-
pelanggan tetap
Tingkat kepercayaan Quick Count
Quick Count (Hitung Cepat), saat ini dipercaya dapat memetakan tingkat elektabilitas capres/parpol secara cukup akurat.
IMHO, Quick Count yang saya pahami awalnya adalah proses perhitungan suara dari setiap TPS yang ada oleh suatu lembaga/parpol tertentu guna memantau hasil Real Count.
Sewaktu saya aktif di partai PKS -dulu-, ketika telah selesai hasil perhitungan suara di setiap TPS di seluruh Indonesia, wakil PKS di setiap TPS akan mengirimkan hasil perhitungan suara yg tertuang dalam formulir C-1 ke Pusat Tabulasi Suara, dimana data yg dikirimkan -dulu via SMS- adalah no.TPS, lokasi TPS, jumlah suara, dan perolehan suara parpol/capres.
Nah, hasil rekapitulasi itulah yang menjadi patokan awal perolehan suara PKS di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, dan secara Nasional.
Kenyataannya, "Quick Count" yang dilakukan oleh lembaga survey hanya mengambil sample beberapa TPS yang dianggap mewakili dari total TPS resmi yang dibuka KPU.
Sebagai contoh, lembaga survey LSI dan SMRC hanya mengambil 4000 TPS sebagai sample dari +/- 400.000 TPS yang ada (menurut info, ada 478.685 TPS yg resmi dari KPU), yaitu hanya +/- 1% saja.
Pertanyaannya, bagaimana bisa, hanya sample 1% dari populasi yang ada, maka hasil Pemilu Pilpres 2014 sesuai "Quick Count" dapat memberikan tingkat kepercayaan 95% ??? (',')a
Mohon sharing ilmunya.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules