri..
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #24
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Kalo ini kasus sdh diajukan berkali2 sebelumnya dengan korban yang sama, kenapa tidak proses saja dari dulu, ga ada bukti ato bagaimana? kalo ga ada bukti kan bisa nuntut balik

  5. #25
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Saya belum mengikuti kasusnya dengan cermat.
    Tetapi kalau tidak salah begini:

    1. pertemuan pertama mereka adalah ketika RW sebagai mahasiswi membutuhkan kemampuan Sitok sebagai juri. Ada supply and demand di sini.
    2. ada pemberian minuman keras terlibat di sini.

    Nah,
    untuk yang kedua,
    aku pernah dengar curhat seorang cewek hiburan malam dulu ,
    kalau bekerja di tempat karaoke atau klub seperti itu, walaupun gak suka alkohol, dia harus minum. Selain karena tidak diperbolehkan bersikap tidak ramah pada pelanggan, juga tips akan dihitung dari berapa minuman yang dibeli oleh pelanggan. Tentu saja, pelanggan akan merasa bahwa dia menraktir si penghibur dan suka sama suka.


    Nah untuk pertanyaan um [MENTION=249]Alip[/MENTION]
    dengan konsep yang sama, kegiatan seksual yang terjadi karena tipu-bujuk-rayu-licik-akal-bulus yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan bisa dikategorikan perkosaan gak ya?

    #keringet dingin sambil ngelirik was-was ke arah istri.. ]
    Kabar buruknya, bisa.
    Pria itu sering tidak menyadari kalau dia sedang 'memperkosa wanita'
    dan wanita seringkali tidak terbuka pada perasaannya, tidak enak untuk menolak permintaan dari pihak cowok, dan sebagainya.

    Itu sebabnya, harus selalu ada rencana cadangan untuk mempersiapkan saat tipu-tipu itu terbongkar.
    Agak berbeda dengan idealismenya [MENTION=25]AsLan[/MENTION], pernikahan itu sebenarnya benteng para lelaki

    Tapi sekarang sudah ada UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga, jadi mesti lebih hati-hati lagi deh.

    ---------- Post Merged at 01:06 PM ----------

    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Kalo ini kasus sdh diajukan berkali2 sebelumnya dengan korban yang sama, kenapa tidak proses saja dari dulu, ga ada bukti ato bagaimana? kalo ga ada bukti kan bisa nuntut balik
    Ada bukti dan saksi,
    selalu ditolak diproses oleh polisi berkat nama besar 'Sitok Srengenge'.

    Itu sebabnya, sekarang si pengacara sengaja membiarkan musuh-musuhnya Komunitas Salihara ikut membonceng dalam kasusnya sebagai counter-propaganda.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  6. #26
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Sebenernya kalau saya lebih ke omongan si sitok ini yang anti poligami, tapi eh tapi melakukan perselingkuhan/pemerkosaan/pelecehan seksual/penistaan perempuan

    Masalah pemerkosaan dengan cara halus memang akhirnya jadi pro kontra, kemarin tante gwe nguping pembicaraan 2 cewek anggota komunitas utan kayu yang menyalahkan si RW, yang dianggap mereka ga bisa jaga diri dan cari sensasi (bukankah begitu kata sitok sebelum semua lawan menyerang dia?), menandakan bahwa banyak dari perempuan sendiri tidak punya empati kepada korban2 perkosaan model halus begini.

    sitok, gak tau cakepnya dari mana dan kharisma apa, sepertinya sadar betul bisa memanfaatkan apa yang dia punya untuk melakukan tindakan hina itu. Mungkin dia punya nama besar di repubik ini, tapi masak polisi sampe ga berani memproses? kenapa takut dibilang tidak demokratis kah? atau takut dibilang mengkriminalisasi seorang sastrawan liberal?

    Kalau saya tetap pada poin di atas, katanya anti poligami...tapi kog doyan amat selingkuh dan tebar benih?

    Mau tanggung jawab model apa? Menceraikan istrinya kemudian menikahi RW? Membiayai persalinan dan anak yang lahir tanpa mengawini RW? Atau membiayai persalinan lalu anaknya diambil?

    Itu urusan anak, gimana dengan nama RW yanag sudah terlanjur diumbar si [MENTION=63]ishaputra[/MENTION] dan kawan2nya yang pro sitok? Berarti mental si RW harus jatuh lagi dan bangkit lagi gara2 orang2 ga sensi masalah perempuan kayak Isha?


    Katanya pejuang HAM, kog memberangus korban pemerkosaan, amit2
    Last edited by BundaNa; 16-12-2013 at 12:24 PM.

  7. #27
    Kok pada nuduh saya bela SS ya? Lah wong di twitter saya tukang bully SS.

    Topik di atas cuma modal penasaran siapa sebenernya RW itu, soalnya wajahnya gak pernah muncul.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  8. #28
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    itulah orang munafik... ada jalur yang dihalalkan,
    merasa gengsi
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  9. #29
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,053
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Saya belum mengikuti kasusnya dengan cermat.
    Tetapi kalau tidak salah begini:

    1. pertemuan pertama mereka adalah ketika RW sebagai mahasiswi membutuhkan kemampuan Sitok sebagai juri. Ada supply and demand di sini.
    karena kejadian ini jadi ada perubahan sistem

    Ini tugas RW saat jadi LO Sitok Srengenge di festival budaya UI

    Merdeka.com - Liaison Officer (LO) adalah jabatan yang yang diemban RW (22) sewaktu bertemu dengan Sitok Srengenge, sastrawan yang kemudian menghamilinya. Hubungan keduanya diketahui kian dekat saat RW menjadi LO dan Sitok menjadi juri dalam festival budaya Universitas Indonesia (UI) Desember tahun lalu.

    Apa sebenarnya tugas RW saat dirinya menjadi LO? "Kita semacem yang ngebantuin kerja bantu-bantuin, ada permintaan kita yang urus," kata Nabila Dinda LO, Petang Kreatif 2013 untuk juri Rita Matumona kepada merdeka.com, Jakarta, sabtu (7/12).

    Selain itu, terkadang LO pun datang ke rumah si juri untuk mengurus M0U, jadwal dan sebagainya.

    "PJ penjurian bisa menyuruh LO-nya ke rumah juri untuk keperluan bisa sampai tiga kali janjian dengan juri di rumah atau di teaternya. Tapi untuk tahun ini saya yang turun sendiri. LO kerja di hari H," tambah Reza selaku PJ penjurian.

    Oleh karena itu, LO kali ini hanya bertemu juri di hari H. Tentunya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    "Kalaupun mau LO mau ketemu juri semua ada briefing dari saya," pungkas lelaki yang menunjuk para LO ini.

    Menyusul kejadian Sitok dan RW, panitia Petang Kreatif telah mengubah sistem kerja. Juri harus dipilih yang benar-benar punya nama yang baik. LO pun dipilih sesuai dengan jenis kelamin sang juri.

    saus

  10. #30
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Kok pada nuduh saya bela SS ya? Lah wong di twitter saya tukang bully SS.

    Topik di atas cuma modal penasaran siapa sebenernya RW itu, soalnya wajahnya gak pernah muncul.
    Terus kalau gak muncul kerugian buat lo apa? RW ini korban, berani melaporkan saja sudah bagus, lha kog malah diumbar2 identitas dia (entah benar atau kagak), kalau benar itu korban sitok, kamu adalah salah satu yang membuat mental korban pemerkosaan jatuh dan membuat banyak perempuan lain berpikir ulang kalau mengalami kasus sama (berharap aja, ibumu, sodara perempuanmu, istrimu, tidak mengalami hal yang sama yang terjadi oleh RW). Kalau itu salah, artinya kamu bikin berita ngawur

    sebatas itu aja, pejuang HAM bekerja?
    Last edited by BundaNa; 16-12-2013 at 12:42 PM.

  11. #31
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Sebenernya kalau saya lebih ke omongan si sitok ini yang anti poligami, tapi eh tapi melakukan perselingkuhan/pemerkosaan/pelecehan seksual/penistaan perempuan
    Saya jujur aja, sekarang gak berani komentar.
    Soalnya saya sendiri tipe mudah tergoda..
    Takut ntar kena.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    sitok, gak tau cakepnya dari mana dan kharisma apa, sepertinya sadar betul bisa memanfaatkan apa yang dia punya untuk melakukan tindakan hina itu. Mungkin dia punya nama besar di repubik ini, tapi masak polisi sampe ga berani memproses? kenapa takut dibilang tidak demokratis kah? atau takut dibilang mengkriminalisasi seorang sastrawan liberal?
    Itu pernyataan dari pengacaranya, Iwan Pangka.
    http://kabar3.com/blog/2013/12/iwan-...ta-semua-kalah

    " Dari pertama kami sepakat memang mau melaporkan kasus ini ke kepolisian. Asal tahu saja, laporan pertama kami ditolak di Polres Jakarta Selatan. Sangat menyakitkan (suaranya meninggi). Lazimnya orang melapor di SPK. Itu tidak ditanya deskripsinya apa, cuma ditanya pelakunya sopo (siapa). Pelakunya Sitok Srengenge, langsung tidak ada register, kosong. Langsung dibawa ke PPA ditanyakan lagi, siapa pelakunya, kami bilang, Sitok Srengenge, langsung di-drop."

    " Oooo tidak bisa, ini sudah sama-sama dewasa (Iwan menirukan gaya polisi). Ada perempuan di sana kayaknya Kanit-nya, menanyakan klien saya seperti nanya maling, tambah ketakutan anak ini. Perempuan ini bilang, kamu harus mengetuk hatinya Sitok supaya mau mengawini kamu. Mengetuk hati Sitok, mengetuk hati Sitok. Bayangkan! Saya bilang, pulang, karena saya tahu bukan ini maksud dari pelaporan (Iwan mengatakan dengan nada tinggi)."

    "Ya, saya sudah mendampingi.
    Dengan empat orang teman korban. Saya sempat tidak boleh ikut bicara. Saya berdebat, saya katakan saya pengacaranya. Saya bilang, anda penyidik atau siapa sih, saya pelapor lho, bukan maling, bukan terlapor."

    " Kami membuat surat ke Komnas Perempuan, diterima bukan oleh komisioner tapi bagian pemantauan. Saya tidak ketemu komisioner nya dan disarankan untuk membawa korban ke psikolog di Yayasan Pulih, setelah itu baru ke Polda Metro Jaya."


    Tapi bahkan saya sendiri berapa kali ketemu baca komentar para polisi di berita tentang pelecehan seksual di mana mereka tidak peka. Salah satunya kasus 'Briptu Rani' di mana salah seorang polisi pernah bilang bahwa 'atasannya berbuat tidak pantas tetapi belum bisa disebut pelecehan seksual'.


    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Masalah pemerkosaan dengan cara halus memang akhirnya jadi pro kontra, kemarin tante gwe nguping pembicaraan 2 cewek anggota komunitas utan kayu yang menyalahkan si RW, yang dianggap mereka ga bisa jaga diri dan cari sensasi (bukankah begitu kata sitok sebelum semua lawan menyerang dia?), menandakan bahwa banyak dari perempuan sendiri tidak punya empati kepada korban2 perkosaan model halus begini.


    Itu urusan anak, gimana dengan nama RW yanag sudah terlanjur diumbar si [MENTION=63]ishaputra[/MENTION] dan kawan2nya yang pro sitok? Berarti mental si RW harus jatuh lagi dan bangkit lagi gara2 orang2 ga sensi masalah perempuan kayak Isha?


    Katanya pejuang HAM, kog memberangus korban pemerkosaan, amit2

    Itu sebabnya saya langsung 'Hide'. Sedang mikir-mikir apa mendingan saya hapus saja postingannya Isha dan diganti dengan deskripsi mengenai postingan dihapus seadanya? Karena kalau topik ini dihapus juga sayang, ini buat peringatan untuk yang tidak sensitif terhadap kasus pemerkosaan.'

    Ngomong2, BundaNa, memangnya BundaNa nguping percakapan utan kayu di mana? Di kota tempat BundaNa memangnya ada komunitas utankayu?

    ---------- Post Merged at 01:43 PM ----------

    Quote Originally Posted by etca View Post
    karena kejadian ini jadi ada perubahan sistem

    Ini tugas RW saat jadi LO Sitok Srengenge di festival budaya UI

    Merdeka.com - Liaison Officer (LO) adalah jabatan yang yang diemban RW (22) sewaktu bertemu dengan Sitok Srengenge, sastrawan yang kemudian menghamilinya. Hubungan keduanya diketahui kian dekat saat RW menjadi LO dan Sitok menjadi juri dalam festival budaya Universitas Indonesia (UI) Desember tahun lalu.

    Apa sebenarnya tugas RW saat dirinya menjadi LO? "Kita semacem yang ngebantuin kerja bantu-bantuin, ada permintaan kita yang urus," kata Nabila Dinda LO, Petang Kreatif 2013 untuk juri Rita Matumona kepada merdeka.com, Jakarta, sabtu (7/12).

    Selain itu, terkadang LO pun datang ke rumah si juri untuk mengurus M0U, jadwal dan sebagainya.

    "PJ penjurian bisa menyuruh LO-nya ke rumah juri untuk keperluan bisa sampai tiga kali janjian dengan juri di rumah atau di teaternya. Tapi untuk tahun ini saya yang turun sendiri. LO kerja di hari H," tambah Reza selaku PJ penjurian.

    Oleh karena itu, LO kali ini hanya bertemu juri di hari H. Tentunya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    "Kalaupun mau LO mau ketemu juri semua ada briefing dari saya," pungkas lelaki yang menunjuk para LO ini.

    Menyusul kejadian Sitok dan RW, panitia Petang Kreatif telah mengubah sistem kerja. Juri harus dipilih yang benar-benar punya nama yang baik. LO pun dipilih sesuai dengan jenis kelamin sang juri.

    saus
    Nah, itu dia,
    berarti kekuasaan Sitok sebenarnya cukup gede.
    Di posisi si mahasiswi, pasti ada perasaan tidak nyaman untuk menolak sementara dia punya tugas sebagai Liason Officer.

    ---------- Post Merged at 01:44 PM ----------

    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Kok pada nuduh saya bela SS ya? Lah wong di twitter saya tukang bully SS.

    Topik di atas cuma modal penasaran siapa sebenernya RW itu, soalnya wajahnya gak pernah muncul.
    Saya gak nuding.
    Tapi postingan membuka identitas RW itu menunjukkan ketidaksensitifanmu terhadap kasus pemerkosaan.

    Bahwa Sitok menanggapi itu sudah membuktikan RW adalah sosok nyata, bukan fiktif. Itu sudah cukup.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  12. #32
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^tante gwe yang nguping, dia kebetulan lagi naik angkutan umum, ketemu sama dua perempuan ini yang mendeskripsikan diri sebagai anggota utan kayu, dan mendengar pembicaraan mereka tentang RW

    Kata saya ke tante saya waktu itu, "Kenapa gak dilabrak..."Situ perempuan bukan? Ngomong tentang sahabat perempuan kog seperti itu.""

  13. #33
    Sekedar penyeimbang:

    "Tuduhan bahwa ayah saya, Sitok Srengenge, memperkosa dan menghindar dari tanggung jawab itu tidak benar. Bahwa ayah saya berhubungan dengan RW memang benar, tapi sama sekali tak ada unsur paksaan. Berkali-kali ayah saya berniat untuk bertemu keluarga RW dan mempertanggunjawabkan perbuatannya. Tapi usahanya itu tidak ditanggapi oleh pendamping RW. Seolah-olah akses justru ditutup. Selama beberapa bulan ini justru ayah saya menunggu kabar dari mediator tersebut. Sampai akhirnya kemarin berita beredar. Ayah saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan dan tidak ada tanggung jawab".
    Sumber kutipan:
    http://lairesiwi.wordpress.com/2013/...surat-terbuka/

    Sementara pernyataan BEM FIB UI mengatakan hal yang berbeda:

    http://bem.fib.ui.ac.id/2013/12/02/s...tok-srengenge/

    "Setelah kejadian, Sitok kembali menghubungi korban. Meski tidak dibalas, tetapi Sitok terus menerus melakukan “teror”. Korban yang sedang dalam kondisi terpuruk tidak punya pilihan selain berusaha untuk mengakhiri dengan bertemu langsung. Namun, dalam kesempatan tersebut pelecehan seksual meningkat statusnya menjadi pemerkosaan dengan intimidasi mental. Setelah itu, pemerkosaan dilakukan berulangkali dengan modus yang sama (tekanan mental dan rayuan menjebak)".
    Dari awal, sebenernya saya masih ragu apakah ini kasus pemerkosaan atau kasus "lalai tanggungjawab?" Menurut saya, kedua-duanya mungkin.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  14. #34
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Isha,
    gue bukan cowok baik-baik. Silakan tanya ama bini gue.
    Jadi percaya ama gue kalau gue bilang,
    omongan anak dan istri tentang kepribadian ayah/suami ketika dituding melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan, jangan dipercaya. Karena sebagai ayah/suami, pasti berusaha mempertahankan harga dirinya di depan keluaganya dan bersedia berbohong untuk itu.

    Gue baru percaya ama anaknya kalau dia menemani ayahnya ketemu keluarga korban. Kalau cuma bilang 'ayah saya berusaha berkali-kali' itu menunjukkan dia tidak menemani ayahnya dan cuma dapat informasi sepihak dari sang ayah.

    Jadi aku sepakat ama kawanku, ini kasus soft-rape.
    Kasus soft-rape ini lebih sulit dibuktikan karena batas antara soft-rape dengan suka-sama-suka itu tipis.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  15. #35
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Saya jujur aja, sekarang gak berani komentar.
    Soalnya saya sendiri tipe mudah tergoda..
    Takut ntar kena.
    Semua cowok normal mudah tergoda, dan sebaiknya memang tidak mengomentari... bisa dilipet-lipet sama ibu-ibu

    Saya sendiri tidak setuju dengan poligami, tapi itu bukan alasan saya untuk tidak berselingkuh atau tidak memperkosa perempuan. Saya punya alasan lain untuk menghormati perempuan yang tidak ada hubungannya dengan sikap saya yang menolak praktek poligami. Dengan begitu, kalau ada sesama penolak poligami yang ternyata melakukan penistaan terhadap perempuan, saya tidak menganggap itu sebagai alasan untuk menggugurkan sikap menolak poligami. Sitok is on his own.

    Saya jujur nggak tau siapa itu Sitok dan apa kiprahnya, tapi kalau udah kejadian kayak gini wajar saja kalau dua belah pihak (atau lebih) mengeluarkan kisah macam-macam yang saling bertentangan. Bukan karena ada yang berbohong, tapi karena olah persepsi yang berbeda. Mau mengunjungi baik-baik bisa saja kok diterima sebagai teror, karena pihak yang dikunjungi memang sedang down. Jadi ya biarkan prosesnya berjalan kalem... publikasi boleh perlu untuk menjaga jangan sampai ada penyimpangan proses, tapi gak perlu sampai gak berimbang atau mengungkap yang bikin salah satu pihak dirugikan lebih jauh.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  16. #36
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Ini bukan se-mata2 persoalan "si otong" menurut saya. Lain ceritanya kalo misalnya SS melakukan itu krn memang kelihaian si otong eh maksutku SS misalnya sbg seorang laki2 pleboi cap menyan apalagi ditambah kepiaiwannya dlm merangkai kata2 sbg si raja gombal eh penyair maksutku. Dlm hal ini, dlm batas2 tertentu saya bisa "salahkan" ceweknya kok mau2nya digombalin.

    Tapi dlm kasus SS ini lebih kental unsur 'abuse of power'. Penyalahgunaan kekuasaan. Mentang2. SS bisa melakukan itu krn punya kuasa (lebih dibandingkan korbannya). Menurutku ini delik kasusnya lebih berat dibandingkan sekedar kasus si otong yg memang semua laki2 juga punya, minimal ngaku punya lah.

    Dan krn korban (akhirnya) ndak terima dan melaporkan hal tsb ke polisi ya mestinya ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Bisa saja nanti berujung damai tanpa melalui proses pengadilan tapi bisa juga diproses terus sampe ke pengadilan.

    Bahwa dlm prosesnya akan muncul bias disana-sini itu wajar2 aja. Mungkin SS bisa ambil hikmah positifnya, setidaknya krn kasus ini orang jadi lebih kenal dirinya. Tapi kalo SS pengin orang lebih cepat melupakan kasus ini mungkin setelah kasus ini agak reda SS bisa ganti nama supaya orang2 akan lebih mudah melupakan kasusnya. Nama Otong Srengenge menurutku akan lebih menjual. Kesannya lebih sangar.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  17. #37
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    ga tahu apapun dan siapapun dalam kasus ini tapi gw setuju ama om 234, kalo bener abuse of power itu "termasuk" perkosaan, tapi ada kemungkinan juga kalo si ce yg mendekati si co untuk dapat "nilai lebih", kalo gitu menurut gw itu bukan perkosaan, tapi karna ga tahu apa2 mending duduk di pojok sambil ngopi lumayan dingin dingin gini minum kopi jahe
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  18. #38
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,894
    kalo si perempuan nggak terima mestinya memang ada unsur paksaan.

    di lain pihak saya ingin berandai-andai...
    jika dia tidak datang sendiri ke kos Sitok, melainkan bersama seorang teman, akankah terjadi hal tersebut?

    saya ingat betul, temen baik saya waktu itu semobil keluar kota sama cowok-cowok. semua cowok itu saya kenal baik sekali dan nggak akan deh mereka macem2. tapi yang meributkan masalah ini justru seorang senior cowok, dia bilang nggak pantas. padahal kita semua saling kenal baik tuh

    precaution is just important.


    nemenin kong sur nongkrong di pojokan ah....
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  19. #39
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    kalo si perempuan nggak terima mestinya memang ada unsur paksaan.

    di lain pihak saya ingin berandai-andai...
    jika dia tidak datang sendiri ke kos Sitok, melainkan bersama seorang teman, akankah terjadi hal tersebut?

    saya ingat betul, temen baik saya waktu itu semobil keluar kota sama cowok-cowok. semua cowok itu saya kenal baik sekali dan nggak akan deh mereka macem2. tapi yang meributkan masalah ini justru seorang senior cowok, dia bilang nggak pantas. padahal kita semua saling kenal baik tuh

    precaution is just important.


    nemenin kong sur nongkrong di pojokan ah....
    Senior cowok: Sungguh tidak pantas kamu keluar kota sama cowok2... dan gak ngajak saya..

  20. #40
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    Okee coba kita lihat dari sisi yg berbeda, dalam hal ini gw "Sok tahu" dikit dan "menghakimi" wanita
    Bagaimana kaalo seandainya kejadian itu ternyata suka sama suka, atau ada "transaksi" yg kita tidak tahu, tapi kemudian terjadi hal yg diluarr dugaan si ce, dia hamil, nah satu2nya cara menuntut si pria buat biaya anak dan dia, yah harus dengan pasal "perkosaan", karna ga ada pasal yg dalam kuhap lagi yg bisa memaksa si cowo bertanggung jawab
    Tapi seperti yg saya bilang diatas, saya SOK TAHU dikit dalam kasus ini ::
    Last edited by surjadi05; 17-12-2013 at 10:30 AM.
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •