Quote Originally Posted by 234 View Post
@ Nowitzki

Yup, itu memang ndak mudah mbakyu. Alih2 untuk bisa mempraktekannya, lha wong untuk memahaminya aja juga bukan perkara mudah kok. Saya pun masih sebatas omdo. Teori. Prakteknya masih jauuuhhh tertinggal di belakang. Ke-ponthal2.

@ Chan

Ya iyalah mbakyu, mosok saya keliatan ndak pake otak sih? JK.

Tapi hati2 juga, "hati dgn otak" itu juga "suami-istri" lho. Garwo. Sejatinya satu. Sama halnya dgn "rasa-rasio", "intuisi-logika", dll bahkan "baik-benar". Jadi mesti ekstra hati2 kalo mau me-milah2nya, kudu seimbang, ditempatkan pada tempat semestinya masing2, ndak kebalik-bolak, dst. Hati itu baik, otak itu benar. Jgn sampe pihak ketiga yg namanya ego ikut campur urusan pasutri eh pasangan otak-hati. Ntar keduanya bakalan diadu-domba kayak pasutri yg bertengkar saling tuding menyalahkan. Hati akan menuding otak itu jahat, arogan, sesat. Otak pun balas menuding hati itu bodoh, lembek, dogmatis. Lebih runyam lagi kalo "si baik" (hati) merasa benar dan "si benar" (otak) merasa baik, kebalik-bolak, jadinya sama2 merasa udah ndak saling membutuhkan lagi. Ya bubar.

Yup, kata kuncinya memang: komunikasi. Eh satu lagi ding: komitmen. Nah kalo dua kata ini memang kudu nyantol terus di kepala.

nah gini saya baru setuju banget um...
orang tua emang beda gaya bicaranya, penuh kebijaksanaan

dalam berkeluarga "benar" itu baseline lah, maksudnya apa yang benar itu minimal requirementnya. misal suami harus tanggung jawab soal nafkah.
istri menjaga harta keluarganya
anak2 dididik bersama.
tapi hidup ga semata hitam putih, ada syarat dan ketentuan yang berlaku, ada situasi dan kondisi yang bisa jadi berbeda sehingga tidak bisa seideal yang kita harapkan.
maka itu ada saling pengertian, komunikasi dan komitmen untuk mencapai tujuan yang sama.
sebagai istri melihat suami ga sempurna, tapi kitanya sendiri kan juga sama aja ga sempurna, saling melengkapi.

kadang yang jadi masalah adalah, ngedumel ngedumel, tapi ga dikomunikasikan. kerja ini itu sendirian merasa bisa jadi superman/supergirl, taunya keok jadi sakit, malah jadi masalah baru di belakang... sementara yang saya rasakan sih begitu