Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 43

Thread: pendidikan dini ttg *** dan alat reproduksi

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia red>,<hair's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    kanatakara
    Posts
    2,824

    pendidikan dini ttg *** dan alat reproduksi

    nanya dunk .... untuk saling share
    menurut kalian pendidikan dini ttg s3x dan alat reproduksi itu d mulai saat anak usia berapa ?

    apakah semakin awal itu semakin baik atau bagaimana?

  2. #2
    pelanggan panda's Avatar
    Join Date
    Apr 2013
    Posts
    330
    iya sih , menurut saya begitu.

    Semakin awal , semakin baik , supaya bisa mencegah tindakan s3x di luar batas , yang mungkin dilakukan temannya dll.

  3. #3
    pelanggan setia red>,<hair's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    kanatakara
    Posts
    2,824
    naa batasan awal itu d mulai saat umur berapa?

    Anugurihiitusomi

  4. #4
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    umurnya dari anak bisa ngomong atau kurang sudah diajari soal seksualitas. misal laki2 ama perempuan itu beda. ayah laki2, bunda perempuan.
    laki2 ada "burungnya", jadi yang ajari pipis itu si ayah. pipis gaya laki

    lalu soal aurat. aurat laki2 mana perempuan mana. kalau sholat laki2 gimana pakaiannya. perempuan gimana.

    banyak lah yang bisa diajarkan sejak dini
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #5
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^ikut chan ajahhh ya disesuaikan usia, kalau usia dini alias 1-6 tahun...cukup kasih tau ayah laki2 emak perempuan, sholatnya shafnya pisah, juga rasa malu kalau keliatan tempat pipisnya gitu dll dsb

    Makin gedhe umur 7 tahun ajarin juga buat gak maen nemplok sama temen lawan jenis...yang ini saya masih susah payah ngajarin sama naomi, maklum temennya cowok rata2, anak gwe polos niannnn dia gak dhong kenapa sohib cowoknya malu tiap dia nyandar2 di dada teman cowoknya itu, saya terangin berkali2 jawabannya pun enteng, " Kan capek, makanya nyandar."

  6. #6
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Kalo ane sih gak ada patokan usia untuk diperkenalkan. Ane diemin aja sampe anak nanya. Nah kalo jawabannya baru disesuaikan dengan usia anak.

    Ane milih prinsip anak berkembang secara alami, tanpa harus gue cekokin teori dan dogma padahal mungkin sang anak blm waktunya tau.

  7. #7
    pelanggan setia red>,<hair's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    kanatakara
    Posts
    2,824
    klo ngajarin gt hanya secara lisan atau sampe d puterin video?

    maren d kasi cerita sodara klo dia bru aja ngajarin ponakan yg masih 4 thn pke video
    maksudnya d liatin video ttg alat reproduksi, kata dia itu penting dan bgus

    Anugurihiitusomi

  8. #8
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    errr...anak 4 tahun dikasih liat alat reproduksi?

  9. #9
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    ... anak 4 tahun bukannya memang sudah lihat, Bun?

    Saya belajar ilmu itu kumplit umur 10 tahun, diajari oleh suster-suster katolik di sekolah dulu, dan hasilnya memang ada perubahan drastis di perilaku sejak saat itu...

    Tergantung cara ngajarnya jugak sih, yang saya tahu ada aliran parenting di Amrik negri sanah yang memberikan s3x education ketika anak umur 8 tahun tanpa embel-embel bahwa ilmu ini sakral dan berbahaya, sehingga si anak menganggapnya biasa saja tapi tetap mengerti tanggung jawab yang dituntut. Contohnya adalah mereka menggunakan bahasa yang baik ketika merujuk ke alat atau perbuatan reproduksi, bukan bahasa slang yang cenderung eksploitatif.

    Konon sih, anak-anak yang orang tua-nya ikut aliran ini bisa diajak kerjasama dengan baik. Salah satu Management Trainee saya yang pernah homestay di salah satu keluarga semacam itu ketika dia ikut pertukaran pelajar dulu sekali, mengatakan bahwa anak-anak di keluarga itu yang umurnya sembilan dan sebelas tahun bersikap biasa saja soal seks. Misalnya, suatu hari dia pulang agak malem menemukan si dua anak sedang nonton TV di living room. Ketika ditanya, mana papa mama, si bungsu menjawab "they're having *** in the room. I guess they'll be joining us in ten minutes".

    Ketika ditanya, "You know anything about ***?", jawabnya "Sure... why shouldn't we? Don't you?"

    "My parents never taught me."

    Dua-duanya malah melihat MT saya dengan heran... "Don't your parents need privacy? how did they ask you then?"

    "They just shoo me away without telling me the reason"... MT saya njawab sambil ngakak.


    Tahun lalu MT saya itu dolan ke Amrik, salah satunya mengunjungi keluarga tempat dia homestay dulu, dan dua anak itu sekarang sudah jadi remaja pintar yang sama sekali tidak ada masalah dengan kegiatan reproduksi. MT saya malah ngeledek "You're over 18 and still virgin?"
    Last edited by Alip; 24-11-2013 at 08:44 AM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    itu sih bertanggung jawab versi barat...liat alat reproduksi sendiri umur 4 tahun okelah, buat ngasih tau jenis kelamin dia...sampe seperti yang diterangin on alip di barat sono? itu bukan ngajarin tanggung jawab, ngajarin having s3x tanpa tanggung jawab itu sih

  11. #11
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kalo menurut saya sih itu cukup bertanggung-jawab, Bun... mengapa menyembunyikan soal seks ketika bahkan di kartun Disney saja ada cewek-cewek pakai bikini? Nyatanya anak-anak itu memutuskan untuk tidak melakukan seks sebelum menikah...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #12
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Saya memperkenalkan organ2 reproduksi pada anak dari mereka masih balita. Memang agak memaksakan diri krn hal tsb "bertentangan dgn nilai2" yg pernah tertanam (bahkan cukup kuat) di benak saya sbg hal yg sangat tabu dlm lingkungan keluarga besar saya.

    Alasan saya menabrak "nilai2" cuma satu, yaitu saya merasa ndak selayaknya lagi untuk terus mengelak dari pertanyaan2 dan rasa ingin tahu anak2 yg sangat besar, beda jauh dgn saya dulu yg "kuper". Anak2 sekarang itu menurutku sangat2 kritis. Sekarang informasi tersebar luas di-mana2 dgn akses yg sangat mudah. TV, internet, socmed, dll beda jauh dgn jaman saya dulu yg cuma ada TVRI dan RRI.

    Nah daripada anak2 tahu dari sumber2 lain menurutku lebih baik mereka tahu langsung dr saya sendiri sbg ortu.

    Dan itu pernah membuat kaget ortu saya pas mereka memandikan cucunya. Anak2 saya, waktu itu masih balita, sangat hapal dan dengan entengnya menyebut kata pen*s, vagi*a, dll didepan mbahnya waktu lagi dimandiin. Bahkan pernah saat lagi kumpul pas anakku terlihat garuk2 lalu saya tanya/tegor itu kurang sopan malah dia agak sewot dgn lantangnya protes "vaginaku gatel ayaaahhh...!" dan membuat tertegun semua orang (keluarga besar) yg ada disitu. Dan keluarga besar maklum kok justru setelah tahu kata2 tsb memang sengaja saya kasitau, bukan tahu sendiri dari luar.

    Sekarang, setelah mereka tumbuh (sekolah), mereka udah mulai paham bahkan malu sembarangan menyebut kata2 tsb didepan umum. Sudah mulai bisa beelajar menempatkan sesuatu pada tempat yg semestinya, mana yg pantas dan mana yg tidak tidak pantas, dst. Mereka hanya ucapkan kata2 tsb didalam lingkungan keluarga rumah sendiri bahkan udah ndak "sepolos" dulu lagi ngomongnya.

    Baik atau burukkah itu kedepannya bagi mereka? Saya ndak tahu. Saya hanya berusaha untuk memberikan pengetahuan dan menanamkan sesuatu yg menurutku baik untuk bekal mereka aja.

    Dan soal tanggung jawab, serta akhlak dan budi pekerti pd umumnya, menurutku itu persoalan lain tersendiri. Itu lebih bersifat umum menurutku.

    Bottom linenya, menurutku, tiap ortu dan tiap anak itu beda2, tergantung nilai2 yg dianut plus disesuaikan dgn kondisi riil dan aktual. Yg terpenting, bimbingan dan pengawasan tetap harus dilakukan, scr proporsional tentunya, bukan dilepas begitu aja.


  13. #13
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Belom punya anak, punyanya 6 ponakan yang dimana kritis-kritisnya minta ampun

    Bahkan ortu gw sendiri pun cenderung diam, menutup diri dan gak pernah memberikan pendidikan s.eks yang cukup, jadilah kami berkelana mencari jawabannya sendiri

    Quote Originally Posted by red>,<hair View Post
    nanya dunk .... untuk saling share
    menurut kalian pendidikan dini ttg s3x dan alat reproduksi itu d mulai saat anak usia berapa ?

    apakah semakin awal itu semakin baik atau bagaimana?
    Setuju sama om [MENTION=203]sedgedjenar[/MENTION]

    Somehow gw juga mpok-abang gw memiliki pola pikir yang sama, gak mau kayak sikap ortu kami yang cenderung diam/menghindar. Kami berusaha memberikan penjelasan secara proporsional ketika anak itu bertanya aja. Liat usianya juga. Di lingkungan rumah gw yang sering terdengar teriakan-teriakan 'maut bin vulgar'. Juga gambar-gambar alat reproduksi di dinding, pagar ato dimana pun (kayaknya ada yang lagi belajar biologi tuh ). Ditambah lagi di tipi, film, youtube banyak gambar-gambar ato adegan vulgar yang seharusnya belum boleh dikonsumsi anak-anak. Otomatis mau gak mau gak cukup kalo ngandelin peran ortunya aja. Kami sebagai bagian keluarganya juga punya kewajiban untuk membina, memproteksi dan memberikan penjelasan yang masuk akal bagi anak-anak itu. Semakin bertambah usia, semakin bertambah rasa ingin tahunya, penjelasan yang diberikan pun harus sesuai. Jangan berlebihan, jangan kekurangan yang akhirnya malah justru bertanya pada narasumber yang salah, harus pas, dan anak-anak itu merasa cukup.

    Saat ini ketika ponakan-ponakan gw tanya soal apa itu k****l apa itu m****k ya gw konversi dulu aja kalo k****l itu namanya ***** dan m****k itu namanya pipip sambil ditunjukkin ke mereka. Trus kasih warning kalo nyebut kata-kata itu forbidden and gak sopan. Mereka akan nurut dan ngerti kalo sopan santun itu penting dan harus dijaga.

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Kalo ane sih gak ada patokan usia untuk diperkenalkan. Ane diemin aja sampe anak nanya. Nah kalo jawabannya baru disesuaikan dengan usia anak.

    Ane milih prinsip anak berkembang secara alami, tanpa harus gue cekokin teori dan dogma padahal mungkin sang anak blm waktunya tau.
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Bottom linenya, menurutku, tiap ortu dan tiap anak itu beda2, tergantung nilai2 yg dianut plus disesuaikan dgn kondisi riil dan aktual. Yg terpenting, bimbingan dan pengawasan tetap harus dilakukan, scr proporsional tentunya, bukan dilepas begitu aja.

    Sepakat banget sama om [MENTION=912]234[/MENTION]

    Quote Originally Posted by serendipity
    Temen gw yang waktu itu masih kelas 4 SD, dikasih tau sama mamanya, kalo ciuman bisa menyebabkan kehamilan dan kehilangan virginitas.

    Okeh, waktu itu gw ketawa sangat geli. Bukan karna apa, ini anak polos banget. Kenapa sih ortunya ampe boongin dia soal gimana cewek akan kehilangan virginitasnya. Gw waktu itu mau jelasin tapi gak tega, takut dikira gw penyebar bad influence. Jadi lebih baik diem aja, biarkan dia tau sendiri dari mamanya
    Nah ini unfinished task dari ortunya, seharusnya ketika anaknya sudah cukup dewasa diberikan info yang cukup biar jawaban anak kecil ini gak dipake terus sampe gede namun seringkali gw juga nemuin -biasanya untuk anak-anak tunggal- yang dimana ortunya menganggap bahwa si anak -meski udah gede- ya tetep dianggap masih kecil, lugu belom boleh tau info tentang s.eks, reproduksi dan akan membiarkannya seperti itu. Kasian

    Quote Originally Posted by 234 View Post
    ^Masih mending kelas 4SD, lha saya dulu ada temen cewek pas masuk kuliah dia tahunya kalo laki2 dan perempuan dewasa tidur bareng satu kamar, tidur tok, tidak kurang tidak lebih, itulah proses reproduksi. Itu yg menyebabkan seorang wanita menjadi hamil sampe melahirkan anak. ::argh!::
    Gw sampe SMA mikirnya masih begini lho om soalnya di pelajaran biologi kan cuman dikasih tau ovarium milik cewek penghasil sel ovum, dan skrotum milik cowok penghasil sel sperma. Kalo bersatu mitosis..miosis..bakal jadi anak, tapi proses penyatuannya gimana gak pernah dijelasin, adanya malah di pilem bokep

    Jadi ya saat itu gw mikirnya kehamilan itu anugrah/mukjizat dari tuhan, kalo udah mikah trus bobok bareng -dalam arti sebenarnya- maka voila... si cewek akan hamil
    Last edited by noodles maniac; 25-11-2013 at 09:41 AM.
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  14. #14
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    diputerin video apa nih? video porno apa pengetahuan tentang alat reproduksi?
    video porno ga usah lah.
    kalau pengetahuan menurutku masih terlalu dini ya, kasihan ntar pusing kalau begitu udah dijejalkan ke anak. keseharian aja malah alami.
    misal apa yang boleh dan tidak boleh aja deh. *** dan tanggung jawab diajari sejak dini. menikah itu artinya siap bertanggung jawab. *** ya kalau siap, abis merit.
    anak bisa lihat teladan dari ortunya.

    abis ini pr-nya (saya) ngasih tahu kenapa bunda sama ayah tidur sama2 dan si abang harus tidur sendiri.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    sharingnya lagi dong soal pendidikan *** sejak dini.

    aku juga sudah mengajarkan bahwa alat reproduksi itu sifatnya sangat pribadi. tidak boleh sembarang orang lihat. kalau ada orang mau lihat ga boleh, kecuali ortu atau periksa ke dokter.
    di sisi lain kalau bagian itu sakit harus segera lapor. kalau ada orang maksain mau lihat apalagi pegang harus lapor karena itu ga boleh. ngeri sama kasus pemerkosa anak soalnya.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    pelanggan setia red>,<hair's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    kanatakara
    Posts
    2,824
    videonya ttg alat reproduksi gt secara detil (karena sebenarnya itu untuk kampanye d masyarakat)
    kemaren sodara bilang klo ponakan sudah paham dr mana bayi itu keluar

    Anugurihiitusomi

  17. #17
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Perlunya menanamkan "kesadaran" (dlm batas dan takaran tertentu sesuai kapasitas seorang anak2) untuk menjaga aurat dan pandangan. Menanamkan rasa "malu" (bukan takut) thd hal2 dan perbuatan yg kita nilai tidak patut dr segi kesusilaan. "Benda2 tsb" adalah sesuatu yg sangat "berharga (diri)" tinggi bagi seseorang. Mereka, mudah2an, jadi lebih bisa menjaga sekaligus bisa menghargai "milik orang lain".

    Misalnya dlm soal berjilbab (tapi jgn dibelokin jadi debat agama ya ), saya ndak pernah mengajarkan scr eksplisit bhw berjilbab itu wajib tapi lebih menekankan bahwa menjaga aurat, tentu saja salah satunya dgn cara menutupi, itu yg lebih ditekankan. Ngejelasinnya, bagi saya, itu jauh lebih mudah, mau sekritis apapun si anak saya merasa siap untuk mengcounternya dgn jawaban2 rasional. Mosok logika kita kalah sama anak kecil sih, di-plintir2 dikit mereka juga cuma bisa manggut kok, ndak perlu pake emosi ngejelasinnya.

    Sampe sekarang anak perempuan saya kalo main keluar rumah udah otomatis langsung nyamber jilbab meskipun keluar masuk rumahnya kadang buru2 sambil lari. Tiap masuk rumah ya otomatis langsung dilepas lagi. Memang kebetulan di sekolah (SDIT) wajib pake jilbab.

    Kedua anakku sekarang kalo pulang sekolah dijemput ojek. Yg jemput ibu2, tapi sekali2 oleh suaminya dan sejauh ini saya ndak permasalahkan krn kebetulan saya juga kenal orangnya. Tapi bagaimanapun, saya ndak pernah bolehin anakku yg cewek duduknya didepan. Dan itu saya biasakan kalo pas saya bawa motor si cewek pun ndak pernah saya kasih duduk didepan meski yg bawa motor saya.

    Hal lain yg menurutku penting, ini agak klise, upayakan agar anak berani cerita terbuka ke orang tua. Saya berharap, itu bisa jadi salah satu "senjata" si anak kalo misalnya ada yg coba2 mau ganggu, dia akan lebih berani spontan "ngancam" dgn bilang "awas ntar aku bilangin ayahku" dan itu akan benar2 dilakukannya. Setidaknya dgn tahu lebih dini, itu akan bisa mencegah hal2 negatif selanjutnya yg mungkin bisa terjadi. Dan alhamdulillah, si cewek sampe sekarang dlm soal ini memang cukup terbuka ke saya bahkan dibandingkan ke simboknya.



    ---------- Post Merged at 03:28 PM ----------

    Quote Originally Posted by red>,<hair
    videonya ttg alat reproduksi gt secara detil (karena sebenarnya itu untuk kampanye d masyarakat)
    kemaren sodara bilang klo ponakan sudah paham dr mana bayi itu keluar
    Kalo sudah terjadi ya mau gimana lagi, ndak mungkin mau dihapus dari ingatan si anak apalagi kalo hal tsb (apa yg dipertontonkan dlm video tsb) memang benar adanya. Yg terpenting adalah "what's next?"

    Saya pernah memergoki kedua anakku cengar-cengir mojok didepan Tab dan pas saya melintas mereka terlihat langsung kaget dan pas ditanya cuma jawab "ndak ada apa2". Yo wis saya (pura2) diem aja. Dan ndak lama sesudahnya, saya dah bisa tebak kok, kedua anak itu mepet2 takut2 dan malu2 sambil saling menyalahkan (biasalah namanya juga anak2) lalu menjelaskan apa yg mereka lakukan/lihat tadi sambil ndak lupa minta maaf dulu. Yo wis tinggal saya jelasin baik2 aja lha wong yg mereka lihat cuma gambar cewek setengah telanjang (topless) aja kok. Tinggal kasitau aja mana yg (belum) boleh dan mana yg (sudah) boleh sambil dijelaskan bla-bla-bla. Beres.

    Tenang dan jangan panik, apalagi emosi, itu kuncinya. "Ojo kagetan, ojo gumunan, ojo getunan, ojo aleman," itu nasehat mbah saya dulu.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  18. #18
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^om kenapa anak cewek ga boleh bonceng depan?

  19. #19
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kalau saya sih, nggak cowok nggak cewek teteup nggak boleh bonceng di depan... gak aman dan resiko-nya besar kalau terjadi kecelakaan
    #salah_fokus
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ga boleh bonceng depan, takut diuwel2.
    tapi kalau si adik sih ama ayahnya gendong depan pas naik motor muter komplek, di belakangan ga kelihatan apa2 soalnya
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •