Merenung tidak harus menyimpulkan 'kan?
Silakan berbagi peristiwa yang terjadi selama 2013 ini... tidak harus disimpulkan atau ditarik pelajaran... biarlah peristiwa menjadi peristiwa, renungan adalah proses di dalam diri setiap orang yang menyaksikan peristiwa itu...
Saya duluan;
***
2013 ini saya menyaksikan empat perselingkuhan yang berakhir dengan perceraian, lalu dilanjutkan dengan pernikahan tiap-tiap orang tersebut dengan pasangan selingkuhnya masing-masing.
Apa bedanya dengan kasus yang banyak tampil di infotainment?
Bedanya adalah saya mengikuti dan terlibat dalam prosesnya, dan meskipun saya sudah ajak mereka semua berpikir jernih, menimbang baik-buruk dan segalanya, mereka akhirnya memilih meneruskan 'cinta' mereka ke pasangan baru dan membubarkan apa yang sudah mereka bina selama bertahun-tahun (yang paling muda sudah menikah enam tahun, yang paling tua... dua puluh tahun).
Saya masih ingat tahun lalu mengatakan "you'd better off with a man your age" kepada seorang perempuan muda yang jatuh hati pada saya. Saya katakan pada dia, "apa yang kamu harapkan dari laki-laki yang meninggalkan anak istrinya demi seorang perempuan lain?" tapi tahun ini saya menyaksikan orang-orang mengambil jalan yang berbeda dengan yang saya tempuh.
***
2013 ini adalah pertama kalinya si kakak nonton bioskop, film "Planes", dan dia gembira luar biasa.
Lalu di Bulan Desember ini pertama kalinya kami sekeluarga menonton film di bioskop bersama-sama. Film-nya "Frozen", dan kami semua menikmatinya. Si adik yang baru empat tahun menonton dengan tekun, kelihatan sekali dia hanyut dalam cerita dan lagu-lagunya...
enjoy while we can... ada saatnya anak-anak memilih menonton film bersama teman-temannya...
***
2013 adalah tahun pertama saya di posisi yang baru.
Sebelumnya saya was-was apakah posisi ini adalah pilihan yang tepat... karena merupakan jalur berbeda dari jenjang karir yang saya tempuh sebelumnya dan saya harus belajar sama sekali dari nol. Ternyata tepat atau tidak tepat sesungguhnya tidak relevan... Saya cukup memahami tentang manajemen, budaya, kepemimpinan, dan ... manusia, itu yang penting. Selebihnya cuma rincian...
***
Tahun 2013 ini adalah reuni ke-dua puluh sekiantahun pendidikan sarjana saya...
Kampus, dan tentu saja Jogja, sudah banyak berubah sejak saya tinggalkan. Para mahasiswa generasi sekarang memiliki fasilitas yang dulu saya bayangkan saja tidak. Lalu ketika kami menyerahkan sekedar uang ke fakultas untuk sekedar membantu mahasiswa yang membutuhkan, Pak Dekan, teman saya seangkatan, sambil nyengir menjawab: "sekarang kita tidak punya lagi mahasiswa yang kesulitan... dosennya-lah yang masih kesulitan..."
"tidak ada lagi mahasiswa miskin?"
Pak Dekan menggelengkan kepala.
Dari sekian banyak teman yang berkumpul, ada yang sudah menjadi direktur atau posisi penting di perusahaan-perusahaan terkemuka. Ada yang wiraswasta dengan omzet menggiurkan. Ada pula kabar tentang beberapa teman yang sekarang menjadi profesional papan atas di luar negeri.
Tentunya tidak kalah membanggakan beberapa teman yang pulang ke desa dan menjadi manajer koperasi, lurah, dan camat di sana. Petani juga ada.
Delapan orang sudah meninggal dunia...
Pagi itu kami makan di SGPC Bu Wiryo Klebengan sambil mendengarkan lagu "Yogyakarta" dinyanyikan oleh band SGPC situ... sudah dua puluh tahun lebih ya?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

tahun pendidikan sarjana saya...
Reply With Quote


Popo Nest
hai hai hai.....


