Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 35

Thread: Karir atau Pendidikan?

  1. #1
    pelanggan
    Join Date
    May 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    346

    Karir atau Pendidikan?

    Lagi bingung, tiba2 kepikiran coba tanya pendapat ke warga KM.

    Jadi kondisinya, gw sekarang lagi kerja di sebuah perusahaan swasta. Jadi karyawan swasta (HRD) bukan cita2 gw sih, karena dari kuliah (gw kuliah psikologi) cita2nya praktik psikolog (jadi "dokter" kejiwaan orang2 ) sama jadi dosen ngajar (nb: untuk jadi psikolog dan dosen minimal S2).

    Singkat cerita gw kurang betah kerja di sini, selain job desc gak jelas, gajinya juga kurang memuaskan.

    Kemarin ada yg nelpon, HRD dari perusahaan lain, mau nawarin gw jadi HRD di sana dengan gaji 150% dari gaji gw saat ini.

    Di sisi lain, pendaftaran S2 psikologi juga baru dibuka. Duit sih baru cukup buat kuliah 1 semester pertama, tapi gw mungkin bisa pakai cara lama gw: kuliah masuk dulu, gedein IPK/prestasi, cari dan apply beasiswa 100% (S1 gw 100% gratis dengan cara ini, masuk dulu, talangin sekitar 2 semester, cari beasiswa dan apply). Tapi tentu ini gambling namanya. Nanti sambil kuliah S2 gw akan balik lagi ke profesi lama: MC, public speaker di sekolah2, sama ngajar bimbel mafia private.

    Status sekarang, gw anak sulung dan anak cowok satu2nya di keluarga.

    OK, kalau anak2 KM mau kasih gw saran, pilihan mana yg disarankan untuk gw ambil:
    1. Tetap kerja di perusahaan sebagai HRD (tentu saja di perusahaan baru yg berani nawarin gw gaji 150% dari gaji sebelumnya)

    atau

    2. Kuliah S2, kerja freelance... lulus jadi psikolog dan dosen (as my passion says)?

    Mohon pencerahannya

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Kuliah S2 kalau emang ada duit dan kondisi ekonomi keluarga sedang stabil.
    kalau gak ada duit atau kondisi ekonomi keluarga lagi labil, terima tawaran baru walau.. ya.. kerjaannya itu2 lagi.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Kuliah S2 dan kerja freelance.

    Karena emang passion kamu disana kan , jadi ya perjuangkan aja hal itu.

    Daripada terus stuck jadi HRD , pindah - pindah jadi HRD terus.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #4
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    kerja sambil kuliah ga bisa?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #5
    pelanggan
    Join Date
    May 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    346
    [MENTION=41]kandalf[/MENTION] & lily: thanks buat sarannya, masuk jadi pertimbangan
    [MENTION=7]cha_n[/MENTION]: untuk s2 psikologi klinis gak ada kuliah malamnya, kecuali s2 psikologi industri (untuk jadi HRD) baru ada kuliah malamnya.

  6. #6
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Karir
    Soalnya gw juga ngga jadi jadi ambil S2 gara gara alasan ini
    Jadi biar ada temen..
    ~Radio Kopimaya~

  7. #7
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by MoodPecker View Post
    Lagi bingung, tiba2 kepikiran coba tanya pendapat ke warga KM.

    Jadi kondisinya, gw sekarang lagi kerja di sebuah perusahaan swasta. Jadi karyawan swasta (HRD) bukan cita2 gw sih, karena dari kuliah (gw kuliah psikologi) cita2nya praktik psikolog (jadi "dokter" kejiwaan orang2 ) sama jadi dosen ngajar (nb: untuk jadi psikolog dan dosen minimal S2).

    Singkat cerita gw kurang betah kerja di sini, selain job desc gak jelas, gajinya juga kurang memuaskan.

    Kemarin ada yg nelpon, HRD dari perusahaan lain, mau nawarin gw jadi HRD di sana dengan gaji 150% dari gaji gw saat ini.

    Di sisi lain, pendaftaran S2 psikologi juga baru dibuka. Duit sih baru cukup buat kuliah 1 semester pertama, tapi gw mungkin bisa pakai cara lama gw: kuliah masuk dulu, gedein IPK/prestasi, cari dan apply beasiswa 100% (S1 gw 100% gratis dengan cara ini, masuk dulu, talangin sekitar 2 semester, cari beasiswa dan apply). Tapi tentu ini gambling namanya. Nanti sambil kuliah S2 gw akan balik lagi ke profesi lama: MC, public speaker di sekolah2, sama ngajar bimbel mafia private.

    Status sekarang, gw anak sulung dan anak cowok satu2nya di keluarga.

    OK, kalau anak2 KM mau kasih gw saran, pilihan mana yg disarankan untuk gw ambil:
    1. Tetap kerja di perusahaan sebagai HRD (tentu saja di perusahaan baru yg berani nawarin gw gaji 150% dari gaji sebelumnya)

    atau

    2. Kuliah S2, kerja freelance... lulus jadi psikolog dan dosen (as my passion says)?

    Mohon pencerahannya
    sedikit serius, kalo udah keluarga opsi pertama, kalo belum opsi kedua, kita kelaparan demi ilmu/mimpi ga papa, tapi anak bini kelaparan gara2 kita ngejar mimpi, a little too selfish for me

    jawaban ala osts : cari bini yg kaya
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  8. #8
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    Quote Originally Posted by porcupine View Post
    Karir
    Soalnya gw juga ngga jadi jadi ambil S2 gara gara alasan ini
    Jadi biar ada temen..
    ^^ penuh racun...

  9. #9
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    keliatannya [MENTION=256]MoodPecker[/MENTION] passionya jadi psikolog sama jadi dosen...kalau kemaren bisa 100% S1 nya dapet beasiswa, kenapa enggak sama yang sekarang?

  10. #10
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Yakin passion-nya cuma jadi clinicians sama dosen? Biasanya itu mimpi anak-anak yang baru kenal psikologi, tapi sesudah lama berkecimpung akhirnya sadar kalau dunia industri ato pendidikan, ato perkembangan anak juga menarik. Jangan sampai terpengaruh oleh kondisi kerja sekarang yang memang tidak asyik sehingga menganggap kerjaan dosen dan clinician adalah yang paling cemerlang. Bisa jadi kerjaan HRD di tempat lain lebih menggugah selera.

    Prinsipnya saya setuju dengan kandalf, dahulukan kesejahteraan dan tanggung jawab ketimbang passion. Cari alternatif untuk menyalurkan passion tanpa mengorbankan tanggung jawab. Anak psikologi katanya paling ahli berpikir kreatif tuh
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  11. #11
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    803
    mmm... mirip" dikiiiiiiiit ama situasi saya kemarin.
    situasi saya kemarin
    - selesein kuliah yg ga sepenuh hati
    - ambil tawaran kerjaan yg emang sudah saya idam"kan

    akhirnya, saya pilih mengorbankan kuliah dan ambil kerjaan yg emang passion saya di situ.
    and..... berjalan sempurna, walaupun kerjaan banyak tapi saya bahagia, dan Alhamdulillah berbanding lurus dengan tingkat ekonomi saya

    jadi... ikuti nafsu passionmu, dan kamu tidak akan kecewa.
    kalau berhasil kau akan bahagia, kalaupun toh gagal kau akan menjadi lebih bijak dalam menghadapi pilihan, < quote ini cukup membantu saya kalo ketemu pilihan sulit

  12. #12
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    Quote Originally Posted by MoodPecker View Post
    Lagi bingung, tiba2 kepikiran coba tanya pendapat ke warga KM.

    Jadi kondisinya, gw sekarang lagi kerja di sebuah perusahaan swasta. Jadi karyawan swasta (HRD) bukan cita2 gw sih, karena dari kuliah (gw kuliah psikologi) cita2nya praktik psikolog (jadi "dokter" kejiwaan orang2 ) sama jadi dosen ngajar (nb: untuk jadi psikolog dan dosen minimal S2).

    Singkat cerita gw kurang betah kerja di sini, selain job desc gak jelas, gajinya juga kurang memuaskan.

    Kemarin ada yg nelpon, HRD dari perusahaan lain, mau nawarin gw jadi HRD di sana dengan gaji 150% dari gaji gw saat ini.

    Di sisi lain, pendaftaran S2 psikologi juga baru dibuka. Duit sih baru cukup buat kuliah 1 semester pertama, tapi gw mungkin bisa pakai cara lama gw: kuliah masuk dulu, gedein IPK/prestasi, cari dan apply beasiswa 100% (S1 gw 100% gratis dengan cara ini, masuk dulu, talangin sekitar 2 semester, cari beasiswa dan apply). Tapi tentu ini gambling namanya. Nanti sambil kuliah S2 gw akan balik lagi ke profesi lama: MC, public speaker di sekolah2, sama ngajar bimbel mafia private.

    Status sekarang, gw anak sulung dan anak cowok satu2nya di keluarga.

    OK, kalau anak2 KM mau kasih gw saran, pilihan mana yg disarankan untuk gw ambil:
    1. Tetap kerja di perusahaan sebagai HRD (tentu saja di perusahaan baru yg berani nawarin gw gaji 150% dari gaji sebelumnya)

    atau

    2. Kuliah S2, kerja freelance... lulus jadi psikolog dan dosen (as my passion says)?

    Mohon pencerahannya
    Bagaimana kondisi ekonomi keluarga? apakah ditunjang oleh MoodPecker?
    kalo iya, ambil opsi pertama

    kalo kondisi ekonomi keluaraga aman, mending nabung pendidikan


    berakit rakit ke hulu berenang-renang ketepian

  13. #13
    pelanggan
    Join Date
    May 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    346
    Wah sudah ramai. Terima kasih atas inputnya

    Buat yang nanyain soal keadaan ekonomi. Gw masih ada 2 orang adik yg kuliah S1, tapi keduanya juga beasiswa aka gratis . Bokap sendiri kerjanya buka toko kelontong alat tulis dan kado.

    Semalam sudah bicara dengan orang tua buat minta izin seandainya mau S2, beliau sendiri merestui kalau itu memang yang gw inginkan.

    Sekarang gw tinggal mikir aja, kalau ada cara yg mungkin untuk dapatin uang 3 juta/bulan melalui freelance (2 juta per bulan buat tabungan uang kuliah, 1 juta buat biaya bulanan sendiri), berarti S2 bisa gw ambil. Nantinya tentu sambil cari beasiswa juga.

    Takut keputusan gw yg terlalu gegabah...

  14. #14
    Kalau saya malah gak berani kasih saran apa2 untuk milih 1 atau 2

    Karena yang tahu kekuatan kelemahan, kelebihan kekurangan diri kamu ya kamu sendiri kan.
    Kalau misalnya udah ngrasa kuat menjalani hidup susah demi passion, ya pilih 2,
    Kalau udah siap kuliah dan freelance sorenya, hidup pas pas an, gak bisa beli ini itu selama kuliah, trus kalau udah lulus, masih harus mencari jalan untuk bisa praktek sendiri, belum lagi ditolak sana sini ya pilih 2
    (*udah pernah ngalami soalnya , cuma dulu ceritanya kepepet)


    Tapi, kalau ngrasa gak bakalan kuat, ya pilih 1

    Yang penting, pikirin dulu mateng2, ngukur diri sendiri mateng2 dan jangan lupa minta pendapat ke Atas (A dg huruf besar)
    Good luck ya...

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    belum ada tanggungan anak istri kan? sekolah dulu deh.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    Kerja saja dulu pak, ambil yg gajinya 150 persen, kalo awalnya 10 juta 150 persennya jadi berapa ya ?? , dari pada kayak saya dulu maksain S2 sambil kerja akhirnya berhenti pas usai Uas semester dua , ayooo pak, kalo bapak (muslim) silahkan shalat istihoroh (ee benerkan)

  17. #17
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Ambil dulu pekerjaan di tempat yg baru, setelah itu baru pikirkan langkah selanjutnya. Kalo pendaftaran S2 baru saja dibuka, berarti tunggu minimal sampe tahun berikutnya.

    Waktu satu tahun rasanya cukup memadai untuk bisa mengambil keputusan yg lebih baik. Kalau pun nantinya pilih jadi psikolog atau balik ke kampus (jadi dosen), pengalaman pernah terjun langsung di dunia industri justru akan memperkaya pengetahuan n wawasan, yg ndak bisa didapatkan di kampus.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  18. #18
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    MoodPecker umurnya berapa? Lulus S1-nya kapan?

  19. #19
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    udah kerja berapa tahun?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #20
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    apa TS bertanggungjawab untuk menafkahi keluarga?
    TS selama kuliah akan mandiri secara keuangan?
    apa S2 memberikan harapan untuk karir TS selanjutnya?

    munculkan pertanyaan-pertanyaan lain dan silakan direnungkan

    --

    saran saya seperti yang lain: kerja dulu. karena untuk saya yang anak kuliahan,
    ternyata pengalaman kerja selama ini belum cukup untuk bekal keilmuan kuliah,
    terlebih memasuki bidang ilmu baru yang memiliki pendekatan berbeda dari
    sebelumnya. oia, kuliah sambil kerja ga gampang, ada saat dimana salah satunya
    harus memiliki prioritas lebih.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •