Sepanjang yang saya ketahui, memang benar demikian adanya. Mahabharata maupun Ramayana versi India tidak terdapat para punakawan. Punakawan sendiri yang lengkap (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) pun baru terdeteksi pada jaman kapujanggan. Saya tidak tahu kalau ada catatan yang lebih tua yang memuat kisah tentang punakawan sebelum era Kapujanggan. Masing - masing Punakawan pun membawa sifat2-nya masing masing dan dengan ditambah Pandhawa Lima; maka akan membentuk susunan "sedulur papat kalima pancer".
Srikandhi Nusantara bertukar kelamin menjadi ksatria pada akhir perang Bharatayudha juga adalah salah satu "kejeniusan" para sastrawan di jaman Kapujanggan. Aselinya memang Srikandhi adalah "wandu"; alias bences. Supaya sinkron dengan ajaran yang pada saat itu sedang ngetrend, dimana hubungan dengan sesama jenis diharamkan maka para Pujangga membuat sosok Srikandhi adalah perempuan titisan dewi Amba; yang karena sumpahnya kelak akan membuat Bisma menemui ajalnya. Oleh karena itu supaya tetap nyambung dengan babon induknya, maka Srikandhi dibuat "bertukar kelamin" dengan seorang resi raksasa.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote