Lagi2 rame2 demo sedunia. Kali ini konfrensi WTO.
Ada yg bisa menjelaskan kenapa konfrensi WTO ini selalu diprotes orang sedunia?
Tapi jalan aja terus..
Lagi2 rame2 demo sedunia. Kali ini konfrensi WTO.
Ada yg bisa menjelaskan kenapa konfrensi WTO ini selalu diprotes orang sedunia?
Tapi jalan aja terus..
Ya kalo ud di negara2 lain artinya sedunia lah. Ok lah.. mendunia.
Ga tau lg ada masalag apa.
Tapi denger Sofyan Wanandi ngomong katanya gak usahlah kita sok2 ikut2 wto, wto gak ada gunanya, wto bikin peraturan ini itu yg nurut cuma negara kecil, negara2 besar cuek dan gak bisa dipaksa apa2.
Misalnya masalah proteksi dan subsidi.
Ini tanpa googling.
Sebenarnya yang diprotes itu konsep di belakangnya, yakni Pasar Bebas.
Jadi yang diprotes gak cuma WTO tetapi juga APEC, GATT, dan entah apalagi... gue lupa nama2 perjanjian yang dulu dijejalin ama bokap ke otak gue waktu SMP.
Konsep Pasar Bebas (Free Trade) ini dulu motornya dua, Reagan (Amrik) dan Margaret Thatcher (Inggris). Trus di Amrik diteruskan oleh George Bush Senior.
Problem dari konsep pasar bebas adalah, negara yang ikut gak boleh melakukan kebijakan proteksi termasuk salah satunya subsidi, kuota impor, pengenaan bea. Ini yang diprotes karena ditakutkan produksi negara maju membanjiri pasar negara lemah sementara produk negara lemah susah menembus negara maju karena masalah standarisasi dan semacamnya.
Itu kalau kagak salah ingat sih.
Maklum.. dulu dijejali ama bokap waktu SMP alias sudah 17 tahun lalu.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Pada kenyataannya, negara maju mensubsidi sektor pertaniannya besar2an, siapa berani melarang ?
Setuju kundi. Ini hubungannya dgn globalisasi, di mana wto adalah salah satu simbol dari globalisasi.
Protes yang muncul terhadap WTO, yang kalau kata cah ndableg itu mendunia, bisa dilihat dari siapa yang ada di balik protes2 itu. Kalau dari entitas politik tingkat negara, biasanya negara-negara yang selalu ngelawan hegemoni Paman Sam, adalah mereka yang paling getol untuk ngelawan WTO dan sodara2nya. Bisa dilihat, misalnya, dari Brasil yang rutin mengadakan WSF. Atau negara-negara yang umumnya sedang dipimpin oleh kalangan "kiri". Kalau dari aktor non-pemerintah, biasanya NGO-NGO yang mendukung penyamarataan ekonomi, penghapusan utan dunia ketiga, dll dsb.
Masalah yang selalu terjadi dalam konteks WTO, pasar bebas, dan sebagainya adalah penggunaan asumsi bahwa semua negara itu sama. Jadi dipukul rata kalau semua negara di dunia ini punya kemampuan yang sama untuk melakukan kegiatan ekonomi, entah itu dari sumber daya manusia, infrastruktur, PDB, dll dsb.
Padahal secara riil, gak mungkin menyamakan daya saing Indonesia yang tingkat melek huruf dan penetrasi teknologi informasinya rendah, dengan, katakanlah Singapura. Tentunya, Indonesia melalui pemerintah harus mengeluarkan kebijakan dalam bentuk subsidi atau perlakuan khusus terhadap pelaku usaha lokal, yang akan membantu mereka untuk bersaing.
Tapi sialnya, dengan prinsip national treatment dan most-favored nation di WTO, kebijakan tersebut jadi tidak bisa diimplementasikan, karena rawan sengketa di Dispute Settlement Body di WTO.
Nah, kesulitan untuk melakukan kebijakan ini yang biasanya jadi protes dari aktor-aktor yang saya sebutkan tadi.
*anak-hukum-sotoy-sok2-ngerti-WTO*