----
kembali ke topik sesuai judul thread, di luar urusan gay dan atheisme dan pernikahan sesama jenis...
yah, setiap orang bisa aja mengambil arti pernikahan sesuai ide ideal mereka sendiri, ntah sebagai bukti pernyataan cinta, kejelasan status, aksi ritual dalam beribadah, ato bukti perestuan dari tuhan
fast forward ke jaman sekarang, kalo kita ngeliat hukum dan society kita di jaman sekarang, kenyataannya pernikahan itu memang ada perannya, sangat besar malah, dalam hukum. atheist menikah mungkin bukan memikirkan direstui tuhan ato ngga, tapi untuk legalitas, karena impactnya akan sangat dirasakan dalam segala aspek hidup. pembagian warisan, birokrasi finansial dan perbankan pribadi, persyaratan pengadopsian anak, hak/kewajiban pengasuhan anak, polis asuransi, pembelian rumah, keimigrasian, (di amrik bahkan hak kunjungan rumah sakit), benefit2 dari social welfare atopun promo2 ini itu, and everything else, sering kali melihat status pernikahan seseorang, ga peduli apapun agamanya.
like it or not, begitu lah society kita dijalankan
