Results 1 to 17 of 17

Thread: Pilihan

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347

    Pilihan

    Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut.

    Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

    Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

    Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

    “Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

    “Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita.
    Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita.
    Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.. Sayangnya tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.
    Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.
    Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.
    Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
    Coba renungkan.. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain?
    Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
    Jaga suasana hati.
    Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak!
    Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
    Seorang yang menikmati kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat"
    Popo Nest

  2. #2
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Pernah baca, intinya mirip dengan yang dituliskan popo.

    Pikirkan sebuah efek domino.
    Kalau si A marah pada B, lalu si B moodnya jadi jelek melampiaskan pada si C, lalu si C terpengaruh jadi berimbas ke si D dst.
    Apakah komunitas tsb menjadi nyaman??

    Tapi berbeda jika si A bersikap bad mood lalu gampang marah pada si B, dan reaksi si B hanya tersenyum.
    Emosi itupun terhenti pada si B, tidak ada efek domino yang terjadi.

    Suasana pun menjadi lebih nyaman.
    Simpel bukan?

  3. #3
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    dalam praktek tidak semudah ilustrasi di atas.

  4. #4
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    dalam praktek tidak semudah ilustrasi di atas.
    terutama kalau hormon lagi bermain xixixi.
    pilihan untuk diri sendiri itu memang harusnya begitu. jangan dipengaruhi orang lain.

    tapi kalau dalam komunitas/usaha lalu kita memiliki wewenang untuk mengendalikan suasana, misal pimpinan/bos si tukang jualan majalah, maka dia berhak dan diperkenankan menegur, membimbing, membina, mendidik anak buahnya. sikap si pimpinan itu (mendidik anak buahnya) bukan berarti dia sedang diatur2 orang lain (dalam hal ini si anak buah) tapi memang peran tanggung jawab dia ya di situ. apalagi dia punya punya objective and goal ingin usahanya lancar.
    dalam kasus ini si bos bisa saja menegur si anak buah supaya jangan jutek yang berakibat calon pembelinya ga nyaman
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #5
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    praktek memang selalu lebih sulit
    Popo Nest

  6. #6
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    prakteknya susyah....saya lebih suka kabur kalau ada orang jutek depan saya kalau saya ga bisa lagi sok cool...soalnya kalau saya dilayani dengan jutek, mulut saya spontan merepet

  7. #7
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Makanya sering-sering main domino.

  8. #8
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ini paham eksistansialisme, Stephen R Covey salah satu penganutnya.

    Di buku 7 habit, kalo gak salah dihalaman 69 ada ilustrasi tentang cinta (menurut paham eksistansialisme ini).
    Kata dia, cinta itu tumbuh karena keputusan untuk mencintai, karena tekun menyayangi, baru kemudian tumbuh perasaan cinta.

  9. #9
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    kalo menurut g sih...ga ada ruginya dijalani
    bukan berarti kita sok jadi orang suci...tapi setidaknya dengan ga membiarkan amarah menguasai kita, kita juga jadi ga sakit

    betapa capenya kalo sedikit2 marah atau tersinggung dengan semua kelakuan orang
    memang ga gampang..g sendiri mengakui suka tersulut...apalagi cuaca mendukung
    tapi again...kalo ikut nyolot...g sendiri nanti yg rugi
    Popo Nest

  10. #10
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Pernah dilayani dengan jutek sama pelayan di Ginga. Mbok justru jadi super riang, dunno what got into me that day. Anyway, akhirnya dia senyum juga.

    Biasanya kalau ada yang jutek, mbok malah perhatikan raut mukanya. What makes her/him so unhappy? Poor thing. Mbok jadi kasihan, for a few seconds.

  11. #11
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Kalo menurutku, apapun pilihannya, yg terpenting adalah: Sadar. Terukur. Terkendali. Bukan lepas kendali. Dan, yup, goal dan objectivenya mesti jelas.

    Quote Originally Posted by Etca
    Tapi berbeda jika si A bersikap bad mood lalu gampang marah pada si B, dan reaksi si B hanya tersenyum.
    Emosi itupun terhenti pada si B, tidak ada efek domino yang terjadi.
    Sekali2 ndak ada salahnya pake efek bola ping-pong buat sekedar cari keringat.

    Btw kalo saya lebih pilih bersikap "ente jual inyong borong", bukan "ente jual ane beli". Males beli ketengan. Beli borongan biasanya jatuhnya lebih murah.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  12. #12
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Baru tadi malam saya diajakin ikut kebaktian tapi eye contact yg ngajak kaya gak ngajak.
    If u know what i mean ya.. orang kalo ngajak matanya ramah kaya menghargailah.
    Untung ada satu orang lagi nci2 yg ngajak dan matanya ramah. meski gak berdampak apapun, karna hati gw lagi biasa aja (meski hormon lagi berubah)..
    tapi ajakan atau himbauan dari wanita tadi malam jika disampaikan dengan cara yg gak niat atau setengah hati kemungkinan ajakan org tsb gak begitu ditanggapin juga.

  13. #13
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Baru tadi malam saya diajakin ikut kebaktian tapi eye contact yg ngajak kaya gak ngajak.
    If u know what i mean ya.. orang kalo ngajak matanya ramah kaya menghargailah.
    emang lo musti ngeliat eye contact orang nyang ngajakin?
    perasaan dulu pernah ngajakin seren kebaktian, via wa.
    itupun motivasi kita keknya salah ya.. karena curious

    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    terutama kalau hormon lagi bermain xixixi.
    TRUE banget nih

    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Kalo menurutku, apapun pilihannya, yg terpenting adalah: Sadar. Terukur. Terkendali. Bukan lepas kendali. Dan, yup, goal dan objectivenya mesti jelas.


    Sekali2 ndak ada salahnya pake efek bola ping-pong buat sekedar cari keringat.

    Btw kalo saya lebih pilih bersikap "ente jual inyong borong", bukan "ente jual ane beli". Males beli ketengan. Beli borongan biasanya jatuhnya lebih murah.

    ini mah udah level tinggi penerapannya.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ini paham eksistansialisme, Stephen R Covey salah satu penganutnya.

    Di buku 7 habit, kalo gak salah dihalaman 69 ada ilustrasi tentang cinta (menurut paham eksistansialisme ini).
    Kata dia, cinta itu tumbuh karena keputusan untuk mencintai, karena tekun menyayangi, baru kemudian tumbuh perasaan cinta.
    gw baca berulang kali, kok berasanya ga simpel yak?
    kita bicara ttg pilihan, lalu kok sambung ke relasi cintrong.

  14. #14
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by etca View Post
    emang lo musti ngeliat eye contact orang nyang ngajakin?
    perasaan dulu pernah ngajakin seren kebaktian, via wa.
    itupun motivasi kita keknya salah ya.. karena curious
    ya iyalah tergantung situasi kondisi.
    Gw sama lo kan jelas dah kenal 5 tahun... gak harus eye contact lo mau ngajak gw kebaktian
    Ini orang baru kenal, tiba2 ngajak... cara memandang gak ramah. Untung enci sampingnya gw kenal... walau jarang komunikasi

  15. #15
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    walah..kalo penerapannya om 234..g justru masih belum paham
    maksud borongannya ini gimana ya

    ketauan ilmu masih cetek
    Popo Nest

  16. #16
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    ^
    Ah itu cuman sebuah arti ungkapan/kiasan aja kok. Tapi poinnya sama: pengendalian dan penguasaan diri. Bukan sikap grusa-grusu.

    Saya malah jadi inget pertandingan tinju klasik Ali vs Foreman (jadul banget yak). Dari ronde 1 s/d 7 Ali bener2 ndak mau 'beli' pukulan2 Foreman shg terlihat jelas Ali kalah angka mutlak di 7 ronde awal tsb. Di ronde 8 baru deh Ali main 'borong' bermain frontal shg Foreman pun terjengkang KO ndak bisa bangun lagi.

    Anyway...

    Pada prinsipnya saya sangat setuju dgn pesan dlm artikel pembuka tret ini.

    Tapi bagaimanapun, menurutku, segala sesuatu itu mesti ada ukurannya. Ada batasannya. Ada ungkapan "cacing pun akan menggeliat kalo diinjak, ular akan mematuk kalo terdesak, dsb". (Note: Ungkapan ini memang bisa saja menjadi ibarat 'pisau bermata dua', artinya bisa sebaliknya disalahgunakan untuk melakukan pembenaran atas sikap reaksioner oleh orang2 yg gampang tersulut emosinya.)

    So, kalo sudah melewati batas2 tertentu kalo saya ya ndak bisa diamkan aja terus se-olah2 ndak terpengaruh sama sekali. Kecuali memang memilih menghindar. Tapi kalo tidak, ya hajar aja bleh! Ente jual, inyong borong!

    No...no..., saya ndak bermaksud mengatakan bahwa "ketidak-baikan (ketika melewati batas2 tertentu) harus dibalas dgn ketidak-baikan juga". Tidak sama sekali.

    Apapun balasan (sikap) yg dipilih, baik atau tidak baik, dan baik atau tidak baik pun akan selalu relatif tergantung sudut dan cara pandangnya, tetap kembali lagi yg terpenting adalah:

    Quote Originally Posted by 234
    Kalo menurutku, apapun pilihannya, yg terpenting adalah: Sadar. Terukur. Terkendali. Bukan lepas kendali. Dan, yup, goal dan objectivenya mesti jelas.
    Btw saya masih tetap suka dgn sebuah ungkapan klasik dan jadul, "hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin".

    *saya juga mengalami siklus bulanan perubahan mood, biasanya kalo pas tanggal tua.*

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  17. #17
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    mbaca tulisan djisamsoe serasa nonton pelm shaolin monk yang saba kota. Ketemu gerombolan berandalan diajakin brantem nolak melulu, dipukulin diem aja. Sampe akhirnya di titik tertentu dia ngelawan, sehingga semua berandalan kejengkang dibuatnya.


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •