Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 23

Thread: Memuliakan Ortu

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679

    Memuliakan Ortu

    Gara-gara baca status FB seseorang yang ngaku bijak, ini kutipannya

    Contoh kasus:Si suami dan istri bekerja kantoran. Pergi pagi pulang petang. Tak ada pembantu, karena mencari pembantu di zaman sekarang ini sangat tidak mudah. Berita baiknya, di rumah ada ibu mereka. Si ibu inilah yang bertugas menjaga anak, mengurus rumah selagi anak dan mertuanya bekerja, dan seterusnya.

    Seorang nenek atau kakek, pastilah senang bila mereka dilibatkan dalam mengurus cucu-cucunya, atau membantu anak-anak mereka dalam meringankan tugas keluarga.

    Jadi jika selama orang tua kita senang-senang saja mengerjakannya, tentu tidak masalah.

    Tapi janganlah sampai menjaga cucu dan mengurus rumah tersebut menjadi tugas rutin. Kalau sudah rutin, apalagi kalau kita berpikir, "Untung ada Mama yang bisa menjaga si kecil dan mengurus rumah selagi kami bekerja," maka itu sama saja kita memperlakukan orang tua kita sendiri sebagai pembantu!!!

    Masya Allah. Naudzubillahi Min Zalik!!!

    Banyak pasangan suami-istri yang berpendapat, bahwa kondisi seperti ini terpaksa mereka jalani, karena rezeki masih kurang. Gaji suami tidak cukup, sehingga istri harus ikut bekerja.
    Sudah komen sih status dia, yang emang udah mindsetnya segitu jawabannya juga terlalu sutandar dan kelihatan ga pernah ke lapangan

    Kadang saya heran, menurut saya masing2 punya pilihan hidup. Ga perlu menghina orang yang memilih menitipkan anaknya ke ortunya dengan bilang "membabukan"...kalau ada saling pengertian, saling asuh, ga perlu ada yang merasa direndahkan.

    Tapi coba kita renungkan baik-baik:Selama kita masih menzalimi orang tua kita sendiri dengan cara memperlakukan mereka sebagai pembantu, bagaimana mungkin rezeki kita akan bisa lancar?Rezeki kita akan bisa lancar jika - antara lain - kita bisa membahagiakan dan memuliakan orang tua kita di masa tuanya.

    Saat kita masih dalam kandungan, ketika kita lahir, ketika masih anak-anak, ketika kita tumbuh remaja, kita sudah sangat merepotkan mereka. Sekarang setelah kita dewasa dan berumah tangga, masihkah kita terus merepotkan mereka? Sampai kapan???
    Ck...penulis katanya berwawasan luas, tapi kog picik cara pandangnya. Menitipkan kan artinya ada kesepakatan kedua belah pihak, entah ada asisten yang dibayar oleh si anak untuk mengurusi cucu2nya dan si kakek dan nenek tinggal ngajak main aja, atau ada om dan tante yang bisa dimintai tolong dengan saling pengertian dll

    Dan bilang

    Menjadi ibu rumah tangga itu jauh lebih mulia ketimbang jadi wanita karir.
    Masyaallah, piciknya
    Attached Images Attached Images
    Last edited by BundaNa; 22-10-2013 at 02:24 PM.

  2. #2
    td kebaca status bundana.emang kl ngomongin FTM ama WTM banyakan akhirnya ngotot ngototan.adu esmosi. padahal FTM juga pekerjaan. WTM jg g bakal lancar jaya klo g ada ridho suami.
    lagian banyak kakek nenek yg mau beneran ngasuh cucu karena mereka pengen. ada juga sih yg g pengen. kayak mak dirumah malah ngomong,"udah kerja sana,anak2 biar sama kami.."
    Good friends, good books, and a sleepy
    conscience: this is the ideal life.
    Mark Twain

  3. #3
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    ngasih tautan, tapi screen-capturenya di edit


  4. #4
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalau tautan kan biar aja dibaca sendiri
    [MENTION=809]cherryerichan[/MENTION]: ya hidup itu pilihan masing2, dan rumah tangga diatur berdua...masing2 rumah tangga ada aturan...yang saya agak nyesek, sekelas dia bilang "Ibu rumah tangga lebih mulia daripada wanita karir." Emang emak2 yang kerja trus ga jadi ibu rumah tangga?

  5. #5
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    ah, ternyata cuma perbedaan point-of-view doang

    menurut si A begini, menurut B begitu
    lagian kalo gak merasa seperti yg jonru sebutkan ya santai aja kayak di pantai


  6. #6
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    tulisan si jonru jelas, "Jangan jadikan ortumu baby sitter." dan "Ibu rumah tangga lebih mulia daripada wanita karir." Itu bukan perbedaan point of wiew, itu udah akar pendapatnya. Saya bilang, masing2 rumah tangga ada aturan masing2 dari pelaku, dia jawab udah jelas kalau ada kakek nenek dititipin anak2nya oleh ortunya, berarti kakek nenek itu dijadikan babu oleh ortu si anak

  7. #7
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    masing2 rumah tangga ada aturan masing2 dari pelaku
    sepokat, masing2 punya aturan
    tinggal mau bikin aturan sendiri atau berpedoman pada agama masing2


    btw, ayah ibu sudah punya amanah masing2
    ada yg ditugaskan mencari nafkah dan ada yg mengurus keluarga

    dan perempuan masuk surga bersama suaminya, bukan dengan pekerjaannya


  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    manusia mulia atau tidak itu hak prerogatif Allah. biar Allah yang kasih cap stempel ngapain ngurusi pendapat manusia.

    [MENTION=57]GiKu[/MENTION]
    pintu surga bagi perempuan itu banyak. bukan cuma satu dari suami doang.

    banyak laki2 pake pembenaran soal ridho suami itu syurga tapi ga mikirin keinginan istrinya,yang ada istrinya stres. kasus di bandung dulu salah satu contohnya. keluarga yang islam taat. istri wajib di rumah terus tapi stres anaknya dibunuh semua.

    kondisi keluarga ya masing-masing. yang lain ga berhak menghakimi. ngeyel keplak. senggol bacok
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    manusia mulia atau tidak itu hak prerogatif Allah. biar Allah yang kasih cap stempel ngapain ngurusi pendapat manusia.
    lha ini dibahas

  10. #10
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    masalah buat lo?
    gw ga kurang kerjaan buat berdebat, menjawab tulisan dia bener atau ngga. masing2 keluarga punya masalah dan cara sendiri buat menyelesaikannya. ga bisa pukul rata.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  11. #11
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    masalah buat lo?
    gw ga kurang kerjaan buat berdebat, menjawab tulisan dia bener atau ngga.
    Dirimu kan sudah di-ban olehnya, Cha_n.
    *kabur*
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  12. #12
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Dirimu kan sudah di-ban olehnya, Cha_n.
    *kabur*
    wkwkwk bukan diban, diremove, abis itu gw blokir dia.
    bagus juga biar fokus ngerjain hal yang lebih penting.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #13
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    banyak orang yang sok ngikut syariat agamanya tapi kelakuannya juga suka menghakimi orang. cihhh...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #14
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    soal istri bekerja, memang tidak bisa disamaratakan ya
    ada yg suaminya memang meminta istrinya kerja, karena penghasilan suami saja belum mencukupi
    ini mau ga mau ya kejadian...apa boleh buat
    terus apa jadi salah istrinya cari kerjaan?

    ortu menjaga cucu...selama memang mereka rela menjaga..dan bukannya dipaksa menjaga...ga apa2 kan?

    g setuju dengan chan...sikon tiap rumah tangga itu berbeda
    ga bisa dipukul rata
    memang yakin bisa ngasih penilaian adil karena main pukul rata begitu
    Popo Nest

  15. #15
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    [MENTION=57]GiKu[/MENTION]: gwe yang bahas, karena gwe dikeluarin dari fanspagenya, mungkin dia juga tipe ga kuat dikritik...aneh, dia penulis dan statusnya saat itu sedang mengkritik orang tua yang katanya membabukan orang tua plus menghakimi wanita bekerja, giliran gwe kritik tulisan dia, dia ga terima...duh ampun, gitu ya masih ada aja yang terpesona sama dia...amit2
    [MENTION=41]kandalf[/MENTION] : hah? [MENTION=7]cha_n[/MENTION] diban?

    Saya juga ibu rumah tangga yang nyambi2 jualan kecil2an. Suami ga nyuruh bekerja juga tidak melarang, setiap ijin mau kerja atau usaha suami cuma bilang, jangan abaikan anak2. titik.

    Ada yang menggelitik dari pendapat beliau (si penulis yang ngeban saya), "Tugas suami mencari nafkah, tidak usah cari alasan istri ikut bekerja demi membantu suami cari nafkah. Kalau suami kurang kasih nafkah, dorong/paka suami untuk kerja lebih gita dan menambah penghasilan."

    Saya agak kaget dengan komentar beliau yang ini, pas mau saya reply...eh udah ga bisa

    Pertama, ya saya tau suami memang pencari nafkah utama dan istri tidak wajib mencari nafkah. Tapi kan di lapangan tidak sekaku itu. Bagaimana dengan yang suaminya cacat permanen karena kecelakaan kerja misalnya? Istrinya harus menceraikan demi cari laki2 lain yang bisa menafkahi gitu? Setiap hari minta jatah sama saudara2nya gitu? Kan tidak sesimpel itu juga...

    Atau suaminya memang punya batas kemampuan cuma bisa menghasilkan 3/4 dari kebutuhan keluarga, dan suami itu udah sampe kerja 20 jam, hasilnya ya segitu...mau dipaksa/didorong kerja sampe 24 jam sehari? Kenapa ga lu rusuh suaminya mati aja?

    Lalu hasil akhirnya, istri disuruh qona'ah dan hemat? Lah nyatanya hematnya juga tetap tidak mencukupi, suami sudah teramat sangat rajin bekerja, masih mentok...masak ujung2nya istri tetap maksa si suami? Ujung2nya juga isri disalahin ga menghargai hasil kerja suami...

    Banyak hal, bukan alasan dicari2 dalam kehidupan rumah tangga yang orang luar tuh cuma bisa menilai dari luar. Jadi ga perlu nyinyir, yang ga cukup menutupi kebutuhan harian rumah tangga karena kurang sedekah, karena kurang infaq, karena gak memuliakan orang tua, karena ga bagi2 rejeki sama orang tua...

    Semua rumah tangga punya urusan masing2...urus aja hidup lo masing2

  16. #16
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    [MENTION=16]BundaNa[/MENTION]
    dia emang anti dikritik. nasibmu sama denganku. kalau beda pandangan ya diremove. thats all. eh malah ngerasanin orang... ngacir ah.. bahas yang lain aja yuk bun, yang positif aja gitu. misal gimana kita bisa mengelola waktu, mengelola keuangan dll. lebih produktif dan solutif.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #17
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^ya kita bahas deh sekarang...

    1.benar ga sih, ketika kita nitipin nak ke ortu kita (tentu ga asal titip, itu sih sinting) saat kita dan pasangan bekerja, itu artinya tidak memuliakan orang tua?

    2. kalau ortu yang meminta tapi kita tetap menolak dengan alasan memuliakan ortu...gimana? kalau mereka malah sakit hati, gimana?

    *yang urusan perempuan kerja udah keseringan dibahas ya

  18. #18
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    [MENTION=16]BundaNa[/MENTION]
    dia emang anti dikritik. nasibmu sama denganku. kalau beda pandangan ya diremove. thats all. eh malah ngerasanin orang... ngacir ah.. bahas yang lain aja yuk bun, yang positif aja gitu. misal gimana kita bisa mengelola waktu, mengelola keuangan dll. lebih produktif dan solutif.
    mirip sapaaa gituuuu....

    ---------- Post Merged at 05:47 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ^ya kita bahas deh sekarang...

    1.benar ga sih, ketika kita nitipin nak ke ortu kita (tentu ga asal titip, itu sih sinting) saat kita dan pasangan bekerja, itu artinya tidak memuliakan orang tua?

    2. kalau ortu yang meminta tapi kita tetap menolak dengan alasan memuliakan ortu...gimana? kalau mereka malah sakit hati, gimana?

    *yang urusan perempuan kerja udah keseringan dibahas ya
    saya pribadi malah mendukung tulisan om jonru bun... hahahaha.... meski realitasnya saya adalah orang yang melakukan itu....

    tapi saya dan melihat dan melakukan juga tentu tanpa alasan... meskipun saya tetep berpegang bahwa memang lebih baik ibu itu dirumah dan anak itu dekat dengan orangtuanya bukan orangtua dari orangtuanya....

    tapi memang terkadang keadaaan gak sesuai dengan apa yang kita inginkan. ada hal2 yang memang tidak bisa kita lakukan atau dalam hal ini, batas2 kemampuan kita dalam memilih keputusan....

  19. #19
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by eve View Post
    mirip sapaaa gituuuu....
    kalau untuk diri sendiri kritik boleh aja, tapi kalau urusannya ama kinerja bersama , mending yang menghambat kinerja disingkirkan segera biar ga merusak suasana bagi yang lainnya toh ga memberikan kontribusi yang signifikan juga kalau maksa dipertahankan.
    kalau soal pendapat pribadi, bebas aja lah dikritik, apalagi udah berani nulis buat publik, kok takut dikritik.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #20
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    kalau untuk diri sendiri kritik boleh aja, tapi kalau urusannya ama kinerja bersama , mending yang menghambat kinerja disingkirkan segera biar ga merusak suasana bagi yang lainnya toh ga memberikan kontribusi yang signifikan juga kalau maksa dipertahankan.
    kalau soal pendapat pribadi, bebas aja lah dikritik, apalagi udah berani nulis buat publik, kok takut dikritik.
    aplagi belio termasuk bukan yang baru dalam dunia online ya kak....

    (tunjuk thread sebelah...)

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •