Naaaa....h. Sekolah itu cuma base sementara. Nunggu chaos lewat. 'Luar kota' itu tujuan kalo chaos udah lewat.
Gue tinggal di Jakarta.
Dan mengingat pengalaman chaos di Jakarta dulu, dan banjir bandang tahun 2000-an... isi kepalanya orang Jakarta agak2 questionable kalo berhadapan dengan bencana besar gitu.
Dan sekarang, asumsinya, bencana-nya adalah 'orang mati nggak mau tetep tinggal dalam tanah'. Gue nggak yakin kalo orang Jakarta yang biasanya saat bencana yang umum rasional-pun akan tetap rasional.
Tapi lagi, mengingat budaya umum Indonesia yang lumayan unik... bahkan preman paling gahar-pun percaya dan takut sama jenisnya kuntilanak dan pocong... .
Respon orang Indonesia kalo ngeliat Zombie Outbreak mungkin banget bakalan beda 100% dari respon orang dari negara2 mayoritas kaukasian, misalnya.
Kemungkinan besar kita nggak segera devolved jadi anarki kayak di gambarkan di seri Living Dead.
Yang gue bayangin adalah, di kampung2 dan gang2, kita justru bakalan jadi tight-knit community yang berpusat pada tetua kampung, adat, agama dan/atau 'orang pinter'. Paling ngga' bakalan kayak gitu untuk satu-dua minggu pertama. Tapi, setelah stok beras dan Indomie abis.... God Knows.![]()
Dan peluru cuma tersedia dalam jumlah terbatas.yuki: pistol barang mahal dan ga dijual bebas
Bahkan di negara yang trigger-happy kayak US-pun, pabrik senjata dan amunisi belom tentu berfungsi setelah chaos lewat.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote