Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

  1. #1
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927

    Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

    Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck



    Genre : Drama, Sejarah
    Tanggal Rilis Perdana : 19 Desember 2013 (Wide)
    MPAA Rating : Bimbingan Ortu
    Durasi : 165 min.
    Studio : Soraya Intercine Films
    CAST & CREW
    Sutradara : Sunil Soraya
    Produser : Sunil Soraya
    Pemain : Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Jajang C. Noer, Ninik L. Karim


    PLOT CERITA
    Nusantara di tahun 1930, dari tanah kelahirannya Makasar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Diantara keindahan ranah negeri Minangkabau ia bertemu Hayati (Pevita Pearce), gadis cantik jelita, bunga di persukuannya. Kedua muda mudi itu jatuh cinta. Apa daya adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta suci mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat tak berbangsa, sementara Hayati perempuan Minang keturunan bangsawan.

    Lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian), laki-laki kaya bangsawan yang ingin menyuntingnya. Perkawinan harta dan kecantikan mematahkan cinta suci anak manusia. Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah minang dan merantau ke tanah Jawa demi bangkit melawan keterpurukan cintanya. Zainudin bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya mashyur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara.

    Tetapi sebuah kenyataan kembali datang kepada diri seorang Zainuddin, di tengah gelimang harta dan kemashyurannya. Dalam sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, yang sudah menjadi suaminya. Perkawinan harta dan kecantikan bertemu dengan cinta suci yang tak lekang waktu. Pada akhirnya kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya, dalam sebuah tragedi pelayaran kapal Van Der Wijck.


    Trailer 1


    Trailer 2


    ================================================== ==============

    Diangkat dari novelnya alm. Buya Hamka, belom pernah baca tapi kayaknya bagus deh jalan ceritanya, Titanic a la Indonesia

    Ada yang tertarik nonton?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  2. #2
    pelanggan panda's Avatar
    Join Date
    Apr 2013
    Posts
    330
    mirip Titanic ya ceritanya.

    2 orang yang ga bisa bersatu karena perbedaan ekonomi.

  3. #3
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    [MENTION=1685]panda[/MENTION],
    film ini adaptasi dari novel yang terbit jauh sebelum film Titanic-nya James Cameron muncul.

    Aku sendiri tertarik nonton. Ingin tahu sejauh mana industri perfilman Indonesia bisa menghadirkan Indonesia masa lalu ke layar lebar.
    Tapi tergantung kondisi dompet dan rekening di bank sih.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #4
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by panda View Post
    mirip Titanic ya ceritanya.

    2 orang yang ga bisa bersatu karena perbedaan ekonomi.
    Iyak bener kata kandalf, novelnya udah jauh di bikin sebelum Titanic ada

    Ada beberapa kemiripan cerita :

    • Kisah kasih tak sampai
    • Si cowok melarat, si cewek bangsawan
    • Si cewek udah dijodoin sama cowok lain
    • Mokadnya di kapal laut yang karam


    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    [MENTION=1685]panda[/MENTION],
    film ini adaptasi dari novel yang terbit jauh sebelum film Titanic-nya James Cameron muncul.

    Aku sendiri tertarik nonton. Ingin tahu sejauh mana industri perfilman Indonesia bisa menghadirkan Indonesia masa lalu ke layar lebar.
    Tapi tergantung kondisi dompet dan rekening di bank sih.
    Btw lu udah nonton "Di Bawah Lindungan Ka'bah" bagus gak?

    Itu garapannya Ram Soraya juga ya?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  5. #5
    pelanggan panda's Avatar
    Join Date
    Apr 2013
    Posts
    330
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Aku sendiri tertarik nonton. Ingin tahu sejauh mana industri perfilman Indonesia bisa menghadirkan Indonesia masa lalu ke layar lebar.
    Tapi tergantung kondisi dompet dan rekening di bank sih.
    kalo nonton , menguras rekening bank ya ?

    ---------- Post Merged at 11:56 AM ----------

    saya juga tertarik sih nonton , kelihatannya bagus.

    harusnya ini keluar duluan ya , supaya ga dibilang jiplak Titanic.

  6. #6
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    gw pernah baca novelnya, tapi sudah lupa... mung
    kin nanti cari dulu ebook nya

    Si cowok melarat, si cewek bangsawan
    setahu gw sih di masyarakat minang Abad 20, ngga
    ada lagi yang namanya kaum bangsawan... paling ju
    ga keluarga Pagaruyung... dan karena gw yakin ini
    cerita setting nya mesti Padang atau Bukittingi, ka
    rena Buya orang Maninjau (Luhak Agam), maka mes
    tinya Alim Ulama dan Guru menjadi profesi terhormat
    disamping para pedagang.

    jadi mungkin lebih tegasnya ini bukan soal kebangsawa
    an ataupun kekayaaan.... toh masih muda miskin itu bi
    asa

    tapi si Zaenudin ditolak karena ia anak pisang, Ibunya
    bukan orang Minang, jadi dia tidak bersuku (marga ver
    si adat Minangkabau).... salah bapaknya merantau pu
    tus ngga sempat meminta agar istrinya di-Lakok-kan
    kepada suku Bako nya
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  7. #7
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    ini dia adat minang dibabar oleh Adipati Tuban...

    Keluarga bangsawan memang sudah tidak ada lagi Uda Datuak Kakang Tumenggung (nah loh... ini gelar apa), tapi girah-nya masih sangat kuat. Buya sendiri pernah menulis soal girah ini.
    Tapi memang betul bahwa penolakan terjadi karena Zaenudin sudah tidak lagi bertali darah dengan sukunya, bukan karena harta kekayaan.

    Bapaknya Zaenudin, Pandekar Sutan, diusir oleh suku-nya karena membunuh mamaknya sendiri, jadi kalaupun minta Lakok kemungkinan gak akan diterima kali ya?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #8
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Tumenggung itu gelar serapan dari tanah Jawa,
    contohnya Tumangguang Rajo Di Langik

    itulah, di Pendekar Sutan membunuh Mamaknya sen
    diri (apa karena si mamak ngga bolehin si Pendekar
    Sutan menikah sama orang Makasar? maunya si Ma
    mak Pendekar Sutan menikahi anak si Mamak kali?)

    jadi salah kuadrat
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  9. #9
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    *manggut-manggut

    thanks penjelasannya om [MENTION=194]Ronggolawe[/MENTION] om [MENTION=249]Alip[/MENTION]
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  10. #10
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Btw lu udah nonton "Di Bawah Lindungan Ka'bah" bagus gak?

    Itu garapannya Ram Soraya juga ya?
    Gak sempat nonton.
    Itu produksi Multivision (Raam Punjabi).

    Katanya terlalu banyak iklan sehingga menimbulkan anakronisme akut.

    Quote Originally Posted by panda View Post
    kalo nonton , menguras rekening bank ya ?
    Kalau uang di rekening cuma Rp 150 ribu sementara persyaratan saldo minimal bank adalah Rp 100 ribu, iya, nonton itu menguras rekening bank.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  11. #11
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    eh salah....

    Justru salah satu pendiri adat Minangkabau itu
    Datuk Katamanggungan, bersama adiknya Datuk
    Perpatih nan Sabatang.

    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  12. #12
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    pengen nonton karena dulu pernah baca novelnya
    jauuuhh sebelum g kenal titanic, jaman2 SMP
    Popo Nest

  13. #13
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    " Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya mashyur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara. "

    ini butuh berapa lama ?

  14. #14
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Kalo si Zainudin naksir si Hayati umur 20-an untuk bisa terkenal dan termahsyur senusantara butuh 10 tahun jadi mereka ketemu lagi umur 30 tahun
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  15. #15
    pelanggan setia Matsugawa Dana's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    " Anata No Kokoro No Naka Ni Iru yo "
    Posts
    2,361
    Apakah OST nya seperti ini? :

    " Every Time in my dreams,I see You,I feel You "
    Jual CD Soundtrack Anime dan Tokusatsu.Bagi yang berminat,bisa hubungi gue di :

    085703046062 (Only for SMS) , (022) 7306150 (Only for Calling)

    Gue tunggu ya.Bye.

  16. #16
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Itu mah OST nya Titanic kan? Si Celine Dion
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  17. #17
    pelanggan setia Matsugawa Dana's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    " Anata No Kokoro No Naka Ni Iru yo "
    Posts
    2,361
    Yah.Bisa dibilang film ini,film Titanic nya Indonesia.
    Jual CD Soundtrack Anime dan Tokusatsu.Bagi yang berminat,bisa hubungi gue di :

    085703046062 (Only for SMS) , (022) 7306150 (Only for Calling)

    Gue tunggu ya.Bye.

  18. #18
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Bisa jadeeee....bisa jadeeeee....

    Trus yang nyanyi siapa? Sally Marcelina yak?

    Spoiler for kepo...:
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  19. #19
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Panjang banget komentar gue.
    Jadi di-sembunyikan aja.

    Spoiler for Lapisan politik di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck:

    Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Film) -- Mengapa Novelnya Jadi Perseteruan antara Pramoedya (Lekra) dengan Jassin (Manikebu)

    disalinrekat dari http://cacianqalbukunderemp.blogspot...ijck-film.html

    Dalam silaturrahim keluarga, Om Jacob Soemardjo, pernah berkata padaku, hakikatnya sebuah karya yang bagus itu, ketika dikupas satu lapis masih ada lapisan makna lain. Sebagai seorang pemuda saat itu, saya hanya bisa mengangguk tak membantah walau dalam hati bertanya, adatah roman Indonesia yang memiliki karakter seperti yang disebut beliau.

    Semalam, saya baru saja menyadari saya baru saja menonton adaptasi dari salah satu karya yang berlapis makna.

    Alkisah, siang kemarin, saya ditraktir nonton Tenggelamnya Kapal van Der Wijck oleh ibu saya. Saya bersiap untuk tidak menyenanginya mengingat banyak komentar kawan yang kecewa. Tak kusangka ternyata saya menyukai filmnya atau lebih tepatnya menyukai ceritanya. Saya malah bisa mengabaikan bagian-bagian yang tidak akurat di film ini. Saya tidak rewel seperti ketika saya menonton film Soekarno: Indonesia Merdeka.

    Beberapa kali ada bagian-bagian yang bikin saya terhenyak, "Hamka menulis ini? Menghina adatnya sendiri"? Ada beberapa bagian di mana tokoh sampingan Bang Muluk seperti menjadi perwakilan perasaan kesal penonton, "Engku itu seorang yang berpengetahuan! Kenapa menghancurkan diri demi perempuan". Bahkan ada bagian yang membuat saya menahan nafas, dan ketika kulihat para penonton, yang sebelumnya ramai komentar sana-sini, di bagian itu pada kompak tak bersuara.

    Seusai menonton, seperti biasa, saya dan Ibu berdiskusi membahas film yang kami tonton. Kami membahas apakah di tahun 50-60-an adat Minang masih ketat sehingga novel Hamka laris dan Ibu pun lancar bercerita tentang percintaan antar suku di antara kawan-kawan kuliah beliau yang mengalami hambatan tersebut.

    Tapi saya belum dapat jawaban, mengapa Pramoedya sangat memusuhi novel ini. Mengapa Jassin sangat membela novel ini. Kenapa ketika Jassin menerjemahkan novel Prancis, Magdalena - Di Bawah Pohon Tilia, yang konon jadi sumber Hamka menjiplak, agar masyarakat bisa menilai sendiri, Pram dan Lekra tetap bersikukuh mengerdilkan novel ini? Dan mengapa, Pram diancam oleh Penguasa Perang Daerah Jakarta untuk tidak meneruskan polemik tersebut?

    Jawaban standar para pendukung Hamka di masa sekarang tidak memuaskan, 'Hamka adalah seorang ulama, karena itu dia diserang Pram'.

    Tidak!
    Pram seorang sastrawan Lekra. Pramoedya Ananta Toer tidak sekerdil itu. Ia tidak akan menyerang sebuah karya hanya karena penulisnya berseberangan politik dengannya. Masalah pasti ada di karya itu sendiri.

    Dan tengah malam ku terbangun. Tiba-tiba imajiku melayang, membayangkan, di tahun 1962 itu, Pram, membaca novel yang sudah terbit berkali-kali, dan menyadari sebuah pesan yang kontra-revolusi, yang bertentangan dengan revolusi yang ia perjuangkan bersama Bung Karno. Dan ia memutuskan, novel ini harus dijauhkan dari masyarakat, dikerdilkan, dianggap sebagai sampah sehingga tak ada rakyat yang membacanya.

    Saya sendiri belum pernah membaca tulisan Pram, tetapi saya yakin argumennya pasti meyakinkan sehingga sastrawan seperti Jassin memeriksanya, menemukan kesamaan, menyadari bahwa tuduhan Pram memiliki dasar kuat. Tapi Jassin juga menemukan bahwa novel ini harus dibela, novel ini tidak boleh terkubur oleh tuduhan plagiarisme. Rakyat justru harus membaca novel ini, jangan mau didikte oleh Lekra.

    Menurut Wiki (yang artinya fakta Wiki sebenarnya tak boleh dianggap sebagai referensi tetapi bolehlah pakai sebentar sampai ada yang mengoreksi), novel ini pertama kali terbit tahun 1938 (dan cerita di film juga berakhir tahun 1938, entah bagaimana versi novel) namun kemudian diterbitkan lagi pada tahun yang tak diketahui dan terbitan ketiga mulai tahun 1951 dan diterbitkan ulang sepanjang tahun 50-an dan awal 60-an hingga akhirnya dikerdilkan oleh Pram di tahun 1962.

    Sebelum dilanjutkan, saya harus jujur bahwa saya belum membaca novelnya. Saya menyandarkan pada kata-kata Akmal Nassery Basral di status facebooknya bahwa:
    "Tim skenario (termasuk Sunil di dalamnya, selain Imam Tantowi dan Donny Dhirgantoro) memilih setia pada plot kisah yang dikembangkan Buya Hamka. Tak ada puntiran, sisipan, pengubahan, pengembangan, alur kisah dari yang sudah dikenali publik yang, sedikitnya, pernah sekali membaca roman itu. Jadi dari sisi ini, Sunil berhasil menjadikan film ini sebagai "palapeh taragak" (pelepas rindu) terhadap Buya Hamka. "
    Untuk memahaminya, mesti mengetahui latar belakang budaya yang diangkat oleh Hamka, yakni Minang.

    Saya mengenal Minang dari para Bapak Bangsa kita yang berasal dari suku ini, seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Yamin, dan lain-lain. Saya ingat bahwa mereka semua punya persamaan, mereka semua demokrat, dalam arti bisa diajak berunding, percaya pada kebebasan mengemukakan pendapat. Hatta pernah mengatakan bahwa sikap demokratnya itu terbentuk karena demokrasi desa yang ia dapat di kampungnya, bukan karena ikut-ikutan 'barat'.

    Iya, saya mengerti bahwa di tahun 1930-an, adat Minang cukup ketat mengatur pernikahan. Marah Rusli menuliskannya dua kali, dalam Siti Nurbaya dan kemudian Memang Jodoh. Yang belakangan diterbitkan 50 tahun setelah ia wafat agar tokoh-tokoh yang bersangkutan sudah wafat.

    Namun tetap, ketatnya adat yang digambarkan penulis seperti Marah Rusli tak menghapus kekaguman saya pada budaya Minang yang menjunjung musyawarah untuk mufakat dan ironisnya justru musyawarah itulah yang diserang di film ini, asumsi saya juga ada di novelnya. Setidaknya ada dua adegan di mana justru adat musyawarah ini yang diserang.

    Adegan pertama serangan terhadap adat musyawarah adalah ketika tokoh utamanya dilarang ikut dalam musyawarah karena dia bukan orang Minang. Karakter utama di novel ini hakikatnya seorang Minang dari sisi ayah namun tak diakui sebagai Minang di kampung halaman ayahnya sendiri bahkan ketika dia tinggal di kampungnya.

    Ini adalah serangan bagi demokrasi semu, di mana orang-orang yang punya andil, punya hak untuk ikut dalam rapat yang menentukan nasib baginya, dikucilkan dengan label yang dibuat-buat. Di masa Belanda (ketika novel ini ditulis), kita memiliki Volksraad, semacam perwakilan untuk rakyat Indonesia menyampaikan aspirasinya, walau dalam kenyataannya tak semua berhak berada di dalamnya, hanya yang mau dan bersedia cooperatie dan tidak revolusioner yang boleh duduk. Begitu juga di masa Demokrasi Terpimpin, hanya partai-partai dan kelompok-kelompok yang tidak kontrarevolusi lah yang boleh ikut andil dalam pemerintahan.

    Adegan kedua serangan terhadap adat musyawarah adalah ketika para ninik-mamak sepakat untuk menolak lamaran karakter utama dan menerima pinangan yang satu lagi, dari pria yang Minang tulen. Suara yang meminta kesediaan menimbang hakikat Minang mereka bungkam. Dan dengan halus menekan karakter wanita untuk menerima keputusan, menyatakan dengan lisannya.

    Begitu jugalah karakter demokrasi semu, wadah perwakilan semu, ketika suara sumbang mereka bungkam dan pihak yang terkena dampak mereka paksa untuk setuju. Tak ada kebebasan individu menyatakan haknya.

    Adalah sebuah ironi dalam kisah selanjutnya, ketika ninik-mamak yang bangga pada adat Minang yang 'beradat, berbudaya', dalam keputusan melalui musyawarah justru memilihkan pria yang salah untuk wanita mereka sementara yang mereka usir justru pria yang baik. Di sinilah, Hamka menyerang lagi bahwa demokrasi pun juga bisa membuat keputusan buruk, apalagi bila mereka yang berada di dalamnya tercemari oleh ujub, tinggi hati, takkabur.

    Di sinilah, kisah Tenggelamnya van der Wijck menawarkan alternatif dari musyawarah, yakni 'cinta' sesuatu yang dianggap sebagai 'khayalan belaka', 'cuma ada di kitab-kitab' bahkan 'melemahkan', tetapi ternyata akhirnya menguatkan karakter utamanya.

    Begitu juga di masa kolonialisme Belanda, semangat nasionalisme para aktivis diejek para profesor sebagai khayalan tetapi toh nyatanya sebuah semangat kebangsaan khayalan, imajiner, yang sesungguhnya cuma berdasarkan persamaan nasib ini nyatanya bisa bersatu dan kelak memproklamasikan dirinya sebagai negara.

    Begitu juga di masa demokrasi terpimpin, hak-hak berbicara dipasung, humanisme dicerca sebagai 'melemahkan revolusi', agama dianggap sebagai khayalan yang menguatkan posisi tuan tanah dan melemahkan buruh tani. Toh motivasi 'khayalan' yang 'melemahkan revolusi' ini menguatkan perlawanan mereka yang percaya.

    Saya tidak tahu dengan novel Magdalena: Di Bawah Pohon Tilia tetapi novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck adalah novel yang berbahaya. Saya, yang belum membaca novelnya, bersyukur ada yang mengadaptasi ke layar lebar (mungkin saya harus mencari novelnya), akhirnya paham mengapa Lekra terancam oleh novel ini dan berusaha mengerdilkannya sebagai karya plagiat.




    Pustaka sambil lalu saat menulis ini:
    - Akmal Nassery Basral https://www.facebook.com/akmal.n.bas...52149836837780 (terakhir diakses 26 Desember 2013)
    - Wikipedia Berbahasa Indonesia, Tenggelamnya Kapal van der Wijck . http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggel..._Van_der_Wijck
    - dan sejumlah artikel blog yang membahas tentang polemik 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck'.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  20. #20
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    He emh panjang, kapan-kapan aja deh bacanya, ato malah gw males bacanya
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •