Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
Ahh.. People who like to play the victim. Those who are not interested in Why let alone How as they are not interested in taking control of their life. Bukan orang-orang seperti itu yang sedang kita bahas, toh?

Buat mbok perlu sekali diketahui kenapa seorang suami bisa KDRT atau tega bersikap kasar pada istrinya. Yang tadi sayang jadi cuwek, yang tadinya lembut jadi kasar pada perempuan, mahluk lemah itu lho. Oh..teganya! Kok bisa? Orang pun mulai menduga-duga, mungkin si suami sakit jiwa, stress, punya simpenan, impoten, dst. Suami pun dibawa ke psikiater, dihujat atau didemo ibu-ibu bawa panci.

Ndak tahu mereka bahwa si istri pun needs some help. Nyinyir, ndak menghargai jerih payah suami, selalu minta dimengerti, thinking men are mind readers, dsb.

Don't get me wrong, mbok menentang KDRT tapi dalam masalah rumah tangga itu biasanya ada sebab akibat. Banyak yang melihat KDRT itu sebagai sebab padahal bisa juga merupakan akibat. Seorang suami ndak tiba-tiba bangun tidur langsung nonjok istrinya sama halnya dengan seorang istri ndak tiba-tiba bangun tidur langsung menceracau. Kecuali orang gila tentunya, yang ndak boleh dinikahkan in the first place.

Mengharapkan satu pihak menjalani terapi padahal yang sakit pihak yang satu lagi.
Ouwh iya-iya...*manggut-manggut

catet