gw pernah baca novelnya, tapi sudah lupa... mung
kin nanti cari dulu ebook nya

Si cowok melarat, si cewek bangsawan
setahu gw sih di masyarakat minang Abad 20, ngga
ada lagi yang namanya kaum bangsawan... paling ju
ga keluarga Pagaruyung... dan karena gw yakin ini
cerita setting nya mesti Padang atau Bukittingi, ka
rena Buya orang Maninjau (Luhak Agam), maka mes
tinya Alim Ulama dan Guru menjadi profesi terhormat
disamping para pedagang.

jadi mungkin lebih tegasnya ini bukan soal kebangsawa
an ataupun kekayaaan.... toh masih muda miskin itu bi
asa

tapi si Zaenudin ditolak karena ia anak pisang, Ibunya
bukan orang Minang, jadi dia tidak bersuku (marga ver
si adat Minangkabau).... salah bapaknya merantau pu
tus ngga sempat meminta agar istrinya di-Lakok-kan
kepada suku Bako nya